hehe tengkyu, cuma saya lagi di Surabaya, laptopnya kuno ga bisa buka file 
2007, nanti harus cari di Jakarta tempat yg bisa buka.
Salam - 2ny

--- On Tue, 7/14/09, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:

From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: (4) Dari PKL ke UKL : Kerajinan Kap Lampu [1 
Attachment]
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Tuesday, July 14, 2009, 7:16 AM











    
            
              [Attachment(s) from hengky abiyoso included below]
            


      
      Milisters ysh, 
Berikut adalah inspirasi tentang UKL (Usaha Kecil Legal) yg tak harus 
memerlukan ruang tepat ditepi jalan ekonomi seperti umumnya usaha penjualan 
eceran atau PKL..... ia bahkan dapat dibuat didesa.... dan untuk penjualannya 
dapat didistribusikan ketoko2 pengecer spt penjual khusus barang kerajinan 
dsb.......  
(1). Kerajinan Tempurung Kelapa Gianyar, Bali : 
Hampir semua bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan menjadi benda yang 
berguna. Tidak terkecuali tempurung kelapa. Di tangan para seniman ukir di 
Gianyar, Bali, tempurung kelapa dimanfaatkan menjadi benda seni berupa kap 
lampu serta tempat lilin bernilai tinggi. Salah seorang yang menekuninya adalah 
Made Ramia. Aneka model dan tema sudah diciptakan dari tangan terampilnya, 
mulai dari tema alam dan tumbuhan hingga satwa. Sebagian bahkan sudah diekspor 
ke luar negeri seperti negara-negara di Eropa.(YNI) 

(2) Kerajinan Kap Lampu Bantul, Yogya : 
Menekuni dunia kerajinan bagi Diran Setiawan atau Wawan Gondrong,  sudah 
dimulai sejak 1993. Beberapa aneka kerajinan pernah dibuatnya. Mulai tahun 2002 
Wawan yang punya nama usaha Judith Collection memfokuskan kerajinannya pada 
pembuatan kap lampu dan dudukannya. Bahan baku yang digunakan selain kawat dan 
mika adalah  serbuk kayu, pelepah pisang, serbuk batu, pasir putih, batu 
abu-abu, tenun lidi, rotan dan lain-lain. Sudah ada sekitar 50 model hasil 
kreasinya. Semua model terutama dudukannya, sangat berbeda dengan milik perajin 
lain. Wawan sangat berani membuat dudukan lampunya yang cenderung bebas, dengan 
bahan dari bahan natural sehingga dari dudukannya itu sendiri sudah terlihat 
artistik. Hasil kreasinya yg terbaru diberinya nama Anyam Rotan Gila sangat 
digemari oleh
 buyers dari luar negeri. Harga sebuah kap lampu dari Rp 17.000 – Rp 75.000. 
Untuk lampu lengkap, tinggal colok langsung nyala dari Rp 45.000 – Rp 300.000. 
Hingga saat ini pasarannya selain menyuplai beberapa pedagang lokal, ia juga 
mengekspornya ke Belgia, Perancis, Jepang, Inggris dan Amerika. Wawan yg 
lulusan Fakultas Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta ini dibantu oleh 6 tenaga 
kerja. Dalam sebulan bisa memproduksi kap lampu sebanyak 1.000 buah, dan 
omzetnya per bulan mencapai Rp 30 juta. 
  
Memenuhi permintaan ibunda Reny kami sertakan fotonya terlampir berikut.
 
 
 




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke