Rekan EkoBK ysh, 
  
Trims atas tanggapannya maupun atas infonya ttg situs2 terkait…... 
Saya kira kalau utk soal masalah berselancar didunia maya ini utk mendapatkan 
info2 yg canggih semua orang juga sudah pada jago…… takutnya begitu selesai 
lalu sudah juga…. hanya ditaruh….. 
Saya kira apa yg lbh perlu kita pikirkan dan prihatinkan adlh ttg bgmn cara 
menggiring wacana keruangan agar dpt menuju pada konkretisasinya …….. sehingga 
dgn demikian kita bisa beranjak atau beringsut sedikit dari posisi idle kita yg 
sebenarnya memalukan…… maksud saya agar konstelasi kota2 besar kita dpt 
bertambah….…dimana saya kira paradigma perencanaan  kota perlu bergeser lbh 
pada teknik  land readjusment  misalnya... utk lebih menata desain2 jalan dgn 
membuatkan hitungan2 agar pemilik lahan tak merugi namun kwalitas kota dpt 
ditingkatkan………. 
Krn masa iya sudah pada nggak pada punya rasa risih dan malu sih….. atas 
science  teknologi keruangan yg dimiliki dan digeluti……. Yg ditimang2, 
dirahasia2in  dan dijual2 mahalin…. Tapi nyatanya tak membuat kemajuan sedikit 
beringsut dari keadaan yg ada dinegeri ini….. padahal teknologi dibidang lain 
telah pada berkembang pesat……….   
Dinomor berikut sbg lanjutan dari nomor ini sebenarnya saya mau kemukakan ttg 
konstelasi kota2 negeri kita hari ini…… agar dpt dibandingkan dng 4 contoh 
negara yg sdh saya kemukakan itu…… dan agar dpt memicu semangat baru……… 
Saya berharap dgn itu masyarakat planner Indonesia bisa bangun dari tidurnya 
dan dari mimpinya ttg mimpi2 mikro keruangan terus utk membuat siteplan utk 
kota2 kecil terus….. menghindar dari kota2 metropolitan sbg pemikiran makro…..  
berpikir utk kota2  mini komersial  pesanan para developer dgn taman hijau, 
pohon yg rindang dan burung berkicau…… kota dgn rumah2 yg harus dicicil dgn 
KPR….. padahal utk orang lolos seleksi KPR… mana bisa si debitur tidak menjadi 
dulu pegawai tingkatan menengah pada perusahaan2 besar dgn gaji cukup… dimana 
perusahaan2 besar itu dimana lagi lokasinya kalau tidak dikota2 besar/ 
metropolis?........ lalu dimana lagi kalau tidak lagi2 di Jawa dan seputar 
Bodetabek? ....atau Gerbangkertosusila, Bandung atau Joglosemar………..     
Saya juga menyayangkan perhatian2 yg terpaku pada rencana2 siteplan  ruang2 yg 
telah dibebaskan oleh para developer didaerah2 suburban…. Lalu kenapa planners 
nanti dgn centilnya lalu membuatkan  rencana jalan2 yg meliuk2 eksklusif 
didalamnya, utk menunjukkan bhw mereka bener anak2 sekolahan planning yg elit 
(krn kalau membuat  jalan2 lurus dan prapatan mungkin khawatir diejek kok  gak 
beda spt anak STM saja) ……. Samasekali tak terpikirkan bhw bila semua developer 
membuat pola jalan yg meliuk2 eksklusif gitu (lalu pasangan akrabnya adlh 
portal, tembok pemisah, satpaam  dan polisi tidur)……… lalu bgmn akan 
dikembangkan sistem jaringan jalan2 utama kota secara keseluruhan agar 
integrated dan saling nyambung?.......… 
Padahal kita melihat bgmn rencana jalan yg walau hanya pola gridiron tapi  
justru banyak sekali dikembangkan di  AS dan memudahkan perkembangan kota …. 
Sampai2 nama2 jalan disanapun tak harus nama2 pahlawan… tapi cukuplah nama 
seperti  72th North West Street... 90th North WestStreet... 120th North East 
Street dsb….. krn semuanya hampir serba lurus dalam kotak2……mereka lebih 
pentingkan teknologi, pemasaran dan employment serta aktivitas ekonomi dari 
ruang2 yg telah mendapat akses pada jalan...... 
Kita maupun pmrth pemda kurang memikirkan bgmn agar masing2 kompleks dvlpr 
dapat saling menyambungkan jalan2 utamanya.. dan agar seluruhnya dapat 
membentuk sistem  jaringan  jalan2 utama kota agar secara keseluruhan  kota dpt 
berkembang cepat  dan ruang2 disetiap pojoknya lalu menjadi  sama berharganya 
dan mudah utk dikembangkan (seorang sahabat bilang, dvlprnya gak bakal mau 
katanya)………. 
Mestinya khan planner atau asosiasi planner atau pmrth pusat dpt menyarankan 
pada para pemda agar mewajib/ syaratkan pada para developer utk agar mereka 
harus saling menyambungkan jalan2 utama mereka satu sama lain agar terbentuk 
sistem jaringan jalan2 utama seluruh kota yng saling menyambung….. hingga 
lalulintaspun dapat merata melalui semua jalan2 dan mengurangi macet akibat 
pola2 jalan yg akhirnya jadi linier…….. 
Jadi perhatian planner yg sdg dapat pesanan  kerjaan demikian lbh patuh 
mementingkan (pesanan) ttg perkaplingannya ruang…. Dan bukan perhatian 
idealisme kepada sistem jalan2nya seluruh kota .. sebagai sistem mobilitas 
manusia……… dan bukan kota dgn garis demarkasi, satpam dan portal 
disana-sini....... 
Utk Eyang Suhadi ysh…… makanya mohon maafkan saya….itulah menunjukkan…….. 
jangankan kok kita mau mempersambungkan hari ini planning dan budaya……. Lha 
wong memulai dgn menyambungkan planning dan ekonomi  dan kesempatan kerja saja 
sudah alotnya bukan main?!?.......... 
Salam,

--- On Wed, 6/10/09, Eko B K wrote:


From: Eko B K 
Subject: Re: [referensi] Re: (18) Berpusing2 Dgn Hirarkhi Ruang/ Kota
To: [email protected]
Date: Wednesday, June 10, 2009, 10:45 AM












Pak Aby dan rekan milisters ysh, 


Terdapat juga studi ttg network kota2 dunia (world cities) yg hasil risetnya 
dan data2nya dapat dilihat for free di sini:


http://www.lboro. ac.uk/gawc/




utk Indonesia, dapat dilihat di mana posisi Jakarta diantara kota2 tsb... 
beberapa data juga menampilkan posisi Medan, Bandung, Surabaya...


salam..

--- On Wed, 6/10/09, hengky abiyoso wrote:


From: hengky abiyoso 
Subject: [referensi] Re: (18) Berpusing2 Dgn Hirarkhi Ruang/ Kota
To: refere...@yahoogrou ps.com
Cc: pl...@yahoogroups. com
Date: Wednesday, June 10, 2009, 6:45 PM









Milisters ysh, 

Berikut adalah gambaran kasar sederhana tentang (sistem) kota2 secara nasional 
dari 4 negara, 3 yg pertama adalah 3 terbesar jumlah penduduknya diatas 
Indonesia…. Dan yg ke-4 adalah Jepang, yg walau jumlah penduduknya no.10 besar 
dunia…. Namun sbg negara maju patut juga ia menjadi salah satu sumber inspirasi 
bagi membangun sistem kota2 kita secara nasional………. Persebaran kota2 sekaligus 
menggambarkan persebaran dari konsentrasi2 pemukiman penduduknya. ...... dan 
kota2 besar adalah mesin2 perekonomian dan pertumbuhan serta pusat2 kesempatan 
kerja, teknologi dan inovasi..... ..... 

China : 

Dengan lbh dari 1.3 milyar jiwa (2003) sebagai negeri berpenduduk terbanyak 
nomor satu 
dunia…………                                                                                            
 Dari 50 kota terbesar negeri ini….. terdapat 3 kota mega (Shanghai, 18,5 jt; 
Beijing, 21.1 jt; Guangzhou-Foshan 13.5 jt ….Hongkong-Shenzhen 15.8 jt  …… atau 
4 kota mega bila disertakan juga  Chengdu-Chongqing (12jt)…… 

Selebihnya adalah 3 kota berpenduduk  6.7 juta  - 8.5 juta….. lalu berikutnya 
adlh 34 kota antara  2,1 juta – 5,2 juta jiwa…….  lalu 9 kota berpenduduk 1,1 – 
1,3 juta…… 

Dpt dibayangkan berapa banyak kota lagi berpenduduk  1 juta lainnya diluar yg 
50 terbesar tadi,  juga  berapa banyak lagi  kota2 dgn penduduk diatas 500rb 
jiwa…. Dimana semua kota2 terbesar tersebut adalah  dlm kerangka sebagai bagian 
dari mesin ekonomi dan mesin pertumbuhan serta mesin penciptaan kesempatan 
kerja dari negeri itu.…… 

GDP per capita China  yg  pada masa awal orba bisa kita pandang lebih rendah 
sambil berdehem mengejek karena kita baru saja memulai ekonomi terbuka dan 
memperoleh pinjaman LN yg demikian besarnya…. saat ini GDP China  adalah  US$ 
5.963 (IMF) atau US$ 5.345 (World Bank) atau  US$ 6.000 (CIA)…… diatas 
Indonesia  yg 3700 – 4000 dollar…….China  saat ini adalah salah satu kekuatan 
ekonomi raksasa dunia yang paling diperhitungkan……… 

  

India: 

Dengan penduduk sebanyak 1.17 milyar jiwa dan menjadi negeri berpenduduk 
terbesar kedua dunia……… 
Dari 42 kota terbesar dinegri ini……terdapat 2 kota megapolitan :  Mumbai 13.9 
jt dan Delhi 12.2 jt……keduanya terpisah dgn jarak sekitar 1200km.... yg bila 
ditambah dengan (semula) kota terbesar ketiga Kolkata (Calcutta) (5.0 jt jiwa)… 
ketiga kota terbesar ini lalu membentuk segitiga dgn sisi-sinya secara kasar 
sekitar 2500km-1200km- 2700km…. atau bila disertakan juga kota terbesar ke-4 
(tapi kini jadi ke-3) …Bangalore yg juga berdekatan dgn kota terbesar ke-5 
Chennai (4.5jt)…. Maka terbentuk segiempat yg strategis dan secara merata cukup 
mengcover layanan pada daerah belakang sekitarnya….. 
Lalu disusul kota2 terbesar berikutnya berpenduduk antara 3.9jt – 5.3 jt 
(Ahmedabad, Hyderabad, Chennai/ Madras, Bangalore)…… 
Lalu 8 kota berikutnya berpenduduk antara 2.4jt – 3.9 jt (dari Nagpur sampai 
Pune dan Hyderabad)…… 
Lalu 29 kota berikutnya berpenduduk  antara 1.0 jt – 1.8 jt (Jodhpur s/d 
Patna)……. Lalu bayangkan sendiri kota2 dgn penduduk 0.5 jt sampai 1.0 juta… 
atau tambahkan juga kota2nya yg berukuran 0.2 jt – 0.5 jt……. 
Itulah modal mesin ekonomi negeri India yg dengan industrialisasi serta 
manufakturnya lumayan mampu menghantarnya penduduknya yg 1.1.7 milyar jiwa itu 
utk ber GNP US$ 2.762 (IMF) atau US$ 2.753 (WB) atau US$ 2.800 (CIA)……… 
  
USA : 
Dengan penduduk  306 juta (2009) dan menjadi terbesar ketiga dunia……. 
Disana terdapat 3 kota megapolitan (New York, 19.0 jt;  Los Angeles 12.8 jt; 
Chicago, 9.6 jt)……. 
Selanjutnya terdapat 6 kota metropolitan terbesar berikutnya berpenduduk  5.3jt 
- 6.3 jt (Washington s/d Dallas)……. Lalu 6 kota metropolitan  terbesar 
berikutnya lagi berpenduduk   3.0 -- 4.5 jt (San Diego s/d Boston)……. Kemudian 
12 kota metropolitan terbesar berikutnya berpenduduk  2.0 jt  - 2.8 jt (Kansas 
City s/d St. Louis)….. disusul 23 kota metropolitan terbesar berikutnya 
berpenduduk  1.0 jt – 1.8 jt (Tucson s/d Las Vegas)……….. 
14 kota terbesar berikutnya (dan masa iya bukan berstatus metropolitan juga) 
berpenduduk  0. 77jt  -- 0.9 jt  ( Wyoming s/d  Tulsa)…….. lalu berikutnya 34 
kota terbesar lainnya berpenduduk 0.5 jt – 0.77 jt (Daytona s/d Baton Rouge)……… 
dan ta usah dibahas tentang kota2 berpenduduk 0.2 jt- 0.5jt yg tentu banyak 
sekali………. Itulah sistem kota2 secara nasional di AS……… 
Saat ini AS dengan GDP US$ 46,859 (IMF) atau US$ 45.790 (World Bank) atau US$ 
47.000 (CIA)…….. adalah salah satu raksasa ekonomi utama didunia…….. 
  
Jepang: 
Dgn  penduduk juta 127 jt jiwa (2007) no. 10 terbesar dunia dibawah Brazil, 
Pakistan, Bangladesh, Nigeria dan Rusia…… namun Jepang menarik utk dijadikan 
contoh juga…….. 
Terdapat disana 3 kawasan megapolitan/ Greater metropolis  terbesar ialah 
Tokyo-Yokohama- Chiba (34.4jt), Osaka-Kobe-Kyoto (18.6jt) dan Nagoya  
(8.7jt)……. 
Kawasan metropolitan ke-4 terbesar adalah Fukuoka-Kitakyushu (5.4jt)…… lalu 3 
kota metropolitan terbesar berikutnya adlh Sapporo (2.5jt), Sendai (2.1jt), 
Hiroshima (2.0jt)…….lalu 5 kota metropolitan berikutnya berpenduduk 1.0jt – 
1,.6 jt (Kagoshima s/d Okayama)……… lalu dibawahnya adalah lebih dari 100 kota2 
berpenduduk antara 200rb – 1.0 jt…….. semuanya baik disengaja atau tidak adalah 
merupakan bentuk sistem kota secara nasional dinegeri itu yang adalah menjadi 
mesin utama perekonomian dan pertumbuhan…….. 
Walau Jepang adalah negeri kepulauan juga….. namun yg  menguntungkan lagi 
adalah 75% penduduknya tinggal dipulau terbesarnya Honshu….. jadi selain tak 
memerlukan program transmigrasi yg rumit utk distribusi penduduknya utk 
menyeberang pulau2….. jumlah kota2 besar yg banyak dipulau Honshu yg luasnya 
tak lebih dari Sumatera.... . menyebabkan jarak2 saling berdekatan (distance, 
density : World Bank)….. sehingga aspek transportasi bukanlah faktor yg berat 
menyiksa spt keadaan dibanyak wilayah tanah air kita……… 
GDP Jepang adalah US$34.000 (IMF), US$33.525 (WB), US$34.200 (CIA)…… 
  
Bagaimana dengan situasi sistem kota-kota kita di Indonesia sbg negara dgn 
jumlah penduduk no. 4 terbesar dunia dan luas wilayah hampir sama dgn 
USA ?........... .. 
  
Salam,


















      

Kirim email ke