Milist yth,sy ingin ikut nimbrung..
Utk mencegah bali berubah terlalu drastis yg tdk diharapkan,sy usul p.eka bs 
mengembangkan zoning ordinatie di kawasan utama di bali,misal di 
kuta,ubud,sanur dll yg keliatanya perkembangannya sangat dinamis,termasuk 
kawasan2 lain seperti di pecatu.penyiapan konsep itu mkn bs didanai ditjen taru 
sbg fungsi bantek dan bs dikerjakan sama2 oleh pakar2 di referensi....tks

-----Original Message-----
From: risfano <[email protected]>
Sent: Thursday, 1 January 2009 7:45 PM
To: [email protected]
Subject: [referensi] Re: Bali

Bang Eka dan rekan-rekan ysh,

 Untuk Bali (dan wilayah Jabodetabek), saya kira kita perlu
 mempromosikan penggunaan istilah "growth management". Sebaiknya
 jangan pakai istilah pembangunan (development) lagi, karena dengan
 pengamatan sepintas saja, kita sudah melihat tanda-tanda akan
 dilampauainya ambang batas daya dukung lingkungannya.

 Salam,
 Risfan Munir

 --- In [email protected], "ffekadj" <4ek...@...> wrote:
 >
 >
 > Pak Abim ysh, bagaimanapun hasta kosala kosali dan hasta bumi serta
 > sekarang bertambah dengan tri hita karana diterapkan, tidak dapat
 > menahan laju perubahan struktur
 > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2923> ruang
 sehingga
 > tidak terkendali. Dampak terbesar dapat sampai kepada musibah
 > <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4355> , termasuk
 juga
 > perubahan fungsi
 <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4365>
 > (infrastruktur) yang ada. Apa ini karena 'ekonomi wisata' terlalu
 cepat
 > berkembang sehingga spill over ke Lombok? Namun setidaknya kasus
 ini
 > menunjukkan realisasi melampaui pr

[The entire original message is not included]

Kirim email ke