--- On Tue, 2/17/09, Abdul Rohim <[email protected]> wrote:

From: Abdul Rohim <[email protected]>
Subject: [plbpm] Lahan Sayur pun Ditanami Tanaman Tahunan
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 17, 2009, 12:08 PM












Lahan Sayur pun Ditanami Tanaman Tahunan


Di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Krandegan, Sukomakmur, Kajoran, 
Magelang, anak-anak dan para ibu tampak seolah sedang berlomba. Di tangan 
mereka ada sebatang tanaman tahunan, seperti pohon suren, akasia, kayu putih, 
bambu, dan lain-lain. Sementara tangan kiri mereka memegang potongan bambu yang 
ujungnya lancip. Setiba di lahan terasering yang ditanami loncang, rombongan 
pun menyebar. Mereka dengan sigap menancapkan tanaman yang mereka pegang. 
"Tidak masalah. Selama pohon itu belum tumbuh tinggi dan daunnya rimbun, kami 
masih bisa menanam dan memanen sayuran," kata Wahyudin, petani sayuran 
setempat, Sabtu lalu. 
Sejak dipilihnya kawasan Krandegan sebagai salah satu kawasan yang akan 
dikonservasi menjadi hutan rakyat, petani setempat diimbau menanam aneka 
tanaman tahunan untuk mengatasi lahan yang rusak. Bertahun-tahun lalu, mereka 
menanami lahan hanya dengan tanaman musiman, seperti sayur loncang, bawang 
merah, bawang putih, kol, dan sejenisnya. Sebab, tanaman jenis itu lebih cepat 
mendatangkan hasil, sekitar tiga bulan. Sedangkan kalau ditanami tanaman 
tahunan, petani harus menunggu 5-10 tahun untuk mendapatkan hasilnya. 
Jalan tengah pun diambil. Tanaman tahunan ditanam di sela-sela tanaman musiman. 
"Di Kajoran juga akan kami bangun subterminal sayur," tutur Bupati Magelang 
Singgih. Keberadaan subterminal- subterminal itu untuk mempermudah 
pendistribusian sayuran ke daerah lain yang selama ini didominasi oleh hasil 
sayuran Kabupaten Wonosobo yang merupakan daerah dataran tinggi. 
Seluruh lapisan masyarakat dikerahkan untuk program ini, terutama ibu-ibu dan 
anak-anak. Acara penanaman pun diberi judul "Ibu dan Anak Menanam untuk 
Tabungan Masa Depan". 
Menurut Ketua Forum Masyarakat Pelindung Tangsi (Format Lintang) Heri, 
anak-anak adalah generasi masa depan yang kelak menuai hasil dari apa yang kini 
disemai. "Kalau ibu-ibu selama ini kan dianggap tidak banyak berperan.. Dengan 
menanam pohon, kelak anak-cucunya akan mengingat jasanya." PITO AGUSTIN RUDIANA 
 
http://www.korantem po.com/ korantempo/koran/ 2009/02/17/ Berita_Utama- 
Jateng/krn. 20090217.157029. .id.html

 
http://media- klaten.blogspot. com/
 
 
 
salam
Abdul Rohim
















      

Kirim email ke