He he he, maksudnya tentu tdk sesederhana spt itu Pak. Mulai kebijakan pengaturan tata niaga retailing, sampaikan sikap kita supaya sering sering makan di warung Tegal. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Date: Tue, 30 Jun 2009 19:22:56 To: <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun He.he.. Pak Iman, jelasnya Alfamart tidak mungkin membagikan Rp 8 triliun itu ke usaha kecil-kecil itu karena itu hasil kecerdasan dan risiko investasi yang mereka lakukan. Mereka pun juga telah membuka lapangan kerja yang cukup luas dari hasil usahanya. Yang bisa membagikan itu yang kita-kita ini selaku pembeli retail...mbok yao...tidak terlalu sering belanja ke swalayan... Thanks. CU. BTS. --- On Wed, 7/1/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun To: [email protected] Date: Wednesday, July 1, 2009, 2:01 AM Coba keuntungan 8 triliun ini bisa di sharing dengan warungnya Mpok Midun, Uni Ulis, Tan Chi Ling, Mbok Iyem, Bang Sarpi, Nyi Iteung, Sarbiah dan sbgnya. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: I Putu Dhika Dhananjaya Date: Tue, 30 Jun 2009 02:04:50 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun Just share info.. http://www.jawapos. co.id/halaman/ ind...tail&nid=77624 salam iputudhika- Senin, 29 Juni 2009 Miliki 3.000 Gerai, Alfamart Raup Rp 8 Triliun Resesi ekonomi tidak berdampak signifikan terhadap bisnis ritel. Masih tingginya permintaan konsumen, memicu pertumbuhan bisnis penjualan barang kebutuhan sehari-hari tersebut. Tren positif ini membuka peluang peluang bagi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola jaringan minimarket Alfamart. Didit Setiadi corporate communications manager Alfamart mengatakan, Alfamart sudah mengeluarkan dana Rp 110,5 miliar untuk ekspansi 221 gerai baru dari total 500 gerai yang ditargetkan pada tahun ini. Dana tersebut diambilkan dari belanja modal atau capex 2009 sebesar Rp 350 miliar. ''Nilai investasi yang kami tanam di tiap gerai mencapai Rp 500 juta,'' ujarnya saat dihubungi di sela acara pemutaran film "Garuda Di Dadaku" yang disponsori Alfamart di Surabaya kemarin (28/6). Selain ekspansi gerai, Didit menyebutkan, Alfamart juga meningkatkan kemampuan penyaluran barang dengan menambah dua pusat distribusi atau distribution center. "Dua distribution center baru itu berlokasi di Bandung dan Malang. Masing-masing bisa memasok barang untuk kebutuhan 300-400 gerai," ujar Didit. Saat ini, jaringan Alfamart sudah berkembang di Jawa dan Sumatra dengan jumlah gerai per Mei lalu mencapai 3.000 gerai. Dari total tersebut, porsi kepemilikan masyarakat dengan konsep waralaba sekitar 23 persen atau 711 gerai. Perusahaan yang memiliki kode emiten AMRT itu menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini mencapai 20 persen dari tahun lalu. Pada 2008, perolehan pendapatan Alfamart mencapai Rp 8 triliun. Secara terpisah, ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim Abaraham Ibnu mengatakan pertumbuhan bisnis ritel semester I sangat signifikan. Daya beli masyarakat yang diprediksi terkoreksi karena krisis ekonomi justru meleset. ''Naiknya daya beli masyarakat justru makin memperkuat bisnis ritel, sehingga banyak bermunculan gerai ritel,'' katanya. Dia menyebut, penambahan minimarket di Jatim pada semester ini mencapai 1850 gerai.

