Pak Risfan dan Chef Eko ysb, Kira-kira demikian Pak Risfan. Sebenarnya saya lagi asyik menonton berita, sedang menilai capres mana yang bakal membawa misi kita untuk memindahkan ibukot <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5283> a n <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5297> eg <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5350> ar <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/5461> a di awal masa pemerintahannya, atau kita masih harus menunggu satu priode pemerintahan lagi. Salam.
-ekadj --- In [email protected], Risfan M <risf...@...> wrote: > > Uda Ekadj dan Rekans ysh, > > Anthrop-spatial? Mengingatkan saya pada kuliah PAIS (Pengantar Arsitektur dan Ilmu Sosial)jaman dulu. Kuliahnya di arsitektur gabungan. > Dosennya Zaenudin dan Yuswadi Salya. > Yang saya ingat adalah bacaannya Koentjaraningrat (Anthrop-UI). Jadi tahu beda ciri arsitektur Bodi Chaniago vs Kotopiliang di Minang. > > Sejenis itukah tema kita mendatang? > > Salam, > RMunir > > > > -----Original Message----- > From: - ekadj 4ek...@... > Sent: Sunday, May 24, 2009 10:28 AM > To: [email protected] > Subject: [referensi] back to khittah [1 Attachment] > > [Attachment(s) from - ekadj included below] > > Pak Risfan ysh, Tentunya bapak yang paling concern dengan milis ini, karena sejak pertama kali milis berdiri bapaklah yang menanyakan termasuk mengarahkan lalu lintas diskusi kita. Memang fokus pada pengembangan daerah, penataan ruang, infrastruktur, lingkungan, permukiman, dst; namun 'pendekatan' (mazhab) bisa dengan jalan apa saja. Aliran mazhab tergantung mainstream, dan terus terang belum kelihatan yang terlalu dominan. Untuk permukiman, sudah ada milis khusus, termasuk perkotaan, kebudayaan, dan futurologi. Diskusi perumahan sebenarnya cukup banyak, jadi sebenarnya tergantung peminatan dan mood saja. Moderatornya juga beragam, ada yang pro-neolib dan ada yang anti-neolib. > > Sehingga kita terkadang perlu kopi darat, untuk evaluasi bersama tentang rencana ke depan. Kebetulan saja kopi darat kita terakhir banyak disinggung mengenai anthropo-spatial. Dengan mohon keizinan Pak BSP, saya sampaikan terlampir bahan diskusi kemarin. > > Dengan anthropo-spatial, spatial culture, atau apalah namanya; sebenarnya kita ingin melihat ruang bukan sebagai benda mati. Tapi fokus pada manusia dan alasannya berada di situ. Namun mohon pencerahannya juga pak, karena ini menyangkut 'ruang publik'. Salam. > > -ekadj > > > 2009/5/24 Risfan M risf...@... > > > > Dear All, > Terus terang saya baru tahu kalau referensi untuk "local development n antrhopo-social". > Saya kira cuma untuk "tata ruang", soal permukiman saja jarang dibahas. Termasuk keplanologian yang lain: housing, local/regional economic. > > Terimaksih penjelasannya. > > Salam > Risfan Munir > > From: ffekadj 4ek...@... > Sent: Saturday, May 23, 2009 9:36 PM > To: [email protected] > > Subject: [referensi] Re: Menakar Kesan Bahasa Arab, Inggris dan Latin (1) > > > > Pak Mod Eko ysh, saya kira `mazhab' milis ini masih seperti yang dulu, yaitu local development dan `anthropo-spatial' 1 2 3, yang sudah tidak layak lagi berada di pinggiran. Beberapa pendalaman yang laten terkait mungkin diperlukan, supaya sampai pada inti filosofik. > > . >

