Pak Risman ysh, agak tergetar hati saya bila satu rumusan komponen dari
trilogi <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/8689> 
jiwaberjaya-wening-kreatifitas saya peroleh dari pemikiran sang
mahaguru, yaitu: "penguasaan geometri ruang". Kalau boleh saya tempatkan
hal ini pada poin 2 dari jiwaberjaya, setelah yang pertama adalah
macro-historical analysis
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/8723> .

Beberapa teladan masa lalu
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1686>  menunjukkan hal
ini, dan melekat sampai sekarang, dan juga digunakan dalam peraihan
suara capres sekarang: pesisiran, mataraman, tapal kuda, iramasuka, dst.

Mudah-mudahan cakrawala Surabandang dan Suramadu ini dapat membuka
perspektif geometri ruang kita. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Risman Maris <par...@...> wrote:
>
> Yth Pak Mod, Pak Efha, teman-teman,
> Tertarik usul Pak Efha tentang peran penting pantai utara Madura
> pasca jembatan, ingin berbagi konsep penataan ruang
Gerbangkertasusila.
> Pertama, pada tataran sistem wilayah melihat Gerbangkertasusila
> sebagai satu sudut segitiga pertukaran barang/jasa dengan Banjarmasin
> dan Makasar --- bisa ditambahkan Balikpapan, sehingga praktis
> menelurkan empat buah segitiga interaksi ipoleksosbudhankamrata yang
> dahsyat ramai padat intensif. Perundingan dagang tiga-empat Gubernur
> terlibat menjadi dasar langkah pembangunan berikutnya di masing
> propinsi. Dengan mohon maaf, saya bawa ke alam pikiran 1996, periksa
> Attachment. Ada juga di Files milis ini.
> Kedua, pada tataran sistem internal perkotaan, mungkin
> Gerbangkertasusila perlu lebih melihat ke arah Kediri, sedangkan
> Malang lebih preservasi lingkungan hidup. Bangkalan, dan bahkan
> seluruh bagian Barat Madura diperoyeksikan menjadi pemusatan urban
> life padat termodern dilengkapi industri manufaktur; sebagai langkah
> konkrit pertama penyeimbangan pembangunan bagian barat dengan bagian
> timur Indonesia; ada tim Jepang merencana Twin Cities waktu itu. Kini,
> bagaimana kalau sekalian menyelesaikan resettlement masyarakat korban
> Lumpur Sidoardjo juga?
> Ketiga, concern pemerintahan nasional adalah percepatan pertumbuhan
> urban way of life yang mengnasional-kosmopolitan, tidak provinsial, di
> setiap sudut segitiga pertumbuhan itu. Caranya banyak; tetapi dengan
> siapa kita berbicara? Dewan Perwakilan Daerah? Wapres?
>
> Wassalam,
> RMaris
>
>
>
>
>
> On Jun 8, 2009, at 2:43 PM, efha_mardians...@... efha_mardians...@...
> > wrote
>
> > Rekan2 referensiers semua ysh,
> >
> > Setidaknya tahun 2009 ini akan menjadi salah momen penting dalam
> > sejarah pembangunan bangsa. Tahun ini, untuk pertama kali Indonesia
> > akan memiliki sebuah jembatan dengan bentang sekitar 5 km yang
> > menghubungkan 2 buah pulau besar yang berkepadatan cukup tinggi.
> >
> > Saya setuju dengan opini Pak Irwan yang mengharapkan adanya
> > penyediaan armada angkutan umum bus yang intensif melayani
> > pergerakan transportasi penumpang antara Bangkalan dan Surabaya.
> > Selain mengurangi potensi pergerakan motor di jembatan (yang bisa
> > jadi berangin keras, sehingga bisa memperbesar potensi kecelakaan di
> > saat mengendarai motor sejauh 5 km dengan jalan lurus dan berangin,
> > jadinya bikin ngantuk he he he), penyediaan angkutan umum tsb juga
> > bisa memperluas "pasar properti" perumahan dan bahkan apartemen
> > murah/sederhana di Bangkalan.
> >
> > Dengan adanya Jembatan Suramadu ditambah sediaan angkutan umum bis
> > yg efektif, bangkalan yang jaraknya sekitar 20 km dari pusat kota
> > Surabaya (setara dengan Driyorejo atau kota Sidoarjo), menawarkan
> > potensi lahan bagi "penguraian benang kusut" persoalan penyediaan
> > pemukiman di Surabaya dan sekitarnya. Dengan kondisi sebagian besar
> > lahan yg berupa lahan kering, bisa jadi lebih baik Bangkalan menjadi
> > wilayah pembangunan perumahan dan permukiman bagi perkembangan kota
> > Surabaya, daripada terus menerus menjadikan wilayah Gresik,
> > Mojokerto dan Sidoarjo yg lahannya jauh lebih subur sebagai wilayah
> > perkembangan permukiman dan industri, dengan resiko pengurangan
> > kualitas ketahanan pangan wilayah tsb.
> >
> > Bangkalan bisa juga dijadikan kawasan pembangunan tower/tower rusun
> > sewa/milik murah sebagai salah satu implementasi pembangunan urban
> > public housing, dengan menggunakan aktivitas industri manufaktur dan
> > pelabuhan sebagai "gula-gula"-nya di masa depan.
> >
> > Panjang pantai yang "berlimpah" dengan tingkat sedimentasi rendah di
> > Bangkalan mungkin menawarkan tempat untuk "relokasi" atau
> > "perluasan" bagi aktivitas pelabuhan di Tanjung Perak, sehingga
> > Tanjung Perak yg saat ini memiliki fungsi yg bertumpuk (pelabuhan
> > barang domestik dan LN, penumpang dan bahkan pangkalan militer),
> > bisa dikembangkan secara lebih terspesialisasi di masa depan dengan
> > memindahkan beberapa fungsinya ke Bangkalan. Selain itu, Bangkalan
> > juga
> >
> >
> >
> > --- On Mon, 6/8/09, Irwan Prasetyo p...@... wrote:
> >
> > From: Irwan Prasetyo p...@...
> > Subject: RE: [referensi] SURAMADU
> > To: [email protected]
> > Date: Monday, June 8, 2009, 9:17 AM
> >
> >
> > Kalau saya ingin juga mengangkat issue pengoperasian lalu-lintasnya.
> > Yang saya khawatirkan sekarang adalah motor-motor yang akan melewati
> > jembatan tersebut. Melihat perilaku pengendara motor di Indonesia,
> > yang
> > kredit kepemilikannya cuman modal KTP, bagaimana nanti tingkat
> > kecelakaan
> > disitu?
> >
> > Dengan panjang jalan mungkin kurang lebih 5 km, kecepatan motor bisa
> > sampai 100 km, dan anginnya sangat besar, bahkan bisa menggeser
mobil,
> > lokasi tersebut sangat rentan bagi pengendara motor.
> >
> > Saya usul diadakan Park and Ride motor saja diujung jembatannya,
biar
> > angkutan umum saja yang melewati jalan tersebut.
> >
> > Jasa Marga sebelumnya pernah mengelola Jembatan Jamuna 5 km di
> > Bangladesh,
> > yang lewat rata-rata 6000 kendaraan per hari, motornya cuman 120 per
> > hari. Saya ga tau yang di Suramadu, it still worries me..
> >
> > Irwan Pras
> > ------------ --------- --------- --------- ----
> >
> > Sepertinya yang ditawarkan P.Madura adalah ruang,.. Kalau bukan
untuk
> > industry, yah sepertinya untuk permukiman,.
> >
> > Para developer real estate mungkin akan menangkap peluang itu dengan
> > menyulap, kawasan2 deket ujung gerbang suramadu di P.Madura dgn
> > proyek2
> > perumahan,.. . biar mereka penduduk yang merasa sumpek dengan
> > Surabaya,
> > mungkin akan melirik2 ke Madura, kalau developer itu mampu
menawarkan
> > sebuah
> > dormitory town yang nyaman dan tentram,.. Pasarnya ya mereka kaum
> > menegah
> > ke atas yang bisa beli mobil, nyewa sopir, yang banyak lokasi
> > kegiatannya
> > dekat dengan kawasan di ujung jembatan di "mainland",. .
> >
> > Mungkinini analisa ngawur,.. hehehehehe
> >
> > Regards,
> >
> > dwiagus
> >
> > http://bdwiagus. blogspot. com
> >
> > http://bdwiagus. multiply. com
> >
> > "The most difficult thing in the world is to know how to do a thing
> > and to
> > watch somebody else doing it wrong, without comment." - T. H. White
> >
> > :::... Indo-MONEV ...:::
> >
> > Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
> > anywhere in the world who are interested, dedicated, and
> > profesionalised
> > to
> > the work on monitoring and evaluation and other related development
> > issues
> > including development aid works, particularly in Indonesia.
> >
> > Join in by sending an email to: indo-monev-subscrib e...@yahoogroups.
com
> >
> > Find also Indo-MONEV in facebook:
> > <http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts>
> > http://www.facebook .com/group. php?gid=34091848 127&ref=ts
> >
> > From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:refere...@yahoogrou ps.com]
> > On
> > Behalf
> > Of Iman soedradjat
> > Sent: 08 June 2009 08:21
> > To: refere...@yahoogrou ps.com
> > Subject: Re: [referensi] SURAMADU
> >
> > pak BTS,
> >
> > Idea dibangunnya jembatan SURAMADU dari awal saya juga
mempertanyakan,
> > untuk
> > mendorong apa jembatan tersebut di bangun? Ada apa dengan P. Madura?
> > dan
> > apa
> > yang bisa diperbuat oleh Surabaya?. Apakah sudah ada energi potensil
> > di
> > daratan Surabaya sekitarnya ut mendorong pengembangan P. Madura.
> >
> > Mungkin cita citanya sama pada saat membangun Jembatan Jalan dan
> > Jembatan
> > yg
> > menghubungkan Batam - Rempang - Galang (Barelang), Jembatan tsb
> > dibangun
> > untuk mendorong pembangunan P. Rempang dan Galang, tapi toh setelah
> > berpuluh
> > tahun Jembatan/Jalan dibangun, P. Rempang dan Galang ya, seperti
itu2
> > juga.
> > Lebih optimis Barelang ini berkembang melihat potensi potensi yg
> > dipunyai
> > oleh P. Batam serta kedudukan strategis Barelang ini dekat dengan
> > Singapura.
> >
> > Okelah, seandainya kita mau membangun kawasan kawasan Industri di
> > Pulau
> > Madura, untuk memberikan fungsi signifikan terhadap jembatan
SURAMADU,
> > kitapun bisa belajar dari pembangunan kawasan-kawasan Industri di P.
> > Batam,
> > Lobam dan Lagoi di Bintan yg betul-betul sdh disiapkan lahannya.
> > Kawasan
> > Industri Lobam seluas kurang lebih 4.000 Ha, efektif yg baru dibuka
> > adalah
> > hanya 105 Ha (2,6%), sementera kawasan Wisata Lagoi
> > seluas 23.000 hanya 10% yg efektif telah dimanfaatkan setelah puluh
> > tahun
> > dibuka. Mungkin komparasi ini tidak setara, tapi kita bisa belajar
> > seperti
> > apa yang perlu dilakukan thp P. Madura, yg tgl 10 juni ini akan
> > dibuka.
> >
> > Tabek
> > --- On Sun, 6/7/09, Bambang Tata Samiadji btsamia...@yahoo. com>
> > wrote:
> >
> > From: Bambang Tata Samiadji btsamia...@yahoo. com>
> > Subject: [referensi] SURAMADU
> > To: refere...@yahoogrou ps.com
> > Date: Sunday, June 7, 2009, 8:21 PM
> >
> > Dear all.
> >
> > Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura sebentar
lagi
> > diresmikan. Kita ingat bahwa ide menyambung dua pulau (Jawa dan
> > Madura)
> > sudah lama sekali. Pak Harto (bersama Liem Swie Liong) telah
> > memprakarsai.
> > Pada waktu itu Pemerintah lagi giat-giatnya membangun kawasan
> > industri dan
> > inginnya Madura sebagai pusat industri baru (dengan investornya para
> > konglomerat) . Upayanya adalah membujuk warga Madura agar daerahnya
> > boleh
> > dijadikan pusat industri dengan membangun Universitas Bangkalan yang
> > modern.
> > Setelah dibangun,... orang Madura ogah. Madura hanya boleh dibangun
> > industri
> > ringan-ringan saja. Karena itu ide membangun jembatan Suramadu gugur
> > karena
> > bila hanya industri ringan, buat apa harus membangun jembatan yang
> > mahal
> > itu? Tapi komitmen membangun jembatan Suramadu sangat kuat, utamanya
> > komitmen dari mantan Gubernur Moch Noer dan gubernur-gubernur Jatim
> > berikutnya. Akhirnya, setelah mendapat pinjaman lunak (kalau nggak
> > salah
> > dari Jepang),
> > Pemerintahan Megawati mulai membangun setengah jalan dan terus
> > dilanjutkan
> > oleh Pemerintahan SBY-Kalla.
> >
> > Rencananya, Jembatan Suramadu itu menjadi jembatan tol dan sepeda
> > motor
> > boleh ikut masuk. PP 15/2005 yang hanya mengijinkan kendaraan roda
> > empat
> > sehingga PPnya harus dikoreksi. Yang menjadi pertanyaan apakah
> > Jembatan
> > Tol
> > Suramadu akan berhasil, dalam arti untung karena jumlah kendaraan
yang
> > lewat
> > akan banyak?
> >
> > Umumnya, jalan tol yang untung itu adalah yang menghubungkan 2 pole
> > yang
> > sama-sama kuat dan jalan tol dalam kota (untuk menghindari
kemacetan).
> > Jalan
> > tol yang menghubungkan 2 pole yang kuat misalnya antara Jakarta dan
> > Bandung;
> > Jakarta dan Bogor; jakarta dan Tangerang. Jalan Tol yang
> > menghubungan 2
> > pole
> > yang kurang kuat, umumnya mengalami kerugian, alias jumlah kendaraan
> > yang
> > lewat tidak memenuhi batas ambang untung (biasanya 25 ribu per
hari).
> > Jalan
> > tol yang tidak untung antara lain : Belmera yang menghubungkan Medan
> > dan
> > Belawan/Tanjung Morawa dan ruas tol Serang dan Merak. Beberapa
tender
> > jalan
> > tol yang menghubungkan 2 pole yang tidak seimbang, misalnya
> > Semarang-Demak,
> > Solo-Ngawi, Medan - Kuala Namu kurang diminati investor.
> >
> > Bagaimana prospek Jembatan Suramadu yang menghubungan Surabaya (Jawa
> > Timur)
> > yang kuat dan Madura yang kurang kuat? Apakah jembatan Suramadu itu
> > menguntungkan? Hemat saya, kalau posisi Madura tetap seperti apa
> > adanya,
> > dan
> > hanya boleh untuk industri ringan, maka kemungkinan akan kurang
> > menguntungkan karena traffic generation-nya sangat lemah. Nah di
> > sinilah
> > peran perencana pembangunan termasuk Planner perlu memikirkan
strategi
> > pengembangan Madura. Untuk itu pertanyaannya, apakah RTR Madura
sudah
> > mengakomodir pembangunan aneka industri yang tidak terbatas industri
> > ringan
> > saja, di mana lokasi-lokasi kawasan industrinya, bagaimana kesiapan
> > masyarakat Madura untuk menerima pendatang dan kehidupan baru akibat
> > industrialisasi, apa regulasi yang diperlukan untuk itu, dan banyak
> > lagi
> > enginering yang musti dilakukan terhadap Madura. Kalau tidak,
nasibnya
> > seperti jembatan Barelang (Batam-Rempang- Galang), cuma bagus di
> > foto-foto
> > saja.
> >
> > Bagaimana pendapat teman-teman?
> >
> > Thanks. CU. BTS.
> >
> >
> >
> >
>


Kirim email ke