Uda Eka ysh,

Rasanya kurang lengkap kalau membahas koalisi tidak mengikut sertakan faktor 
pemasangan ranjau. Hal ini dapat dilihat dari munculnya kasus Rani. Itu bukan 
masalah selingkuh!!!! Itu masalah konspirasi dan yang ditembak bukan AA semata 
tetapi justru Sigit. Sasaran lebih lanjut adalah salah satu jenderal capres 
kita.

Tentang SBY akan menggandeng siapa ... he he he yang terjadi adalah tarik ulur 
yang sangat keras dan itu bukan di SBY tetapi antara Nahdatul Oelama dengan 
kelompok "Wahabi" yang dibenderai oleh PKS. Memang HNW sudah mengatakan bahwa 
PKS bukan Wahabi, tetapi lebih Suni. Harap diingat bahwa didalam PKS sendiri 
akan terjadi pecah yaitu kelompok mudanya yang mnenginginkan adanya kembali ke 
khitahnya yaitu jaman PK dulu.

Sementara NU ini secara malu2 diback up oleh Muhamadiyah. Ini sebenarnya 
pretempuran yang lebih mendasar dan substantive. Karena Muhamadiyah dan NU 
sekarang dalam posisi penawar melawan PKS. Call PAN dan PKB (wakil NU) adalah 
bila HNW dipilih maka mereka akan melakukan tahiyat akhir. Ini adalah sebuah 
kalimat sandi dari mereka untuk mengatakan putus hubungan dengan SBY. 
Masalahnya SBY sendiri adalah orang pesantren yang berbasis NU, jadi akan 
berpikiir.

Karena itulah maka SBY kemudian mulai melirik PDIP. Istimewanya bahwa kelompok 
TK sudah senyum2 karena ada beberapa slot kabinet yang dijanjikan akan 
diberikan. Ruaar biasa ternyata hanya mencari slot saja tho.

Gara2 itu Golkar kebakaran jenggot karena merasa ditinggalkan. Apalagi saat ini 
beberapa DPD sudah menyiapkan mosi terhadap DPP karena sampai Golkar berada 
diluar jalur kekuasaan.

Tetapi yang menjadi sangat ditunggu2 orang adalah lebih kepada apakah SBY jadi 
berhadapan dengan PS dalam adu Capres. Kalau ini yang terjadi maka intel 
kopasus akan berhadapan dengan bakin... pada titik inilah kasus Antasari 
menjadi sangat berguna sebagai kartu truf.

Begitu mas Eka.

Selamat menikmati panggung sinetron NKRI

Salam

bambang sp/jogja

Kirim email ke