Mas Andri ysh, Sila kelima adalah "Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia". Bukan kesamaan sosial.... Juga ada perbedaan besar antara "adil" dan "sama". Seuatu yang sama belum tentu adil, dan sesuatu yang adil belum tentu sama. Jadi kesempatan yang sama belum tentu sesuai dengan sila kelima kita.
Tentang pernyataan Bung SBY dalam bukunya tsb, saya tidak bisa berkomentar karena saya belum membacanya. Untuk memahami apa yang dimaksudnya perlu dibaca seluruhnya sehingga tidak terjadi pemahaman yang sepenggal-sepenggal. Bisa jadi beliau menuliskan seperti itu dalam rangka kampanye politik menjelang pilpres tahun 2009 ini, atau bisa jadi juga suatu penyederhanaan dari "kesempatan (minimum untuk bisa hidup layak, berkualitas dan bermartabat) yang sama bagi masyarakat (Indonesia di mana pun dia berada)...." Salam, Fadjar Undip --- On Sun, 1/4/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote: > From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > Subject: Re: [referensi] Penjabat dan Tukang Sate (A Comparative Study) > To: [email protected] > Date: Sunday, January 4, 2009, 4:35 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > 2009/1/4 <efha_mardiansjah@ > yahoo.com> > > Menyambung pertanyaan Mas Andri terdahulu tentang > "apakah > masyarakat di wilayah lain sudah punya kesempatan yang sama > dengan masyarakat di > Jakarta?" Jawaban saya adalah "pasti > belum dan > tidak akan pernah punya kesempatan > yang sama dengan masyarakat di > Jakarta". > > > > > Mas Fadjar > ysh., > Mudah-mudahan saya boleh mengutip > pernyataan Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, dalam buku > "Indonesia Unggul" (2008, p. 204), > sbb.: > > "Saya > mengatakan bahwa pembangunan adalah menyediakan > kesempatan yang sama bagi > masyarakat" > > yang saya pikir > sesuai dengan sila kelima dasar negara kita. > > Salam,Andri > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >

