Atmajaya Photography Club (APC), Yogyakarta mempersembahkan :

Launching Buku & Pameran Foto - "KETIKA INDONESIA DIPERTANYAKAN"

Fotografer :
•       Michael Eko Hardianto
•       Denny Wijaya
•       Dian Megantara
•       Yudo Sudanardi
•       Thomas Henry Adrian Gustavian
•       Alphonsus Pudya Wicaksana


Jakarta:

Galeri Foto Jurnalistik Antara
Jl. Antara 59,Pasar Baru, Jakarta
Pameran : 31 Juli 2009 - 4 Agustus 2009
Launching buku, pembukaan pameran dan diskusi: 31 Juli 2009 pukul 18.00 WIB
Pembicara:
•       Oscar Motulloh (Kurator Foto)
•       Prof. Dr. Ir. Alex S.W. Retraubun Msc (Dirjen Kelautan, Pesisir dan 
Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan)  
Moderator:
•       Ferry Latief

Yogyakarta:

Galeri Seni Arslonga
Jl.Mantrigawen lor 11,Yogyakarta
Pameran : 12 Agustus 2009 -18 Agustus 2009
Pembukaan dan diskusi : 12 Agustus 2009 pukul 18.00 WIB
Pembicara:
•       Oscar Motulloh (Kurator Foto)
•       Prof. Dr. Ir. Alex S.W. Retraubun Msc (Dirjen Kelautan, Pesisir dan 
Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan)  


Description:

"Entikong"
Adalah
sebuah daerah yang berada di ujung perbatasan Indonesia-Malaysia di
Kalimantan Barat. Sebagai wilayah terujung di bumi Indonesia, daerah
ini memiliki dinamika dan permasalahannya tersendiri. Dari permasalahan
rumah tangga, budaya, kesehatan,pendidikan,ekonomi sampai permasalahan
hubungan dengan negara tetangga Malaysia. Alih-alih berada pada kondisi
yang layak, masyarakat di tempat ini justru jauh dari perhatian dan
harus berhadapan dengan permasalahan yang akhirnya mermbenturkan rasa
nasionalisme mereka. Di tengah terang benderang negara tetangga,
masyarakat Entikong harus bertahan di tengah kegelapan menghadapi
kondisi mereka yang masih jauh dari nikmatnya roda pembangunan di
seantero negeri. Dalam kondisi ini lah, nasionalisme Indonesia
menemukan sebuah pertanyaannya. Apakah nasionalisme Indonesia tetap
hidup di sanubari masyarakat perbatasan Indonesia di Kalimantan Barat
itu ? Atau hanya menjadi sebuah kata kosong yang kalah berhadapan
dengan realitas yang ada?

Pertanyaan itu lah yang menjadi titik
tolak kegiatan ekspedisi yang dilakukan oleh Atmajaya Photography
Club,Yogyakarta. Pada penghujung 2007, enam orang fotografer yang masih
berstatus mahasiswa pun memutuskan pergi ke Entikong,Kalimantan Barat.
Di sebuah desa yang terletak di daerah itu, mereka membuat laporan
fotografis yang mencoba meraba-raba arti nasionalisme di titik terujung
Indonesia tersebut. Lewat foto-foto yang merekam keseharian desa
Palapasang -desa yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia-
mereka mempertanyakan tentang kondisi pembangunan yang tak kunjung
dinikmati oleh masyarakat perbatasan Indonesia.

Hasil laporan
fotografis mereka pun terlahir menjadi sebuah buku yang berjudul
"Ketika Indonesia dipertanyakan". Dikuratori oleh Oscar Motulloh, buku
fotografi ini menjadi semacam testimoni tentang pentingnya menghargai
keberadaan masyarakat yang berada di perbatasan Indonesia. Sementara
itu, beberapa foto dari buku tersebut akan dipamerkan di Galeri Foto
Jurnalistik Antara (Jakarta) dan Arslonga[ruang seni] (Yogyakarta).
Lewat kegiatan-kegiatan itulah, kita pun diajak melihat kembali
merenungkan arti nasionalisme Indonesia yang kerap kali harus
berhadapan dengan realitas yang tidak selalu indah adanya.

http://sebutsajaneo.multiply.com/tag/entikong

Danu Primanto

Jl. Gambiran UH V/214

Jogjakarta 55161

Indonesia 

+628 122 758 314 

[email protected]

www.demotix.com/users/danuprimanto

www.wesay.com/Profiles/danuprimanto/

www.flickr.com/photos/danuprimanto

bintangtenggara.multiply.com

www.majorityworld.com


      

Kirim email ke