Mas Dwi ysh,
Kalau mau anti yang praktis-praktis... anti yang mesin-mesin dan anti  yang 
modern-modern… kalau mau kembali kegaya hidup tradisional-tradisional…. Mau 
senang environment dan kota  yang perawan-perawan….jangan tanggung-tanggung……
Gampang saja….. kembalikan saja semua gaya hidup kemasa sebelum 1763 sebelum 
James Watt dan pendahulunya menemukan system mesin uap…….. hancurkan semua 
mesin pembangkit listrik...... hidupkan bengkel-bengkel pande besi 
tradisional........pasti layar akan berkembang dan berkibar dimana-mana 
laut.........
 
Salam,
aby

--- On Thu, 1/22/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote:

From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]>
Subject: Mesin Tempel Kapal RE: [referensi] Permisi Re: (3) Menyemai Klaster 
Industri Perahu di KTI
To: [email protected]
Date: Thursday, January 22, 2009, 6:08 PM








Rekans Milister YSH
 
Ngomong2 soal ”environment” , …. 
Mengingatkan cerita kehidupan nelayan di Papua (atau di NTT ya? Lupa),.. yang 
ketika dihajar naiknya harga solar, membuat mereka lumpuh dan menganggurkan 
perahunya, karena ketergantungan mereka pada mesin temple yang mengkonsumsi 
solar,….  Dan mereka sudah lupa mengembangkan layar , lupa bagaimana meluncur 
ke laut tanpa mesin tempel,….. 
Alhasil mereka terjerat utang dan kemiskinan karena tidak bisa melayar,… 
 
Mendorong industry mesin tempel kapal <-> Melupakan tradisi melayar tanpa mesin 
temple. 
Atau tak perlu dikhawatirkan mungkin ya,…. 
 
Mohon pencerahannya,….  
 

Best Regards,
 
Benedictus Dwiagus S.
http://bdwiagus. blogspot. com
http://bdwiagus. multiply. com 
 
"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to 
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White
 
:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere 
in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on 
monitoring and evaluation and other related development issues including 
development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com 
Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. 
php?gid=34091848 127&ref=ts 
 


From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf 
Of Bambang Tata Samiadji
Sent: 22 January 2009 12:12
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [referensi] Permisi Re: (3) Menyemai Klaster Industri Perahu di KTI
 



Halo Bung Aunur, ceritanya menarik. Eh aku tak pernah bilang hanya finansial 
saja. Jadi ketika analisis SWOT, saya tulis juga analisis "environment"-nya. 
Yang saya maksud dengan environment tanda petik ya itu,.... masalah iklim 
kondusif bagi usaha industri.
 
Sekali lagi cerita Anda melengkapi dari sisi positivisme  (riil), tidak hanya 
normatif-normatif saja. Good...good.

Thanks. CU. BTS.

Bambang wrote :

......Analsis SWOT tidak cukup, harus pula dilihat "environment"nya juga, 
kondusif atau tidak.
 

 














      

Kirim email ke