Thanks Mas AnakGunung (bagaimana menyapa Mas nih,ya?) dan Mas Syukri
Mas Anak gunung, share sedikit dong hasil evaluasi PNPMnya, terutama bagaimana lessons learned dari yang tidak sukses itu,. faktor2 apa saja dalam masyarakat atau dalam diri fasilitator yang menjadi penentu kegagalan/keberhasilan pnpm ini Mas Syukri, Saya kok setuju banget dengan anda,. mungkin iklan-iklan ini perlu disertai pula dengan talk-show2 rutin tentang PNPM,.. Sedikit acara bincang-bincang di TV,. "60 menit bersama PNPM" . "Republik PNPM" .... Macam gitu deh,.. misalnya mengundang kelompok-kelompok penerima dana pnpm,... disertai sesi tanya jawab,... tidak hanya iklan tapi menerangkan mekanisme dan prosedur yang menghindari penumpangan muatan kampanye/politis,.. biar semua orang sedikit paham dan mengesampingkan kecurigaannya... salam Benedictus Dwiagus S. http://bdwiagus.blogspot.com http://bdwiagus.multiply.com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to: [email protected] From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of muhammad syukri Sent: 05 January 2009 12:26 To: [email protected] Subject: Re: [indo-monev] Iklan PNPM berlebihan (??) Di tahun politis ini memang susah untuk menghindari persepsi yang politis. Apapun bisa menjadi politis dan dianggap kampanye. Saya kira sah-sah saja orang berpikrian begitu. lagi pula ini adalah keuntungan bagi setiap pemerintahan incumbent, yaitu menangguk popularitas dari berbagai program yang dilaksanakan. Dan incumbent mana pula yang tidak akan melakukan hal serupa? Bahkan presiden-presiden sebelumnya yang sering-sering "marah-marah" terhadap pemerintahan yang sekarang juga melakukan hal yang serupa koq. Jadi fair sajalah. Bahkan menurut saya ini adalah cara yang menarik dan menguntungkan bagi masyrakat dalam berkampanye, yaitu menunjukkan keberhasilan atas apa yang telah dilakukan. Karena "menunjukkan", melalui iklan, akan selalu membutuhkan referent, yaitu kesusksesan program yang telah dilaksanakan. kalau tidak ada bukti kesusksesan itu malah akan bumerang bagi yang beriklan. kalau semua incumbent melakukan usaha seperti ini maka tidak akan lama lagi indonesia akan maju dan sejahtera, karena pemerintahnya berlomba-lomba membuat program yang bisa berdampak bagi masyrakat banyak. Tentang iklan PNPM, saya kira iklan tersebut sangat penting, bukan saja sebagai bahan motivasi tapi juga, dan ini fungsi utamanya, untuk mensosialisasikan program itu. Dan bagi kawan-kawan yang sering mengevaluasi program pemerintah pasti menemukan kenyataan bahwa "hampir selalu" program pemerintah lemah dalam hal sosialisasi yang kemudian tidak hanya berdampak pada tidak diterima, tidak berjalan dengan baik dan tidak efektifnya program-program tersebut, tapi bahkan, dan ini yang lebih kita sayangkan, menimbulkan atau menjadi lokus konflik di tengah masyarakat. Lihat misalnya program BLT, Raskin, Jamkesmas (ini hanya beberapa program yang pernah saya evaluasi) dll. yang di mana-mana menimbulkan konflik. Yang jadi soal, tentunya, adalah sejauh mana iklan itu memang bisa menyampaikan pesan-pesan penting tentang program. Kelemaham iklan yang sekarang, selintas saya perhatikan, adalah tidak banyak memberi perhatian pada mekanisme dan aturan main pelaksanaan program. padahal ini adalah bagian paling penting untuk disosialisasikan kepada semua stakeholder, terutama para kandidat penerima, dan juga masyrakat secara umum. Apalagi program PNPM ini (dan sebetulnya setiap program Social Development berbasis partisipatoris yang disponsori oleh lembaga donor internasional) yang paradigmanya sangat neoliberal dengan mengintrodusir aspek kompetisi, siapa yang proposalnya paling baik dia yang dapat program, sangat potensial memicu konflik di tingkat lokal. Bila para stakeholder tidak memahami aturan main ini dengan baik maka konflik yang semula hanya potensial bisa menjadi kenyataan. Mungkin karena aspek inti ini tidak begitu banyak disinggung di dalam iklan itu sehingga kesan politisnya menjadi sangat kental. Jadi saya sepakat dengan adanya iklan itu tapi dengan catatan harus menampilkan informasi yang subtantif dan krusial bagi pelakasanaan dan kesuksesan program, apalagi program ini masih on going. Thanks dan sori kepanjangan he3 Muhammad Syukri --- On Sun, 1/4/09, anak gunung <[email protected]> wrote: From: anak gunung <[email protected]> Subject: Re: [indo-monev] Iklan PNPM berlebihan (??) To: [email protected] Date: Sunday, January 4, 2009, 7:27 PM Yth, Bapak Abdul Rohim Mungkin lebih baik memandang dari sisi yang positif, misalnya.., iklan yang menunjukan keberhasilan ini sangat bermanfaat untuk memotivasi pelaku PNPM mandiri di tempat lain yang belum berhasil, .. kita sama2 tau..bahwa.berhasil atau tidaknya.. diserahkan langsung oleh masyarakat, peran pemerintah dan fasilitator hanya bersifat konsep dan laporan.. namun pelaksanaan kiserahkan sepenhnya ke pada masyarakat, kebetulan saya sendiri pernah survey untuk pelaksanaan PNPM, ada yang berhasil... ada yang tidak..dan tu tergantung dari mereka sendiri . Image removed by sender.
<<image001.jpg>>

