kaLau ke jerman, jangan lupa mampir ke sini,.
Kantor Promosi Papua di Frankfurt Jerman / http://www.kompas.com/data/images/stickerbanner/reg_nas.gif SELASA, 10 MARET 2009 | 18:17 WIB JAKARTA, SELASA - Papua memiliki Kantor Promosi di Frankfurt, Jerman. Juru bicara Gubernur Papua, Mathias Rafra, mengatakan, peresmian Kantor Papua Promotion House Europe (PPHE) di Frankfurt, Jerman, dilakukan Gubernur Barnabas Suebu pada 8 Maret 2009. PPHE akan menjadi pusat informasi sekaligus mempromosikan Papua bagi masyarakat Uni Eropa. Pada saat meresmikan PPHE, Kaka Bas, sapaan akrab Gubernur Barnabas Suebu, didampingi antara lain Gubernur Provinsi Hessen Mr Boddenberg, Wali Kota Gelnhausen Mr Stolz, Kuasa Usaha ad interim (KUAI) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, Wajid Fauzi, Acting Consul Konsulat Jenderal RI di Frankfurt Diddy Hermawan, dan sejumlah staf diplomatik dari KBRI di Den Haag Belanda, serta Dr Werner F Weiglein, sosok yang amat berperan memfasilitasi kehadiran PPHE. Kegiatan ini untuk kepentingan kerja sama, terutama dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang promosi pariwisata, sosial-budaya, perdagangan, dan investasi. "Sama sekali bukan untuk tujuan politik, apalagi Jerman dan Papua memiliki sejarah khusus. Dua orang Jerman, yaitu Ottow dan Geissler, adalah orang yang membawa keluar Papua dari zaman primitif ke peradaban baru. Saya adalah salah satu orang di antaranya," demikian antara lain penegasan Gubernur Suebu dalam acara tersebut. Kaka Bas juga mengingatkan, pekerjaan awal yang harus segera dilakukan pascaperesmian PPHE adalah menyiapkan berbagai informasi mengenai Papua. "Saya berharap Papua Promotion House menjadi pusat informasi mengenai Papua bagi masyarakat Uni Eropa," ujar Gubernur Suebu. Sementara itu, kolega Kaka Bas, Mr Boddenberg, mengatakan letak PPHE di Kota Gelnhausen, Frankfurt, sangat strategis bagi masyarakat 27 negara yang bergabung dalam Uni Eropa. Peresmian PPHE menjadi tonggak baru upaya memperkenalkan Papua ke dunia internasional, khususnya masyarakat Uni Eropa, yang telah dengan cukup gencar dilakukan Dr Werner F Weiglein selama 12 tahun terakhir. Werner, pemilik The Baliem Valley Resort di Wamena, adalah seorang warga Jerman yang setiap tahunnya mendatangkan rata-rata 600 turis dari Jerman dan negara-negara Eropa lainnya ke Wamena. Werner juga menyediakan salah satu ruang di rumahnya, Palais Meerhols, sebagai kantor PPHE. Gedung seluas 270 meter persegi itu dilengkapi berbagai fasilitas yang disiapkan secara cuma-cuma oleh Werner. Untuk operasional harian kantor, Pemda Provinsi Papua menanggung biaya telepon, listrik, air, dan honor staf. Di rumahnya, Werner mengoleksi lebih kurang 700 patung asal Papua yang biasanya dipakai sebagai obyek pameran oleh berbagai pihak di Jerman, seperti Siemens dan Deutsche Bank. ICH Best Regards, Benedictus Dwiagus S. http://bdwiagus.blogspot.com http://bdwiagus.multiply.com "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White :::... Indo-MONEV ...::: Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on monitoring and evaluation and other related development issues including development aid works, particularly in Indonesia. Join in by sending an email to: [email protected] Find also Indo-MONEV in facebook: <http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts> http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts
<<image001.gif>>

