Milisters ysh,

Tak hanya terdapat sisi negative
dari naiknya harga minyak dunia dan BBM, tapi ada juga sisi positif
daripadanya…. yakni booming permintaan kapal……. Sinergi di sini muncul bukan
hanya antar galangan kapal, tapi juga antar industri pendukung, pemasok,
pengguna dan institusi pendukung….

Sisi positif dari kenaikan harga
minyak dunia dan BBM adalah  justru  membanjirnya order pembuatan 
kapal…..Mengapa?.....
Berlakunya ketentuan baru Internasional Maritim Organization (IMO) menyebabkan 
kapal-kapal
berlambung tunggal harus diganti berlambung ganda (double hull)…... Ini berlaku
di seluruh dunia dan untuk mewujudkannya, dibutuhkan waktu yang cukup lama…...
Kemudian, berlakunya Inpres No 5/2005 yang mengatur tentang  asas cabotage….. 
dimana mewajibkan
kapal-kapal yang beroperasi di perairan Indonesia haruslah kapal berbendera 
Indonesia
dan diproduksi industri kapal dalam negeri…… Ini menyebabkan kapal berbendera
asing harus pergi dari Indonesia……..

Dampak kenaikan harga minyak dunia
juga sebenarnya  dirasakan industri
perkapalan di Indonesia…. Harga peralatan ikut naik dan biaya pengiriman barang
naik juga, karena 80% diimpor…... Harga bahan baku produksi kapal seperti plat,
pipa, dan kabel semakin melambung….. Semisal, plat baja kenaikannya mencapai
50%. Padahal, kebutuhannya mencapai 20-30% dari harga kapal……. Akibatnya,
margin keuntungan produksi kapal menipis. Kalau semula 10-15%, sekarang laba
industri kapal anjlok di bawah 10%............  

Masalah kenaikan harga inilah yg
kabarnya membuat raksasa  galangan kapal PT
PAL oleng dan kolaps. PT PAL pernah menerima order pembuatan 10 kapal besar
namun konon salahnya  PAL menerima
kontrak pembuatan kapal dengan harga tetap…. Padahal  proses pembuatan kapal yg 
bisa berlangsung
bertahun2 itu mengandung resiko kenaikan harga dibelakang hari….… hingga ketika
harga BBM dunia naik dan harga2 bahan baku spt baja naik pula…..  maka PT PAL 
kontan langsung kalang kabut….. tak
jadi untung besar, hanya kerja bakti dan menderita rugi besar dan kini bersama
Merpati Airlines menjadi pasien dari  PPA
(Perusahaan Pengelola Aset)………..

 

Salam,




      

Kirim email ke