________________________________
From: ffekadj <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 12, 2009 7:35:49 PM
Subject: [referensi] Re: Koalisi
Pak BSP, Pak Risfan, dan rekan-rekan ysh.
Memperhatikan analisis real-time ini kelihatannya situasi politik kita
masih ngebabalieut ya. Saat ini sudah sampai pada priode tari jaipong
yang menampilkan 'kegenitan politik', setelah sebelumnya ada priode tari
poco-poco, tari burung merak, dst. Kalau menontonnya, kata Pak BSP,
seperti nonton sinetron, klimaks-anti klimaks-klimaks- dst. Apakah
berakhir bahagia atau tragedi, sepenuhnya berada di tangan Raam Punjabi.
Kurang tahu apakah ini disebut kematangan berpolitik, ataukah keamatiran
berpolitik. Sebagai penonton kita boleh merasakan apa saja, tapi sebagai
rakyat, kita seharusnya merasa lelah.
Sebelumnya terima kasih, mohon rekan-rekan jangan jemu-jemu meng-update
informasi. Salam.
-ekadj
--- In refere...@yahoogrou ps.com, Risfan M <risf...@... > wrote:
>
> Ah Bung Ekadj suka merendah,
>
> Urusan beginian (koalisi untuk kekuasaan) kan gak pake teori, apalagi
melihatnya dari sisi etika. Yang ada ya taktik/strategi menang, kalau
bisa jadi RI-1.
>
> Yang mereka lupakan bahwa yang milih adalah rakyat langsung, bukan
koalisi. Kedua, saya optimis akan terjadinya pergeseran dominasi partai
kuat yang akan kian matang di 2014. Posisi PD dan koalisi kuatnya
(terutama PKS), akan makin jauh meninggalkan jago lama, PG dan PDIP.
>
> Kalau memang Pak Beye yang jadi RI-1 lagi, bisa jadi akan terjadi
eksodus resources: kader-kader politik, pengusaha-pengusaha , lebih
merapat kesana. Untuk menyongsong era 2014, alih generasi.
>
> Karena kalau kita lihat kekuatan elite PG sekarang lebih ditopang para
pengusaha, dan eks keluarga tentara (kekaryaan yang ditokohi eks
tentara/veteran) . Sementara 5 tahun lagi, generasi pemilih sudah
terpengaruh bayang-bayang kuasa tentara masa lalu. Lagi pula setelah
pensiun tentara yang dulu jadi simbol kekuatan terkompak, nyatanya 3
jenderal sulit bersatu.
> Kalau pilihan birokrat kan tergantung yang berkuasa.
>
> PDIP juga mengandalkan kharisma Bung Karno dan para pengusaha. 5 th
lagi, pemilih dari generasi yang kian jauh dari mengenal sang tokoh,
sementara para pengusaha sudah geser ke pemenang saat ini.
> Partai-partai itu sepertinya lupa kaderisasi.
>
> Ah, sok tahu saya kok makin nglantur...maaf.
>
> Salam,
> R Munir
>
>
>
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: ffekadj 4ek...@...
> Sent: Monday, May 11, 2009 10:08 PM
> To: refere...@yahoogrou ps.com
> Subject: [referensi] Re: Koalisi
>
>
>
> Melihat batas waktu yang disampaikan Mr. -K- ini, seharusnya sudah ada
kejelasan; namun koq saya belum jelas juga ya? Mohon sedikit pencerahan
lagi dari Pak BSP, juga dari guru-guru yang sudah naik gunung : Bu Yati
dan Mas Joko Item. Salam.
> -ekadj
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Harya Setyaka harya.setyaka@ wrote:
> >
> > Seperti yg sudah sy duga jauh-2 hari,...
> > PDIP dan Golkar sulit sekali berkoalisi karena secara perolehan
suara adalah
> > juara dua (runner up) bersama.
> > dan masing-2 punya syahwat kuasa yang sama besar, sehingga sulit
untuk
> > menyepakati siapa nahkoda siapa ban serep..
> >
> > Masing-2 akan saling tunggu..
> > karena keputusan optimal salah satu pihak sangat ditentukan oleh
keputusan
> > pihak lain (--> game theory).
> > tapi ada deadline yang tegas dan jelas.. 10 Mei!
> > SEmentara, masalah DPT sudah anti-klimaks. .
> >
> > salam,
> > -K-
> >
> >
> >
> > 2009/4/27 ffekadj 4ekadj@
> >
> > >
> > >
> > >
> > > Pak BSP dan rekan-rekan ysh. Mohon 'outlook'nya mengenai potensi
koalisi
> > > dari kondisi terkini, mengingat sudah ada istilah-istilah kawin
paksa,
> > > matahari kembar, putra mahkota, chemistry, dlsb. Mengenai SBY +
> > > siapapun, kelihatannya tidak ada masalah; namun pengimbangnya: MS
+ ?,
> > > dan JK + ? (?). Terima kasih sebelumnya.
> > >
> > > -ekadj
>>> Eka, mau komentar aja, klo komentarnya cerdas, lucu, dan segar ...