Geertz pak, saya yakin. Tapi kalaupun itu Spradley, pastilah dipengaruhi
interpretivisme simboliknya Geertz. Salam.


--- In [email protected], Djarot Purbadi <dpurb...@...> wrote:
>
> Pak Eka, saya hanya ingat kata-kata seseorang (saya lupa, spradley
atau geertz) yang mengatakan profesi dilihat dari hasilnya, kalau
antropolog ya etnografinya, lha kalau arsitek ya desainnya (tambahan
dari saya). Idenya bagus, tetapi sekarang arsitektur kan berkembang
(jika diterapkan di arsitektur), nggak lagi hanya menggarap tektonika
melainkan juga hal-hal lain karena....suka "poligami" dengan ilmu-ilmu
lain. Jadi jika bikin kategori profesi dari produknya mungkin juga
mengundang kontroversi atau malahan menjebak diri menjadi profesi yang
memiliki kotak tebal....
>
> Salam,
>
>
>
> Djarot Purbadi



Kirim email ke