Dukacita untuk korban Situ Gintung……….

 
Milisters ysh, khususnya bagi yg meminati teori hirarkhi…… 
Spt saya katakan diposting yg sudah…. CPT ( Central Place Theori/ Teori Tempat 
Sentral) memang utamanya lbh valid dan lbh banyak manfaatnya utk dikembangkan 
dikawasan yg masih tertinggal dan terpencil serta dgn kepadatan penduduk yg 
masih kurang (Indonesia 93.3% / luar Jawa dpt dikatakan sbg relatif wilayah 
tertinggal, terpencil, dan penduduknya jarang) …… yg walau demikian bukan juga 
berarti bahwa dikawasan maju spt Jawa  lalu kerangka dasar ‘hirarkhi ruang’ 
lalu ‘tidak ada’…… dalam kenyataan dilapangan…  di Jawa  ia justru   ‘sdh 
tertanam/ sdh terbentuk  dgn baik’…… jadi maka tak usah lagi dingomong ttg 
perkembangannya…....
Setidaknya di Jawa sbg kawasan termaju di Indonesia….  kita perhatikan….. 
berbagai macam Hirarkhi baik selain menyangkut …(1) sistem administrasi kota/ 
wilayah/ pemerintahan  sejak dari tingkat RT/RW sampai  ibukota negara  tlh 
terbentuk dgn amat baik…… (2) hirarkhi pemukiman serta ‘prinsip jarak2nya’ 
(kebetulan dan tak disengaja)…..… baik yg dimulai dr terendah dukuh/ kampung… 
lalu desa (jarak pusat desa yg satu dan lainnya tak sengaja/ kebetulan jaraknya 
saling berdekatan, sehingga penduduk cukup nyaman kalaupun hrs berjalan kaki 
dari wilayah terluar dari desa utk menuju pusat desa demi utk memperoleh 
layanan kebutuhannya/ sesuai dgn pinsip jarak Christaller)…. Lalu kota kecil/ 
kecamatan… kota kabupaten…. Kota madya/ karesidenan… kota propinsi/ kota 
besar…. Dan ibukota/ semula satu2nya metropolitan/ kini satu2nya megapolitan…….
(3) keberadaan jasa2 sejak dari jenis  ‘lowest order’ yg paling sederhana 
sampai ke tingkat ’the most highest  order’ seluruhnya   ada dan mudah 
diperoleh di Jawa…… 
Jasa2 tingkat lowest order seperti warung P&D (pangan), tukang jahit, tata 
rambut (sandang), jasa ojek (transport), bensin eceran (energi), bengkel 
(repair)   dsb. yg cirinya adalah orang membutuhkannya  sering dan berkali2… 
selalu terdapat pada tingkat desa bahkan bbrp ada pada tingkat RT/RW…..  kalau 
soal ‘hirarkhi’  jasa ‘telekomunikasi’…..skr tak lagi relevan utk dingomong…. 
karena revolusi teknologi sistem komunikasi yg memunculkan sistem hp/ponsel  
bahkan dgn semakin murah harganya… kini setiap hidung orang desa dan hampir 
setiap pojok kawasan terpencil manapun mampu memilikinya…..
Utk jasa2 tingkat ‘higher order’ sampai kelas dunia sekalipun….. tak usah lagi 
dingomong…… hampir apa saja semua juga  ada terdapat di Jawa… terlebih dikota2 
besar spt Jkt dan Surabaya……. dan begitu ada kurang2nya… atau sebaliknya…. 
Begitu ada “barang/ jasa baru”….  Segera saja ia diimpor dari Singapura (dlm 
hal semacam ini Singapura sebagai "kota regional" melayani tak hanya Jakarta, 
namun juga Manila, Kualalumpur, Brunei, Bangkok, Yangoon, Dacca, Phnompenh, 
HoChimin City)……..
Sebaliknya diluar Jawa, khususnya pada kawasan tertinggal…… kalaupun sistem 
administrasi kota/ wilayah/ pemerintahan tlh terbentuk dgn baik…… atau kalaupun 
kawasan2 tertentu “dimekarkan” sehingga naik status administratifnya 
sekalipun…… namun ternyata ‘hirarkhi’ pada bidang2 lainnya, khususnya 
menyangkut ‘hirarkhi jasa’, ‘hirarkhi besaran kota plus prinsip 
jarak2nya”…..”hirarhi fisik kota” …. Dsb…. khususnya menyangkut “hirarkhi pada 
higher order”  tak selalu semuanya secaar otomatis  “terbentuk dgn sempurna/ 
lengkap” dan  berkembang dinamis seperti yg terjadi di Jawa……. Ada saja yang 
“kurang”….. baik pada faktor“kelengkapan jenis”nya….  kurang pada  “jumlah” 
atau “jenis”  daripada jasa2 higher order….. 
Pada desa2 dan kampung2 sering jumlah2 penduduknya terasa kurang….. ataupun 
pada ‘kota terbesarnya  kurang juga jumlah penduduk “kelas menengah atas” atau 
kelas inteletualnya…..  yg itu lalu juga berpengaruh pada “kurang/ tidak 
lengkapnya” keberadaan berbagai macam jasa dan produk yg dibutuhkan bagi 
kenyamanan kehidupan……
Semuanya itu disebabkan krn  utk syarat berdirinya sesuatu macam jenis jasa  
baik “low order” maupun jenis “higher order”  selalu diperlukan “jumlah  
minimum tertentu” (population threshold) jumlah penduduk serta kelas 
pendapatannya….. agar sesuatu jenis jasa/ penjualan suatu jenis produk dapat 
berjalan…….. 
Kenyataan yg muncul adalah lalu ….. mereka yg dlm kehidupan sehari2nya  
terbiasa dikitari  oleh  keberadaan berbagai macam layanan jasa  lalu tiba2 
harus berada pada kawasan yg keberadaan berbagai macam jasa2 tidak lengkap….. 
lalu menjadi  tidak kerasan…… atau sebaliknya… mereka yg berada didaerah dgn 
keberadaan berbagai macam jasa yg tak lengkap cenderung ingin bermigrasi menuju 
kawasn dgn keberadaan jasa2 yg lengkap……..
Kenyataan2 demikian inilah…. Hirarkhi….. population treshold….  range/ daerah 
jangkauan layanan usaha….. kenyataan adanya jenis2 jasa ‘low order’ maupun 
‘higher order’ dengan karakteristiknya yg saling berbeda dan melengkapi….. 
semenjak bergulirnya revolusi industri … terbukti telah menjadi ‘syarat hidup 
atau syarat lingkungan’ yg mutlak  diperlukan bagi berkembangnya pemukiman 
manusia "pro- mekanisme-pasar" yg nyaman,  pro-kemajuan  serta 
pro-produktivitas (tetapi tak mutlak dibutuhkan oleh mereka yg tak terikat 
mekanisme pasar spt para pegawai pemerintah/ militer/ perusahaan swasta/ 
organisasi dalam dinas)……..

Salam,


      

Kirim email ke