Matur nuwun pak Aunur Rofiq.... tapi ini hanya bercandaan saja kok.... saya setidaknya utk satu minggu ini mau mohon izin dari pak moderator utk tidak serius dulu ..... salam,
--- On Mon, 12/15/08, Aunur rofiq <[email protected]> wrote: From: Aunur rofiq <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: Konsultan Perencana To: [email protected] Date: Monday, December 15, 2008, 12:51 AM ini benar-benar paling lucu Salam Aunur Rofiq From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> To: refere...@yahoogrou ps.com Cc: pl...@yahoogroups. com Sent: Monday, December 15, 2008 3:27:22 PM Subject: [referensi] Re: Konsultan Perencana Konsultan Perencana Suatu hari seorang pengusaha peternakan sedang duduk dibawah pohon tepi jalan mengawasi dari kejauhan kumpulan ternak kambingnya yg sedang merumput dipadang lereng bukit……. Lalu tiba2 sebuah sedan baru Porsche sport muncul dan berhenti….. Pengendaranya seorang lelaki .. memakai kemeja merk Armani… sepatu Cerutti… kacamata Ray-ban….jam tangan TAG –Heuer dan dasi Pierre Cardin… turun dan bertanya….. “Eh pak…. kalau saya bisa menghitung dengan tepat jumlah ternak bapak…. Bolehkah saya minta seekor untuk disate pak?”…... “Ya.. boleh saja… asalkan anda memang bisa ngitungnya”…. Lelaki itu memarkir Porschenya.. lalu mencolokkan laptopnya ke mobile fax…. Membuka situs website Google Earth… lalu menscan tanah dengan menggunakan GPS… membuka database dan tabel Excel 60 yg penuh dengan tabel algoritma dan pivot…. Ia kemudian memprint beberapa halaman hasilnya dengan hitech mini printernya… menyodorkan ke bapak peternak dan berkata: “Tepatnya bapak mempunyai kambing sebanyak 987 ekor…. Betul?”. “Wah betul…..anda boleh mendapatkan seekor kambing dari saya”…. Lelaki muda itu mengambil kambingnya dan memasukkannya kebagasi mobilnya…… Bapak peternak ganti bertanya : “Kalau saya berhasil menebak profesi bapak… bolehkah saya meminta kembali kambing saya?”….. “Oo… tentu boleh saja .. kenapa tidak?”….. “Anda adalah seorang konsultan perencana… betul?”….. “Lho … kok bisa tahu?..... Gimana caranya?”…. “Oo itu sih mudah saja…. Pertama anda datang kemari tanpa saya inginkan….. lalu kedua… anda mencharge saya untuk sesuatu yang saya sudah ketahui …dan ketiga….. anda samasekali tidak tahu apa-apa tentang bisnis saya..... Nah jadi sekarang….. bolehkah saya meminta kembali kambing saya?.......” “?!?!?!”…..

