ThanksDwiagus atas "majalah dinding elektroniknya". Ini namanya stimulus untuk menghadang krisis. Tak ada hubungannya dengan pemerataan, karena yang potensi krisis itu lokasi-lokasi aglomerasi. Pemerataan (oleh Pemerintah) hanya bisa dilakukan ketika pertumbuhan tinggi. Kalau pertumbuhan hanya 4-6% saja, ya bisanya cuma perkuataan pilar-pilar ekonomi yang ada, yaitu pusat-pusat aglomerasi itu-itu lagi, senang atau tidak senang. Pengelolaan stimulus ini dilakukan terpusat melalui DIPA-K/L. Teman-teman di K/L akan sangat sibuk sekali tahun ini. Kalau di Bandara Su-ta, pasti akan bertemu banyak kolega di K/L nantinya. Buat kolega di K/L yang bertugas sebagai pengguna anggaran ataupun pembuat komitmen, mohon berusahalah bekerja dengan tulus, jujur, prudent, dan tertib karena BPK dan KPK sudah pasang kuda-kuda. Jaringan komunikasi hi-tech-nya sudah di install di dekat-dekat Anda. Hati-hati bagi yang mengelola di atas Rp 1 M per proyek. Harapan saya stimulus ini benar-benar still...mulus and good governance...bukan goods governance. Selamat Bekerja. Thanks. CU. BTS.
--- On Thu, 2/12/09, Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> wrote: From: Benedictus Dwiagus Stepantoro <[email protected]> Subject: [referensi] Stimulus Fiskal, Menebar Sumber Penghidupan: Merata? To: [email protected] Date: Thursday, February 12, 2009, 2:38 AM Dear rekans, unutk referensi,.. artikel di kompas, saya paste di bawah….. ttg stimulus2 yang diharapkan bisa mempermulus jalan pembangunan menghadapi krisis global,… Saya attach tabel dari kompas alokasi per sektor per provinsi…. Tersebar merata? Silahkan menilai sendiri…. Bisa diraba-raba nanti fokus sektornya apa,.. Seperti di Sumatera Utara dapet lumayan besar di sektor perhubungan, .. mungkin jadi mau mindahin polonia ya, cak Andri ??... Di pulau jawa, bidang ke-PU-an masih dominan…. Karena mendapat stimulus lumayan besar,…. Sementara kawasan timur terutama maluku dan papua, gak begitu banyak kebagian jatah stimulus,.. mungkin dirasa sudah cukup banyak danabagi hasil DAK DAU dan lain-lain yan glari ke situ ya? ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- ---- Stimulus Fiskal, Menebar Sumber Penghidupan February 6, 2009 Kompas, Jumat, 6 Februari 2009 Proyek yang didanai anggaran stimulus fiskal untuk infrastruktur harus mulai dilaksanakan Maret atau April 2009 agar proyek itu bisa selesai paling lambat Desember. Untuk proyek infrastruktur itu disediakan anggaran stimulus fiskal senilai Rp 10,2 triliun. Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati meminta kementerian dan lembaga nondepartemen melaksanakan proyek-proyek tersebut mulai Maret dan April 2009 agar realisasinya cepat,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (3/2). Departemen teknis yang mendapatkan jatah anggaran stimulus fiskal bidang infrastruktur tersebut harus bisa melaksanakan proyek segera setelah dokumen daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) mereka terima. Dengan demikian, tidak ada masa tunggu lagi setelah DIPA terbit. Seluruh anggaran stimulus fiskal disalurkan melalui departemen teknis. Ini karena memang merupakan proyek yang digelar pemerintah pusat. Anggaran stimulus fiskal tidak diberikan kepada daerah. Alasannya, daerah yang sudah mendapatkan jatah dana infrastruktur pun masih banyak yang belum sanggup menggunakan jatah dananya itu. Dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR pada 27 Januari 2009, pemerintah menyebutkan, total stimulus fiskal untuk mengantisipasi memburuknya krisis ekonomi global dianggarkan sebesar Rp 71,3 triliun. Dari anggaran stimulus fiskal itu, sebesar Rp 10,2 triliun di antaranya dialokasikan untuk menambah anggaran infrastruktur yang telah ditetapkan dalam APBN 2009, yaitu senilai Rp 102 triliun. Namun, dalam pelaksanaannya, dari anggaran Rp 10,2 triliun itu, hanya Rp 7,37 triliun yang langsung untuk pembangunan infrastruktur. Selebihnya, sekitar Rp 2,83, triliun, untuk kebutuhan lain, seperti subsidi minyak goreng dan obat generik. Dana Rp 7,37 triliun tersebut disalurkan ke tujuh departemen, yakni Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Perhubungan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Departemen Perdagangan, Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Departemen Pertanian. Pemerintah menetapkan secara rinci alokasi setiap anggaran berdasarkan daerahnya. Tersebar Alokasi stimulus fiskal infrastruktur per daerah sudah ditetapkan di Kantor Menko Perekonomian. Untuk Sumatera, misalnya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mendapat Rp 18,9 miliar, Sumatera Utara Rp 385,49 miliar, Sumatera Barat Rp 132,13 miliar, Riau Rp 74,375 miliar, Kepulauan Riau Rp 165,58 miliar, Bangka Belitung Rp 46,7 miliar, Sumatera Selatan Rp 137,72 miliar, Lampung Rp 105,84 miliar, Jambi Rp 26,25 miliar, dan Bengkulu Rp 6,955 miliar. Adapun di Pulau Jawa dan Bali dialokasikan untuk Provinsi Banten Rp 269,159 miliar, DKI Jakarta Rp 482,414 miliar, Jawa Barat Rp 897,196 miliar, Jawa Tengah Rp 650,896 miliar, Daerah Istimewa Yogyakarta Rp 161,143 miliar, Jawa Timur Rp 624,737 miliar, dan Bali Rp 37,595 miliar. Di Pulau Kalimantan dialokasikan untuk Provinsi Kalimantan Barat Rp 127,15 miliar, Kalimantan Tengah Rp 68,5 miliar, Kalimantan Timur Rp 139,838 miliar, dan Kalimantan Selatan Rp 94,45 miliar. Di wilayah Indonesia tengah, Provinsi Sulawesi Utara mendapat Rp 129,23 miliar, Gorontalo Rp 58,05 miliar, Sulawesi Tengah Rp 63,046 miliar, Sulawesi Barat Rp 35,45 miliar, Sulawesi Selatan Rp 764 miliar, Maluku Utara Rp 26,884 miliar, Maluku Rp 46,2 miliar, dan Sulawesi Tenggara Rp 62,5 miliar. Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapatkan alokasi Rp 259,8 miliar dan Nusa Tenggara Timur Rp 371,295 miliar. Adapun wilayah Indonesia timur, Provinsi Papua Barat mendapatkan jatah Rp 94,658 miliar dan Provinsi Papua Rp 104,212 miliar. Lapangan kerja Seluruh stimulus fiskal ini diharapkan bisa menciptakan 1 juta lapangan kerja langsung. Dengan demikian, bisa diperhitungkan setiap satu lapangan kerja baru membutuhkan investasi senilai Rp 7,37 juta. Dengan dasar perhitungan itu, bisa diperhitungkan sebaran lapangan kerja baru yang akan tercipta di setiap daerah. Contohnya, di Provinsi NAD yang mendapatkan alokasi stimulus fiskal senilai Rp 18,9 miliar diperkirakan akan tercipta 2.564 lapangan kerja baru. Adapun di Jawa Barat, sebagai daerah penerima alokasi terbesar, dengan jatah stimulus fiskal Rp 897,196 miliar, diharapkan tercipta 133.947 lapangan kerja baru. Ini belum memperhitungkan lapangan kerja baru tidak langsung yang jumlahnya bisa mencapai dua kali lebih besar dari lapangan kerja langsung.. ”Sebagai gambaran, dalam proyek jalan, yang dimaksud lapangan kerja langsung adalah buruh cangkulnya. Adapun lapangan kerja yang tidak langsung, misalnya warung- warung kecil yang dibuka di lokasi proyek itu,” ujar Bambang. Menurut ekonom senior Indef, Fadhil Hasan, stimulus dalam pembangunan infrastruktur merupakan cara yang efektif untuk mendorong permintaan agregat. Dengan demikian, perekonomian tetap tumbuh meskipun ada dalam tekanan krisis. Namun, lanjut Fadhil, yang akan menjadi hambatan adalah implementasi di lapangan. Kemampuan pelaksana di departemen teknis dalam menyerap tambahan dana sebesar itu akan menjadi kendala. ”Sebagai contoh, anggaran infrastruktur tahun lalu masih banyak tersisa. Apalagi, sekarang ditambah keraguan terhadap penyerapan yang rendah semakin besar,” ujar Fadhil. Oleh : Orin Basuki ------------ --------- --------- ----- Best Regards, Benedictus Dwiagus S. http://bdwiagus. blogspot. com http://bdwiagus. multiply. com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. com Find also Indo-MONEV in facebook: http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts

