Milister ysh,
Sebenarnya saya masih ingin santai  seenak saya  sendiri lanjut dengan serial 
uraian saya terserah saya arahnya mau kemana…….. tapi pada posting yl ada 
sahabat yg meminta..….  bisakah katanya…. Agar saya jelaskan kebijakan apa saja 
yg sebetulnya saya inginkan/ usulkan terkait dgn masalah ‘teori hirarkhi kota’ 
di Indonesia…. Juga tujuan apa yg hendak dicapai  dari (usulan) kebijakan2 
tsb?..........
Saya pikir kemudian (saya tell me kali’ ya?)…. ….. ini permintaan agak naif 
juga ya?......... sebab sejauh ini sebagai rakyat,  bukan akademisi dan bukan 
birokrat  saya juga tidak mengerti persis….. sudah sejauh mana teori itu 
diapresiasi oleh para akademisi maupun oleh orang2 dipemerintahan… dan  saya 
tak tahu juga sudah sejauh mana teori CPT itu telah diterapkan dalam 
pembangunan……..
Saya pikir kemudian (saya tell me lagi kali’ ya?)…..  apalah artinya kalau saya 
 mau langsung main mengusul2kan spt saran sahabat saya itu … sedangkan misalnya 
saja teori itu dlm kenyataannya sekedar dianggap angin lalu saja (mungkin krn 
tak banyak dipahami, atau mungkin paradigmanya masih TR adalah fisik, atau ada 
1001 sebab lain)… khan sama saja saya tidak mengerti status teori itu dalam  
apresiasi, implementasi  serta target pencapaian  pembangunan  keruangan  di 
indonesia itu sudah sejauh mana?.........
Kalau misalnya ia dianggap barang langka atau barang angin lalu dan dapat 
dinyatakan bhw ia barang EGP….… maka dari pada saya main  mengusul2kan  bak 
meniru jurus tikus menyapu angin …. Lha khan mending saya menantang berdebat 
sekalian (artinya meminta penjelasan)……  kenapa ia tidak dipakai?........
Atau sebaliknya……. Bukankah dengan serial saya yg sudah sedemikian panjang ini 
pihak akademisi maupun otoritas keruangan juga etikanya seyogyanya tidak diam 
seribu basa….. dan seyogyanya ada yg turun kehalaman dan menjelaskan (krn 
bgmnpun  ini khan bagian dari suara rakyat juga yg ingin penjelasan, dan 
bukankah seyogyanya ada moral responsibility utk pemberian  penjelasan resmi?, 
dan kalau alasannya ‘belum  ada forum resminya’…... bukankah bisa diusulkan 
dibuat?... agar konstitusional dan  terhormat?) …… bgmn status appresiasi atau 
implementasi serta hasil capaian  teori CPT itu dalam pembangunan nasional kita 
 selama ini…… atau sekalian saja kalau dapat dinyatakan bahwa itu adalah teori 
yg patut masuk museum atau masuk tong sampah….. maka jelas apa yg selanjutnya 
perlu saya kerjakan……..
Sementara demikian dulu, takut banyak yang capek….
Salam,
 


      

Kirim email ke