Rekan2 BTS, Djarot, Bawole dan milisters ysh,
 
Tentang sayap aircar bisa dilipat….konon pencipta awalnya adalah George Spratt 
dan William B. Stout (1946)… dimana utk menjawab keraguan tentang sayap lipat 
dan bobot pesawat dari mas BTS…pada 1949 Molton Taylor menyodorkan Aerocar 
berbahan fiberglass yang ringan… berkecepatan 194km/jam dan memperoleh 
pengakuan dari Federal Aviation Administratin (FAA)….
 
Saya sepakat utk tidak sepakat bahwa produk mobil terbang seperti yang 
kutipannya diturunkan oleh mbak Risnawaty, pekerja IT paruh waktu di Chiang 
Mai, Thailand,  6 Aug. 2007 ini  adalah “solusi utk kemacetan lalulintas”…. spt 
disebutkan oleh mbak Risna itu….. 
Ya maklumlah poro konco… beliau khan bukan planner atau arsitek seperti 
sampeyan2 ini…beliau itu ahli IT …. Jadi transportation engineering/ management 
 memang bukan bidang  beliau…..
 
Pemakaian flyingcar, aircar, skykraft,  aerocar, aerobile  atau apapun namanya  
yg prototipe pertamanya sudah dibuat sejak 1937 itu (1917 sudah dirintis hanya 
krg sempurna)  yang tepat guna ya saya kira lbh utk kawasan tertinggal ….. 
seperti pemakaian oleh perangkat pemda misalnya…… atau yg cocok ya mungkin  
a.l. direntalkan ‘kali? (morotai juga bisa dong ya)….......
Kalaupun di Jkt nanti banyak yg mampu beli…. Kalaupun mau terbang atau  mau 
mendarat ya  tetap saja memerlukan landasan pacu…..jadi masih ribet juga…..
 
Kalau mau  yg lebih tepat guna utk Jkt  barangkali ya mas Bawole bisa pakai 
skycar buatan Moller Int’l…. yaitu mobil terbang yg bisa bermanuver ala 
helikopter yaitu terbang dan mendarat secara vertikal (VTOL) …. Dan malah juga 
bisa terbang kekiri dan kekanan segala ….
Cuma kalau aircar merk ‘Transition’ buatan Terrafugia yg ditulis mbak Risna itu 
harganya sekitar 4,5milyar rp per unit… kalau skycarnya Moller ini sedikit 
lebih mahal.. yaitu 8.7 milyar rp  per unit…. Tapi kalau belinya banyak rasanya 
 bisa korting kok…... dan sudah gitu mesinnya ramah lingkungan… mesin hibrida.. 
perpaduan antara bbm dan penggerak listrik….. 
 
Salam,
aby

--- On Sat, 11/15/08, paulus bawole <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: paulus bawole <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [referensi] Re: Mobil Terbang Sudah Jadi Kenyataan
To: [email protected]
Date: Saturday, November 15, 2008, 7:15 PM






Bung Djarot, Eyang Abby,dan konco-konci sing budiman

Memang enak sekali kalau ada ide-ide inovatif yang
dapat mengatasi problem kota tentang kemacetan,
kepadatan manusia, dan bangunan beserta dengan segala
kekumuhannya. Apakah ide-ide inovatif tersebut dalam
bentu pesawat terbang seperti yang dilontarkan Eyang
Abby atau ide amphibi seperti idenya bung Djarot atau
bahkan bisa ngerong seperti Gathot Kotjo (nek gak
salah lho rek...wong aku yo gak ngerti blas tentang
wayang ...he...he.. .), semuanya itu memang bisa
membuat kita nikmat. Nah yang lebih nikmat lagi kalau
kita yang mampu membeli produk inovatif tersebut
terjebak kemacetan, kita bisa merubah mobil menjadi
pesawat terbang. Kemudian kita bisa dengan tenang
sambil kipas-kipas diudara melihat orang-orang grass
root (orang-orang golongan bawah)yang berdesak-desakan
dengan keringat bercucuran mencoba berpacu dengan
pendapatan sehari untuk sesuap nasi di tengah-tengah
hiruk-pikuk kota. Keadaan ini bisa terjadi karena
ide-ide mengatasi problem kota masih banyak orientasi
kita pada masyarakat yang memiliki modal kuat sehingga
banyak sekali kasus-kasus penggusuran (demolation
programs)yang dalihnya untuk mensejahterakan
masyarakat kecil, tetapi sebenarnya malah
mensengsarakan rakyat kecil.
Semoga ide-ide inovatif yang selalu diperbarui oleh
generasi-generasi mendatang dapat menjangkau bukan
hanya mereka yang punya modal tetapi masyarakat yang
seperti kita orang yang mempunyai tingkat sosial
dilapisan terbawah dapat juga menikmati kenyamanan
kota walau hanya sebagian kecil saja.
God bless you all my brothers !! Pengeran sing mbales
kemuliaan atine awake dewe kabeh !!

Salam Sayang Selalu (S3),
Bawole

--- Djarot Purbadi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

> Eyang ABY, kalau takut terbang sebaiknya
> dikembangkan kendaraan amphibi saja untuk Indonesia,
> yang bisa berjalan di darat dan di laut, sokur kalau
> di laut bisa sambil rekreasi.... sok-sok di permukaan
> laut, dan kalau masuk laut Banda ya menyelam supaya
> bisa melihat keindahan panorama laut
> nusantara... .jika bisa begitu, dengan harga yag
> terjangkau.. ..kita bisa menikmati semua keindahan
> nusantara... .ngapain harus pergi jauh ke luar
> negeri....devisa bisa dihemat, pariwisata nusantara
> hidup.....kalau mau ke Bantul bisa lewat laut
> selatan....ampir dulu di kratonnya Kanjeng Ratu
> Kidul dan membawa pulang suvenir unik dari
> sana.....sebagai bukti pernah ke sana....
> 
> Salam,
> 
> Djarot Purbadi
> 
> http://arsitekturnu santara.wordpres s.com
> http://fenonemologi arsitektur. wordpress. com
> 
> --- On Sat, 11/15/08, Bambang Tata Samiadji
> <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> 
> From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: [referensi] Re: Mobil Terbang Sudah
> Jadi Kenyataan
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Date: Saturday, November 15, 2008, 9:42 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Dear all.
>  
> Kalau melihat videonya, apa yang dimaksud dengan 
> mobil terbang itu bukan mobil, tetapi model pesawat
> terbang ringan biasa. Tidak ada suatu yang aneh di
> gambar itu. Lagi pula "mobil terbang" itu bukan
> merupakan jalan keluar dari jebakan   kemacetan lalu
> lintas dikarenakan untuk terbang memerlukan
> kecepatan pacu yang tak mungkin bisa dilakukan di
> jalanan macet.
>  
> Terlepas dari itu semua ada sesuatu yang secara
> mekanika rasanya tak masuk akal pada sayap yang bisa
> dilipat itu. Seperti diketahui bahwa komponen
> penting pesawat itu ada pada sayap baik bentuk sayap
> maupun kekuatan sayap. Semua titik berat pesawat
> bertumpu pada sayap. Rasanya tidak mungkin
> sayap-sayap yang diberi engsel-engsel (sehingga bisa
> dilipat itu) mampu mengangkat badan pesawat,
> seringan apapun. Mungkin Cak Andri sebagai orang
> Sipil bisa menganalisis apakah betul sayap yang bisa
> dilipat itu mampu mengangkat badan pesawat? Mungkin
> saja analisis saya salah.
>  
> Thanks. CU. BTS.
>  
> 
> 
> --- On Sat, 11/15/08, hengky abiyoso
> <watashiaby@ yahoo. com> wrote:
> 
> From: hengky abiyoso <watashiaby@ yahoo. com>
> Subject: [referensi] Re: Mobil Terbang Sudah Jadi
> Kenyataan
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Cc: [EMAIL PROTECTED] com, alumni-unhas@
> yahoogroups. com
> Date: Saturday, November 15, 2008, 1:52 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> Mobil Terbang Segera Jadi Kenyataan 
> Aug 06 
> oleh risna, pada 6:47 pm 
> Anda ingat film kartun The Jetsons? atau Anda pernah
> menonton film The Fifth Element? atau membaca buku
> Harry Potter and The Chamber of Secrets? Pernah
> terpikir : “Andai saja mobil terbang benar-benar
> ada”. Saya pernah, terutama ketika terjebak dalam
> kemacetan lalu lintas, padahal saya sudah hampir
> terlambat. 
> Sebuah perusahaan Terrafugia yang didirikan oleh
> lulusan MIT saat ini mengembangkan sebuah gabungan
> mobil dan pesawat terbang. Mobil terbang yang diberi
> nama Transition TM ini, memiliki sayap ketika
> terbang dan sayap tersebut dapat dilipat ketika
> menjadi mobil biasa sehingga dapat disimpan di
> garasi mobil. Mobil yang dapat dinaiki oleh 2 orang
> dan mampu membawa cargo seberat 100 pound atau
> sekitar 45 kg direncanakan akan dijual tahun 2009
> atau 2010 dengan harga 148.000 - 150.000USD dan Anda
> sudah bisa memesan dengan memberikan deposit sejak
> sekarang. 
> Jika Anda pernah menonton film The Fifth Element,
> mungkin Anda akan ingat bahwa dalam film itu
> digambarkan mobil tidak lagi meluncur di jalan
> seperti halnya saat ini, tapi mobil terbang pada
> jalur tertentu. Mungkin ini bisa jadi solusi
> kemacetan lalu lintas saat ini, dan tentu saja jika
> mobil terbang ini berhasil nantinya akan ada
> regulasi mengenai pemakaian jalur udara dan sudah
> pasti kita akan bisa tiba lebih cepat ke tujuan. 
> Siap-siap saja menabung dari sekarang. Jika mobil
> ini benar-benar dipasarkan (dan siapa tahu sampai ke
> Indonesia), tabungan kita sudah cukup untuk membeli
> mobil terbang ini, siapa tahu harganya akan terus
> berkurang seiring dengan demand yang besar. Sehingga
> mungkin nantinya kita bisa tinggal di kota lain
> untuk kerja di Jakarta. Dan semoga saja kemacetan
> lalu lintas, terutama di kota besar bisa berkurang. 
> Untuk melihat video klip demo dari mobil terbang
> ini, silahkan klik di sini. 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

 














      

Kirim email ke