Mbak Nita milster, Untuk Jogja memang pernah dicoba dengan melakukan studi banding ke austria. Bahkan sudah dibuat FS, ternyata problem yang dihadapi adalah posisi jalur yang harus berimpit dengan jalan yang relatif sempit. Itu baru akan dilaksanakan pada 15 tahun mendatang (kalau tidak salah). Untuk LRT saja akan baru bisa jalan bisa jumlah pergerakan yang dilayani adalah 20.000 pass/jam. Ini untuk jogja belum sampai sebesar itu. Sedangkan untuk yang HRT mampu mengangkut 40.000 pass/jam.
Sedang busway jogja yang ada sekarang masih ada persoalan yaitu di penggal Malioboro. Karena dijalur itu banyak dilakukan acara jadi jalur sering ditutup. Akibatnya terjadi pengalihan alur. Ini yang merugikan penumpung, Saat ini sedang disiapkan peraturan wali untuk membuat jalur itu terbuka terus. Problem jogja saat ini adalah jumlah penumpang yang belum terlalu banyak untuk memenuhi kapasitas. Memang operator melakukan kerjasama dengan pemerintah propinsi dengan pola buy the service, tetapi tetap subsidi dari pemprop menjadi terlalu tinggi. Benar jumlah bis masih terbatas dan itupun sudah dibantu oleh Departemen Perhubungan 20 bis (itupun kondisinya ... he he he ternyata bekas jhe), sedangkan yang beli adalah 70 bis. Rencana penambahan 100 sudah dilakukan kayaknya tahun 2009 ini. Dengan penambahan 100 tersebut, berarti terdapat 100 bis lama akan di buang dari jalan2 di jogja. Sebagaimana juga sistem permajaan taksi yang dilakukan di jogja tersebut. Hanya sekedar informasi saja. Sedangkan untuk kota lain saya tidak tahu. Salam bambang sp/jogja

