Ya Pak Djarot, Claude Levi-Strauss memperkenalkan strukturalism secara mendasar sejak 1960an, termasuk penjabarannya dalam linguistics dan kinship. Perbedaan atau pendalamannya pada Giddens adalah Giddens mengabaikan skenario biologi ala Comte yang digunakan oleh Levi-Strauss. Sebagai gantinya Giddens memperkenalkan istilah the agent atau agency yang ada di dalam setiap kelompok, atau kalau Pak Risfan menyebutnya sebagai 'transformer'. Namun boleh juga Pak Djarot berkenan menjelaskan sedikit kepada kita bersama disini sebagai 'shared knowledge' tentang Levi-Strauss ini, mudah-mudahan berkah A+nya nyampe kepada kita. Salam.
-ekadj --- In [email protected], Djarot Purbadi <dpurb...@...> wrote: > > Pak Bambang, saya belajar tentang strukturalisme Levi Strauss dari Pak Hedy dan itu dilakukan hanya sekitar 2 semester, maka karena saya sangat terbantu saya berani menyebut beliau guru saya. Pak Hedy sendiri mungkin nggak terlalu kenal mendalam tentang saya, sebab ketemunya hanya beberapa kali tetapi sempat membimbing dua mata kuliah mandiri yaitu Studi Tekstual tentang Budaya Timor dan satunya Studi Empiris Budaya Timor. Pada wakru studi empiris inilah saya mendapat nilai A+ karena data saya banyak sekaligus tertata rapi...katanya mengalahkan antropolog (cerita saya dulu itu). > > Salam, > > Djarot Purbadi

