Pro Rekans
Asw. Jika Jembatan Selat Sunda (JSS) benar terbangun, memang
akan cukup mengagumkan bangsa sendiri. Yang pasti, akan banyak perubahan di
segala sisi termasuk tata kehidupan di kedua kutub terdekat paling tidak
Lampung, Banten, dan Jakarta. Yang belum
pasti seberapa besar implikasinya, dan yang belum pasti jadi jembatannya. Soal
teknologi bukan tidak mungkin
dikerjakan, hanyasaja saya khawatir energy investasi dan perhatian besar
tersedot ke sini, sementara wilayah Indonesia Tengah dan Timur akan terganggu
percepatannya. Soal ancaman serius Krakatoa/Krakatao (anaknya atau emaknya)
memang belum
ada kemampuan memprediksi secara akurat. Gunung api di darat saja susah
diprediksi,
apalagi gunung api di laut. Jika terjadi letusan, potensi tsunaminya sungguh
mengerikan. Hidup kita memang diwarisi rantai gunung api aktif (Mediterranean
Trench yang melintasi Krakatao dari barisan arah barat dan Circum Pacific Trench
dari barisan arah utara di sepanajng prop Maluku Utara hingga NTT).
Alhamdulillah saya sempat menyaksikan dari bibir anak Krakatau th 1990. Waktu
itu hanya kepulan asap (seperti
sekarang) yang menyelimuti calderanya. Hutannya meranggas, mungkin karena hawa
panas.
Batuan bekunya berwarna gosong abu-abu hitam dan bertepi tajam2. Sekarang
kondisinya seperti apa, belum tahu,
mungkin sahabt milis dapat berbagi info.
Menurut catatan, tahun
1883 pernah terjadi letusan Krakatao yang disertai tsunami hebat, debunya
menyebar
hingga Australia dan Afrika Selatan. Setahun kemudian ada expedisi ilmiah para
ilmuwan
dunia meneliti ex letusan dan sekitarnya (di ketiga pulau). Dilaporkan bahwa
mayat-mayat tengkorak manusia masih dijumpai dan berceceran dilaut. Disebutkan
pula, tebalnya abu melapisi permukaan pulau-pulau hingga tidak ada lagi
kehidupan apapun…di sinilah dinyatakan oleh para ilmuwan sebagai “awal mula
kehidupan
dimulai di muka bumi yang dapat disaksikan (diobservasi) umat manusia…”.Inilah
warisan keajaiban dunia ilmu . Mahluk pertama yang terekam sejak 7 tahun
setelah letusan adalah jenis ganggang di laut , lumut, dan rerumputan di
darat/pulau. Setelah itu perdu (shrubs) kemudian pepohonan tumbuh liar 20 tahun
kemudian katanya. (Bush, Ecology of a
Changing Planet). Apa bila akan dimulai dibangun JSS, para ekologislah
yg perlu sibuk menakar ekosistem pantai dan laut apa saja yang terusik. Nah
silahkan
para futurolog kita (di milis ini) boleh mengira bila Krakatao benar berulah,
impact
seberapa parah kepada JSS dan kepada daerah terbangun di sekitarnya….Pengalaman
berharga yang baru saja terjadi dari Tsunami Aceh tidak boleh kita lupakan dan
menjadi bekal kita semua. Dengan begitu, apa yang musti dijaga, bagaimana
‘pelariannya’
bila tsunami dari Krakatao ada …Salam, Koes JKT.