Ini teman2 arsitek pasti banyak yg bisa menjawabnya........ hrp tunggu saja.....

--- On Wed, 2/11/09, d setiawan <[email protected]> wrote:

From: d setiawan <[email protected]>
Subject: Re: [plbpm] Re: Simulasi Peta Kota Greater Makassar Bagi Migrasi Urban
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Wednesday, February 11, 2009, 8:04 PM











Terima kasih pak Aby atas attachment-nya, sangat menarik untuk dikembangkan,
 
satu pertanyaan saja: pada pengembangan superblok di situ tertera "di tengahnya 
bisa untuk the poor", --- bagaimana biasanya pola yang terjadi jika si kaya dan 
si miskin berada dalam 1 blok? dalam satu artikel yang terjadi di India, pada 
awalnya tidak masalah, namun selanjtnya terjadi penggusuran - penggusuran, 
terima kasih atas sharingnya.. ..

Didit

--- On Thu, 12/2/09, hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> wrote:

From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com>
Subject: [plbpm] Re: Simulasi Peta Kota Greater Makassar Bagi Migrasi Urban
To: refere...@yahoogrou ps.com
Cc: pl...@yahoogroups. com
Date: Thursday, 12 February, 2009, 10:33 AM









Milister ysh, 
  
Berikut ini sekedar peta simulasi…. Mudah2an dapat menjadi inspirasi utk 
menjebol tempurung javasentrisma dan jabodetabek sentrisma……. Simulasi ini akan 
semakin ‘in’ kalau ia dipasangkan dgn imajinasi ttg ‘filialisasi / semaian 
industri manufaktur memimpin’…… dipasangkan juga dgn imajinasi ttg 
“redistribusi sektor informal” yg di Jawa jelas (menurut logika) telah jenuh…… 
dan walau ia telah diback up dgn yg namanya UU sekalipun……… dan dipasangkan 
pula dgn semangat baru population planning (zero growth)….. 
Pasal2 artifisial dalam UU utk mencantumkan  ‘rencana2 ideal’ memang perlu … 
agar ia nampak sudah ideal…. Juga agar gampang diokekan di parlemen….. dan 
setidaknya agar ia aman dari kecaman2…… tapi utk implementasi idealisme dialam 
nyata itu… kita justru tak dapat bergantung sepenuhnya atau sekedar bertitik 
tolak pada bunyi UU itu sendiri….. tetap diperlukan kreativitas dan ‘katanya’ 
juga ‘inovasi’….. yg sering jangkauannya jauh didepan UU itu sendiri…….. 
Sektor informal dinegara maju n makmur adalah minoritas….. maka ia dipelihara 
sbg bagian dari ‘asesoris kota’ agar kota tetap tampak’manusiawi’ dan ‘unik’ 
utk wisata dsb…. 
Tapi sektor informal dinegara sdg berkembang (n miskin) adalah don’t forget ….. 
ia adalah “mayoritas” …….ia berpotensi meliputi kehidupan sekitar 80 juta jiwa 
penduduk miskin kota.... 
Kita sendiri  masih terus berupaya keras utk “memayoritaskan” sektor industri 
formal ditengah  kecaman “para intelektual pembela pertanian (ada juga 
intelektual sekaligus politikus pembela keabadian kemiskinan pertanian dan 
nelayan)”……. 
  
Salam dari aby 
  
  
 




Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
















      

Kirim email ke