Jadi inget sekitar 10thn lalu menginjak ujung timur pulau flores, Larantuka, 
ketika "diutus" dosen utk korek2 data di bappeda. Kemudian di penginapan ketemu 
seorang dari surabaya yang menikmati berlimpahnya ikan-ikan di lautan flores, 
utk dikapalkan ke surabaya, tapi tak jarang hanya sedikit tangkapan....
Jadi inget juga 'seorang' yg berkata: "tuaian banyak, tapi yg menuai sedikit." 

Sebelumnya ada Gemala, gerakan masuk laut... Enam tahun lamanya gerakan ini, 
tapi apa yang bergerak....entah apa yg kurang...
Evaluasi trhadap gemala itu sendiri seperti apa...


Salam,
Dwiagus


Sabtu, 5 September 2009 | 16:12 WIBKUPANG, KOMPAS.com — Gubernur Nusa Tenggara 
Timur Frans Lebu Raya mengajak warganya untuk berpaling ke laut karena di sana 
tersedia berbagai potensi sumber daya alam yang tinggal dipanen dan diolah 
untuk dikonsumsi atau dijual."Saatnya sekarang, setengah dari 5,6 juta jiwa 
penduduk NTT mulai melirik sektor kelautan sebagai peluang yang sangat 
menjanjikan. Tinggal bagaimana meningkatkan kemampuan untuk memberdayakan 
potensi kelautan tersebut," katanya di Kupang, Sabtu (5/9), sebelum terbang 
menuju Maumere, Kabupaen Sikka, untuk menyaksikan penganugerahan gelar guru 
besar kepada Ketua STFK Ledalero Prof Dr  P Konrad Kebung, SVD. Ajakan Gubernur 
Lebu Raya ini menanggapi pernyataan Ketua Kopertis Wilayah VIII Prof Dr 
Kommaruddin dalam acara wisuda Sarjana Universitas Kristen (Unkris) Atha Wacana 
Kupang yang mengatakan, luas lahan sawah berkurang menjadi delapan juta hektar 
pada tahun 2009 dari 8,4 juta hektar pada tahun 2008, akibat bertambahnya lahan 
kering.Menurut Gubernur Lebu Raya, sebenarnya aktivitas petani lahan kering 
dikurangi ketika pemerintah menggencarkan program Gerakan Masuk Laut (Gemala) 
enam tahun lalu dan berbagai gerakan lain.Selain itu, semakin tersedianya 
tenaga sarjana perikanan dan kelautan yang ditamatkan setiap tahun mencapai 500 
hingga 600 orang dari berbagai universitas dan perguruan tinggi yang ada di 
NTT.  "Saya melihat sebagian besar masyarakat NTT yang tinggal di pesisir 
pantai masih berpaling ke darat untuk berkebun dengan sistem tebas bakar dan 
berpindah-pindah sehingga menjadi penghambat untuk mengoptimalkan laut sebagai 
lahan untuk mempertahankan hidup," katanya.Gubernur Lebu Raya juga mengakui 
bahwa sarana dan prasarana yang digunakan nelayan masih terbatas dan 
tradisional sehingga berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas hasil 
tangkapan."Namun, pemerintah terus berupaya secara bertahap untuk mengatasi 
persoalan mental, sarana, dan prasarana dengan sosialisasi dan upaya lain untuk 
mengubah kendala tersebut sebagai peluang sehingga secara bertahap masyarakat 
mulai melihat luat sebagai lahan yang potensial," katanya.Salah satu upaya yang 
sedang dilakukan adalah terus memperjuangkan NTT sebagai provinsi kepulauan 
bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Riau, dan 
Bangka Belitung sehingga pemanfaatannya lebih optimal. Selama ini, kata Lebu 
Raya, pagu anggaran dari pemerintah pusat dihitung berdasar jumlah penduduk dan 
luas wilayah darat sehingga besarannya tergantung pada berapa jumlah dan 
luasannya. Sementara untuk NTT, luas wilayah laut adalah 70 persen dari total 
luas wilayah."Kita berharap, usaha dan perjuangan NTT menjadi provinsi 
kepulauan ini berhasil sehingga ajakan agar masyarakat NTT berpaling ke laut 
menjadi lebih efektif," katanya. (ANTARA)
»»»  digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~  Genjot Teruuusss...!!!

------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke