Bung Dwiagus, .... itulah... kalau ingin mengamankan Situ Antap, pemda harus 
membeli tanah Situ Antap itu. Ini ujian seberapa jauh tata ruang mampu 
ditegakkan melawan kemilikan tanah pihak lain. Dengan kata lain, UUPR vs UUPA.
 
Thanks. CU. BTS.

--- On Mon, 11/2/09, Benedictus Dwiagus S. <[email protected]> wrote:


From: Benedictus Dwiagus S. <[email protected]>
Subject: [referensi] Fw: LAWAN PENGURUKAN SITU ANTAP
To: [email protected]
Date: Monday, November 2, 2009, 2:10 AM


  



Rekan2 referensier

Kenapa developer dianggap "setan"?
Mungkin karena seperti beriya di bwh ini.

»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!!


From: edhy aruman <edhy_aruman@ yahoo.com> 
Date: Mon, 2 Nov 2009 10:07:24 +0800 (SGT)
To: <flamboyant_citra@ yahoogroups. com>
Cc: <adybachtiar@ yahoo.com>; <arief.perdananto@ ikpt.com>; <adarma...@cbn. 
net.id>; <fachr...@gmail. com>; <agus.sofiyandi@ cegelec.com>; <ari.wib...@jak- 
tv.com>; <bdwia...@gmail. com>; <djati.nugroho@ danamon.co. id>; 
<lindaandariana@ yahoo.com>; <mas2...@yahoo. com>; <mu...@yahoo. com>; 
<nasaa...@yahoo. co.id>; <ndja...@yahoo. com>; <ragil_...@yahoo. com>; 
<send2r...@yahoo. com>; <syah_ka...@yahoo. com>; <iska...@yahoo. com>; 
<iskandarsly@ sabangtravel. com>; <margaretha.eka@ feminagroup. com>; 
<mandh...@yahoo. com>; <ck2_s...@yahoo. com>
Subject: LAWAN PENGURUKAN SITU ANTAP





Butuh ketekunan, keikhlasan dan solidaritas yang tinggi untuk kesejahteraan 
anak cucu kita!
 
Salam,
Aruman
 
KERUSAKAN LINGKUNGAN
Pengembang Terus Menguruk Situ Antap


Senin, 2 November 2009 | 04:06 WIB
Tangerang Kompas - Perintah penjabat Wali Kota Tangerang Selatan, M Shaleh, 
agar pengerukan Situ Kayu Antap atau Situ Antap di Rempoa, Ciputat Timur, 
dihentikan tidak digubris pengembang perumahan Beranda Townhouse. Hingga Minggu 
(1/11), aktivitas pengurukan masih terus berlangsung.
Sejauh pengamatan, sejak pagi hingga siang, aktivitas pengiriman tanah dari 
kapling Sawo di Jalan Veteran, Ciputat Timur, ke lahan perumahan yang berjarak 
sekitar 1 kilometer terus terjadi. Tiga sampai empat truk dari kapling Sawo 
masuk ke lokasi pengurukan melalui kawasan kompleks perumahan Taman Rempoa 
Indah. Pengangkutan tanah itu kali ini dikawal oleh oknum keamanan tanpa 
menggunakan seragam.
Menurut Ahmad warga RW 02 yang tinggal di sekitar pagar tembok Situ Antap, 
aktivitas pengiriman tanah dilakukan sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. 
”Magrib sudah enggak ada lagi truk yang masuk,” katanya.
Tak tegas
Sekretaris Tim Pengembalian dan Pelestarian Fungsi Situ Kayu Antap Nukman 
Husaini menilai aktivitas pengurukan yang masih tetap terjadi merupakan bukti 
ketidaktegasan penjabat Wali Kota Tangerang Selatan, M Shaleh, terhadap 
pengembang.
”Sejak awal Oktober, wali kota sudah berkoar-koar meminta pengembang 
menghentikan aktivitas pengurukan karena keabsahan sertifikat hak milik atas 
lahan tersebut sedang diusut. Tetapi, sampai sekarang aktivitas Situ Antap 
masih terus diuruk,” ujar Nukman yang mengatasnamakan warga sekitar Situ Antap.
Nukman meragukan keseriusan wali kota mengembalikan situ kepada fungsi awalnya. 
”Warga jadi bingung, apakah benar wali kota serius menegakkan hukum dan 
mengembalikan fungsi situ ini menjadi resapan air? Apakah benar, wali kota 
sudah menegur pengembang dan menyuruh menghentikan pengurukan,” tambah Nukman.
Sebelumnya diberitakan, wali kota berulang kali menyebutkan, pihaknya meminta 
pengembang menghentikan aktivitas pengurukan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan 
akan mengembalikan fungsi situ itu sebagai daerah resapan dan penampungan air. 
Kepada media massa, wali kota juga sempat menyatakan mengancam pengembang 
dengan menyegel kegiatan pengurukan tersebut.
Juru bicara Beranda Townhouse, Tonison Ginting, Minggu, membenarkan masih ada 
aktivitas di lahan itu. Alasannya, sejauh ini, pihaknya belum pernah mendapat 
surat pemberitahuan mengenai perintah penghentian aktivitas pengurukan.
”Secara sah, tanah ini adalah milik kami. Jadi, apa pun aktivitas yang ada di 
lahan itu adalah hak kami. Atas dasar apa mereka mau menghentikan kegiatan di 
lahan ini. Toh tanah ini milik kami,” ujar Ginting. (pin)





Dari: edhy aruman <edhy_aruman@ yahoo.com>
Kepada: flamboyant_citra@ yahoogroups. com
Cc: adybachtiar@ yahoo.com; arief.perdananto@ ikpt.com; adarma...@cbn. net.id; 
fachr...@gmail. com; agus.sofiyandi@ cegelec.com; ari.wib...@jak- tv.com; 
bdwia...@gmail. com; djati.nugroho@ danamon.co. id; lindaandariana@ yahoo.com; 
mas2...@yahoo. com; mu...@yahoo. com; nasaa...@yahoo. co.id; ndja...@yahoo. 
com; ragil_...@yahoo. com; send2r...@yahoo. com; syah_ka...@yahoo. com; 
iska...@yahoo. com; iskandarsly@ sabangtravel. com; margaretha.eka@ 
feminagroup. com; mandh...@yahoo. com; ck2_s...@yahoo. com
Terkirim: Sen, 2 November, 2009 09:01:49
Judul: [flamboyant_ citra] Bls: BESOK PURI FLAMBOYAN GILIRAN PADAM LISTRIK?

  



Ekor Badai Tropis Tambah Panjang, Hujan Petir Menghadang Senin, 2 November 2009 
| 07:54 WIB
JAKARTA , KOMPAS.com - Ekor badai tropis yang terjadi di sekitar wilayah 
Indonesia cenderung makin panjang. Dampak makin panjangnya ekor badai ini 
antara lain timbulnya hujan lebat disertai angin kencang dan petir serta 
tingginya gelombang laut.
 
”Semakin panjangnya ekor badai ini diusulkan masuk kajian Panel Internasional 
Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim atau IPCC,” kata Kepala Pusat Perubahan 
Iklim dan Kualitas Udara pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 
(BMKG) Edvin Aldrian, Minggu (1/11) di Jakarta.
 
Edvin menjadi Ketua Delegasi Indonesia dalam sidang ke-31 IPCC di Nusa Dua Bali 
, 26-29 Oktober 2009. Pertemuan itu untuk mempersiapkan garis besar buku kajian 
IPCC (Assesment Report) V yang akan diterbitkan IPCC pada tahun 2013 untuk 
kelompok bidang basis ilmiah. Adapun tahun 2014 untuk kelompok bidang dampak, 
adaptasi, dan kerentanan, serta kelompok bidang mitigasi perubahan iklim.
 
”Badai tropis di wilayah utara perairan Indonesia dikatakan sebagai daerah 
netral, frekuensinya relatif tetap. Namun, kita mempersoalkan kecenderungan 
dampak ekor badainya yang makin bertambah panjang dan memengaruhi cuaca di 
wilayah Indonesia ,” kata Edvin.
 
Koordinator Pusat Peringatan Badai Tropis (Tropical Cyclone Warning 
Center/TCWC) BMKG Fachri Rajab menyebutkan, intensitas badai tropis 
April-November di utara wilayah perairan Indonesia memiliki rata-rata 25,7 kali 
berdasarkan data tahun 1968-1990. Tercatat sejak Mei hingga akhir Oktober 2009 
di utara wilayah perairan Indonesia telah terbentuk 23 badai tropis (Kompas, 
29/10).
 
Badai Mirinae
 
TCWC BMKG mengumumkan, badai tropis di wilayah utara perairan Indonesia hingga 
saat ini masih berlangsung. Badai yang dinamai Mirinae itu pada Minggu (1/11) 
pagi berada di arah utara-barat laut berjarak 1.200 kilometer Kota Tarakan, 
Kalimantan Timur, bergerak menjauh dari Indonesia dengan kecepatan 12 knot atau 
sekitar 23 kilometer per jam.
 
Kecepatan angin yang ditimbulkan maksimum mencapai 45 knot atau berkisar 85 
kilometer per jam. Dampak yang ditimbulkan berupa gelombang laut tinggi di atas 
2 meter di Laut Natuna dan Laut China Selatan.
 
Selain itu, konvergensi atau pengumpulan awan yang berpotensi mendatangkan 
hujan ringan sampai sedang terjadi di Semenanjung Malaka, di wilayah utara 
Sumatera, serta Kalimantan. Terjadi belokan angin di perairan Kalimantan bagian 
barat yang menimbulkan peluang hujan di wilayah itu.
 
BMKG memprediksi, badai tropis Mirinae tersebut masih akan berlangsung hingga 
Senin (2/11) ini dalam kondisi yang makin meluruh. Diperkirakan pada Senin 
pukul 07.00 badai menimbulkan kecepatan angin sampai 65 kilometer per jam. 
Badai Mirinae bergerak makin menjauh dari Indonesia. (NAW)
 
 
 


Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? 
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 


Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web 
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online 















      

Kirim email ke