Rekans ysh,

Gerbangkertosusila sudah digagas puluhan tahun lalu, jembatan suramadu mulai
dipancang enam tahun yang lalu...tetapi pengelolaan implementasinya
...mungkin bukan prioritas, sehingga.......?

Semoga penanganan LUSI (lumpur sidioarjo) tidak dianggap lepas dengan
gagasan-gagasan tersebut, semoga gagasan mencegah perusakan lingkungan laut
akibat polusi air lusi sejalan dengan pengembangan lingkungan pulau-laut
sebagai pengembangan gerbang...tsb, semoga pelestarian alam non kota
(terbangun) serasi dengan program penyediaan lahan pangan abadi serta
keberlanjutan luas lingkungan pendukung penduduk kota yang pertambahannya
terpancing oleh proyek-proyek di lokasi tersebut, semoga penduduk masa
depannya lebih arif lingkungan dalam mengembangkan tempat hidup generasi
masa depannya,....semoga pengaruhnya  tidak merusak habitat terbaik
(satu-satunya di pantai Jawa...?) nener bandeng yang berkembang diperairan
laut antara Madura dan Jawa....semoga konsep pembangunan sesuai gagasan yang
melandasi konsep dan proyek fisik setempat tidak hanya bersifat sektoral dan
seremonial monumental saja......
Quo vadis calon pemimpin bangsa kita....???

Salam,
ATA


2009/6/10 Risman Maris <[email protected]>

> Yth Pak Mod, Pak Efha, teman-teman,
> Tertarik usul Pak Efha tentang peran penting pantai utara Madura pasca
> jembatan, ingin berbagi konsep penataan ruang Gerbangkertasusila.
> Pertama, pada tataran sistem wilayah melihat Gerbangkertasusila sebagai
> satu sudut segitiga pertukaran barang/jasa dengan Banjarmasin dan Makasar
> --- bisa ditambahkan Balikpapan, sehingga praktis menelurkan empat buah
> segitiga interaksi ipoleksosbudhankamrata yang dahsyat ramai padat intensif.
> Perundingan dagang tiga-empat Gubernur terlibat menjadi dasar langkah
> pembangunan berikutnya di masing propinsi. Dengan mohon maaf, saya bawa ke
> alam pikiran 1996, periksa Attachment. Ada juga di Files milis ini.
> Kedua, pada tataran sistem internal perkotaan, mungkin Gerbangkertasusila
> perlu lebih melihat ke arah Kediri, sedangkan Malang lebih preservasi
> lingkungan hidup.  Bangkalan, dan bahkan seluruh bagian Barat Madura
> diperoyeksikan menjadi pemusatan urban life padat termodern dilengkapi
> industri manufaktur; sebagai langkah konkrit pertama penyeimbangan
> pembangunan bagian barat dengan bagian timur Indonesia; ada tim Jepang
> merencana Twin Cities waktu itu. Kini, bagaimana kalau sekalian
> menyelesaikan resettlement masyarakat korban Lumpur Sidoardjo juga?
> Ketiga, concern pemerintahan nasional adalah percepatan pertumbuhan urban
> way of life yang mengnasional-kosmopolitan, tidak provinsial, di setiap
> sudut segitiga pertumbuhan itu. Caranya banyak; tetapi dengan siapa kita
> berbicara? Dewan Perwakilan Daerah? Wapres?
>
> Wassalam,
> RMaris
>
>
>
>
>
> On Jun 8, 2009, at 2:43 PM, <[email protected]> <
> [email protected]> wrote
>
> Rekan2 referensiers semua ysh,
>
> Setidaknya tahun 2009 ini akan menjadi salah momen penting dalam sejarah
> pembangunan bangsa. Tahun ini, untuk pertama kali Indonesia akan memiliki
> sebuah jembatan dengan bentang sekitar 5 km yang menghubungkan 2 buah pulau
> besar yang berkepadatan cukup tinggi.
>
> Saya setuju dengan opini Pak Irwan yang mengharapkan adanya penyediaan
> armada angkutan umum bus yang intensif melayani pergerakan transportasi
> penumpang antara Bangkalan dan Surabaya. Selain mengurangi potensi
> pergerakan motor di jembatan (yang bisa jadi berangin keras, sehingga bisa
> memperbesar potensi kecelakaan di saat mengendarai motor sejauh 5 km dengan
> jalan lurus dan berangin, jadinya bikin ngantuk he he he), penyediaan
> angkutan umum tsb juga bisa memperluas "pasar properti" perumahan dan bahkan
> apartemen murah/sederhana di Bangkalan.
>
> Dengan adanya Jembatan Suramadu ditambah sediaan angkutan umum bis yg
> efektif, bangkalan yang jaraknya sekitar 20 km dari pusat kota Surabaya
> (setara dengan Driyorejo atau kota Sidoarjo), menawarkan potensi lahan bagi
> "penguraian benang kusut" persoalan penyediaan pemukiman di Surabaya dan
> sekitarnya. Dengan kondisi sebagian besar lahan yg berupa lahan kering, bisa
> jadi lebih baik Bangkalan menjadi wilayah pembangunan perumahan dan
> permukiman bagi perkembangan kota Surabaya, daripada terus menerus
> menjadikan wilayah Gresik, Mojokerto dan Sidoarjo yg lahannya jauh lebih
> subur sebagai wilayah perkembangan permukiman dan industri, dengan resiko
> pengurangan kualitas ketahanan pangan wilayah tsb.
>
> Bangkalan bisa juga dijadikan kawasan pembangunan tower/tower rusun
> sewa/milik murah sebagai salah satu implementasi pembangunan urban public
> housing, dengan menggunakan aktivitas industri manufaktur dan pelabuhan
> sebagai "gula-gula"-nya di masa depan.
>
> Panjang pantai yang "berlimpah" dengan tingkat sedimentasi rendah di
> Bangkalan mungkin menawarkan tempat untuk "relokasi" atau "perluasan" bagi
> aktivitas pelabuhan di Tanjung Perak, sehingga Tanjung Perak yg saat ini
> memiliki fungsi yg bertumpuk (pelabuhan barang domestik dan LN, penumpang
> dan bahkan pangkalan militer), bisa dikembangkan secara lebih
> terspesialisasi di masa depan dengan memindahkan beberapa fungsinya ke
> Bangkalan. Selain itu, Bangkalan juga
>
>
>
> --- On *Mon, 6/8/09, Irwan Prasetyo <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Irwan Prasetyo <[email protected]>
> Subject: RE: [referensi] SURAMADU
> To: [email protected]
> Date: Monday, June 8, 2009, 9:17 AM
>
>
> Kalau saya ingin juga mengangkat issue pengoperasian lalu-lintasnya.
> Yang saya khawatirkan sekarang adalah motor-motor yang akan melewati
> jembatan tersebut. Melihat perilaku pengendara motor di Indonesia, yang
> kredit kepemilikannya cuman modal KTP, bagaimana nanti tingkat kecelakaan
> disitu?
>
> Dengan panjang jalan mungkin kurang lebih 5 km, kecepatan motor bisa
> sampai 100 km, dan anginnya sangat besar, bahkan bisa menggeser mobil,
> lokasi tersebut sangat rentan bagi pengendara motor.
>
> Saya usul diadakan Park and Ride motor saja diujung jembatannya, biar
> angkutan umum saja yang melewati jalan tersebut.
>
> Jasa Marga sebelumnya pernah mengelola Jembatan Jamuna 5 km di Bangladesh,
> yang lewat rata-rata 6000 kendaraan per hari, motornya cuman 120 per
> hari. Saya ga tau yang di Suramadu, it still worries me..
>
> Irwan Pras
> ------------ --------- --------- --------- ----
>
> Sepertinya yang ditawarkan P.Madura adalah ruang,.. Kalau bukan untuk
> industry, yah sepertinya untuk permukiman,.
>
> Para developer real estate mungkin akan menangkap peluang itu dengan
> menyulap, kawasan2 deket ujung gerbang suramadu di P.Madura dgn proyek2
> perumahan,.. . biar mereka penduduk yang merasa sumpek dengan Surabaya,
> mungkin akan melirik2 ke Madura, kalau developer itu mampu menawarkan
> sebuah
> dormitory town yang nyaman dan tentram,.. Pasarnya ya mereka kaum menegah
> ke atas yang bisa beli mobil, nyewa sopir, yang banyak lokasi kegiatannya
> dekat dengan kawasan di ujung jembatan di "mainland",. .
>
> Mungkinini analisa ngawur,.. hehehehehe
>
> Regards,
>
> dwiagus
>
> http://bdwiagus. blogspot. com <http://bdwiagus.blogspot.com/>
>
> http://bdwiagus. multiply. com <http://bdwiagus.multiply.com/>
>
> "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
> watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White
>
> :::... Indo-MONEV ...:::
>
> Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
> anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised
> to
> the work on monitoring and evaluation and other related development issues
> including development aid works, particularly in Indonesia.
>
> Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups. 
> com<http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=indo-monev-subscribe%40yahoogroups.com>
>
> Find also Indo-MONEV in facebook:
> <http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 
> 127&ref=ts<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
> >
> http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 
> 127&ref=ts<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
>
> From: refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>
>  [mailto:refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>]
> On
> Behalf
> Of Iman soedradjat
> Sent: 08 June 2009 08:21
> To: refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>
> Subject: Re: [referensi] SURAMADU
>
> pak BTS,
>
> Idea dibangunnya jembatan SURAMADU dari awal saya juga mempertanyakan,
> untuk
> mendorong apa jembatan tersebut di bangun? Ada apa dengan P. Madura?dan
> apa
> yang bisa diperbuat oleh Surabaya?. Apakah sudah ada energi potensil di
> daratan Surabaya sekitarnya ut mendorong pengembangan P. Madura.
>
> Mungkin cita citanya sama pada saat membangun Jembatan Jalan dan Jembatan
> yg
> menghubungkan Batam - Rempang - Galang (Barelang), Jembatan tsb dibangun
> untuk mendorong pembangunan P. Rempang dan Galang, tapi toh setelah
> berpuluh
> tahun Jembatan/Jalan dibangun, P. Rempang dan Galang ya, seperti itu2
> juga.
> Lebih optimis Barelang ini berkembang melihat potensi potensi yg dipunyai
> oleh P. Batam serta kedudukan strategis Barelang ini dekat dengan
> Singapura.
>
> Okelah, seandainya kita mau membangun kawasan kawasan Industri di Pulau
> Madura, untuk memberikan fungsi signifikan terhadap jembatan SURAMADU,
> kitapun bisa belajar dari pembangunan kawasan-kawasan Industri di P.
> Batam,
> Lobam dan Lagoi di Bintan yg betul-betul sdh disiapkan lahannya. Kawasan
> Industri Lobam seluas kurang lebih 4.000 Ha, efektif yg baru dibuka adalah
> hanya 105 Ha (2,6%), sementera kawasan Wisata Lagoi
> seluas 23.000 hanya 10% yg efektif telah dimanfaatkan setelah puluh tahun
> dibuka. Mungkin komparasi ini tidak setara, tapi kita bisa belajar seperti
> apa yang perlu dilakukan thp P. Madura, yg tgl 10 juni ini akan dibuka.
>
> Tabek
> --- On Sun, 6/7/09, Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. 
> com<http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=btsamiadji%40yahoo.com>>
> wrote:
>
> From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. 
> com<http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=btsamiadji%40yahoo.com>
> >
> Subject: [referensi] SURAMADU
> To: refere...@yahoogrou 
> ps.com<http://us.mc01g.mail.yahoo.com/mc/compose?to=referensi%40yahoogroup+s.com>
> Date: Sunday, June 7, 2009, 8:21 PM
>
> Dear all.
>
> Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura sebentar lagi
> diresmikan. Kita ingat bahwa ide menyambung dua pulau (Jawa dan Madura)
> sudah lama sekali. Pak Harto (bersama Liem Swie Liong) telah memprakarsai.
> Pada waktu itu Pemerintah lagi giat-giatnya membangun kawasan industri dan
> inginnya Madura sebagai pusat industri baru (dengan investornya para
> konglomerat) . Upayanya adalah membujuk warga Madura agar daerahnya boleh
> dijadikan pusat industri dengan membangun Universitas Bangkalan yang
> modern.
> Setelah dibangun,... orang Madura ogah. Madura hanya boleh dibangun
> industri
> ringan-ringan saja. Karena itu ide membangun jembatan Suramadu gugur
> karena
> bila hanya industri ringan, buat apa harus membangun jembatan yang mahal
> itu? Tapi komitmen membangun jembatan Suramadu sangat kuat, utamanya
> komitmen dari mantan Gubernur Moch Noer dan gubernur-gubernur Jatim
> berikutnya. Akhirnya, setelah mendapat pinjaman lunak (kalau nggak salah
> dari Jepang),
> Pemerintahan Megawati mulai membangun setengah jalan dan terus dilanjutkan
> oleh Pemerintahan SBY-Kalla.
>
> Rencananya, Jembatan Suramadu itu menjadi jembatan tol dan sepeda motor
> boleh ikut masuk. PP 15/2005 yang hanya mengijinkan kendaraan roda empat
> sehingga PPnya harus dikoreksi. Yang menjadi pertanyaan apakah Jembatan
> Tol
> Suramadu akan berhasil, dalam arti untung karena jumlah kendaraan yang
> lewat
> akan banyak?
>
> Umumnya, jalan tol yang untung itu adalah yang menghubungkan 2 pole yang
> sama-sama kuat dan jalan tol dalam kota (untuk menghindari kemacetan).
> Jalan
> tol yang menghubungkan 2 pole yang kuat misalnya antara Jakarta dan
> Bandung;
> Jakarta dan Bogor; jakarta dan Tangerang. Jalan Tol yang menghubungan 2
> pole
> yang kurang kuat, umumnya mengalami kerugian, alias jumlah kendaraan yang
> lewat tidak memenuhi batas ambang untung (biasanya 25 ribu per hari).
> Jalan
> tol yang tidak untung antara lain : Belmera yang menghubungkan Medan dan
> Belawan/Tanjung Morawa dan ruas tol Serang dan Merak. Beberapa tender
> jalan
> tol yang menghubungkan 2 pole yang tidak seimbang, misalnya
> Semarang-Demak,
> Solo-Ngawi, Medan - Kuala Namu kurang diminati investor.
>
> Bagaimana prospek Jembatan Suramadu yang menghubungan Surabaya (Jawa
> Timur)
> yang kuat dan Madura yang kurang kuat? Apakah jembatan Suramadu itu
> menguntungkan? Hemat saya, kalau posisi Madura tetap seperti apa adanya,
> dan
> hanya boleh untuk industri ringan, maka kemungkinan akan kurang
> menguntungkan karena traffic generation-nya sangat lemah. Nah di sinilah
> peran perencana pembangunan termasuk Planner perlu memikirkan strategi
> pengembangan Madura. Untuk itu pertanyaannya, apakah RTR Madura sudah
> mengakomodir pembangunan aneka industri yang tidak terbatas industri
> ringan
> saja, di mana lokasi-lokasi kawasan industrinya, bagaimana kesiapan
> masyarakat Madura untuk menerima pendatang dan kehidupan baru akibat
> industrialisasi, apa regulasi yang diperlukan untuk itu, dan banyak lagi
> enginering yang musti dilakukan terhadap Madura. Kalau tidak, nasibnya
> seperti jembatan Barelang (Batam-Rempang- Galang), cuma bagus di foto-foto
> saja.
>
> Bagaimana pendapat teman-teman?
>
> Thanks. CU. BTS.
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke