Milisters ysh,
Maaf mari menengok kembali sejenak kemasa2 awal kemerdekaan kita…….
Proklamasi kemerdekaan kita yg dibacakan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945 di
Jakarta pada sekitar jam 10 pagi benar2 diliputi banyak ketegangan… banyak
kesederhanaan… dan banyak kesimpang-siuran……
Proklamasi ternyata didahului oleh perdebatan hebat antara golongan pemuda
dengan golongan tua….. Baik golongan tua maupun golongan muda sesungguhnya
sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan Proklamasi Kemerdekaan dalam
suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintah Jepang…... Hanya saja
mengenai cara melaksanakan proklamasi itu terdapat perbedaan pendapat…….
Golongan tua sesuai dengan perhitungan politiknya, berpendapat bahwa Indonesia
dapat merdeka tanpa pertumpahan darah, jika tetap bekerjasama dengan
Jepang……..Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan, diperlukan suatu
revolusi yang terorganisir……. Soekarno dan Hatta, dua tokoh golongan tua,
bermaksud membicarakan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan dalam rapat Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)…..Dengan cara itu, pelaksanaan
Proklamasi Kemerdekaan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah Jepang…..
Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan
pemuda. Mereka anggap, bhw PPKI adalah badan buatan Jepang……Sebaliknya,
golongan pemuda menghendaki terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan itu, dengan
kekuatan sendiri….. Lepas sama sekali dari campur tangan pemerintah Jepang….
Perbedaan pendapat ini, mengakibatkan penekanan2 golongan pemuda kepada
golongan tua yang mendorong mereka melakukan “aksi penculikan” terhadap
diri Soekarno-Hatta…….
Kenapa proklamasi itu tak dilakukan dilapangan Ikada dan Soekarno lebih memilih
melakukan dihalaman rumahnya di PegangsaanTimur 56.. itu krn Soekarno ingin
menghindari konflik dgn tentara Jepang yg walau di Tokyo sana sudah mengaku
kalah.. tapi para kroconya spt di Jkt tak mau tahu hal itu ……dan itu pasti
beresiko jatuhnya korban jiwa dipihak rakyat…... Akibatnya banyak kelompok
pemuda yg sempat datang ke Ikada lalu kecele dan ketika sampai di Pegangsaan
justru peristiwa pernyataan proklamasi telah selesai……
Sekedar ilustrasi ...pada 17 Agustus 1945 pagi itu setidaknya Soekarno sendiri
amat sangat kurang istirahat, kurang tidur dan kurang sehat….. setelah sehari
sebelumnya ia baru pulang dari Rengasdengklok krn diculik oleh para pemuda dan
disanapun hrs berdebat ...lalu harus mengadakan rapat semalam suntuk sampai jam
5 pagi dikediaman Laksamana Maeda di jl. Imam Bonjol….…..
Acara Proklamasi itu memakai sound system yg disewa dari Gunawan pemilik
perusahaan jasa penyewaan sound system “Radio Satrija” yang beralamat dijalan
Salemba Tengah no.24…… Bendera pusaka dijahit sendiri oleh ibu Fatmawati dan
konon ada sebuah cerita bhw ketika bendera akan dikibarkan…. pemuda yg ditugasi
menyiapkan tiang bendera krn gugup justru tak melihat ada dua buah tiang
bendera yg bagus dari besi dan ia malah mencari bambu dibelakang rumah
Soekarno…… tapi kalau dilihat difoto spt sulit dipastikan bahwa tiang
benderanya adalah dari bambu……..
Banyak yang lupa bahwa sebelumnya pada 10/8/1945 Bung Karno dan Bung Hatta
berangkat ke Saigon krn dipanggil Marsekal Terauchi pemimpin tertinggi tentara
jepang di Asia Tenggara untuk membahas tentang persiapan-persiapan kemerdekaan
Indonesia…... Seluruh perjalanan dilakukan dengan menggunakan sebuah pesawat
pembom Jepang yang tidak berkursi… yang harus mengisi bahan bakar di tengah
jalan di Singapura……..
Berita proklamasi disiarkan melalui siaran radio yg diulang2 sampai pukul 16.00
sore (yg lalu studionya disegel oleh tentara Jepang tetapi para pemuda kembali
mendirikan studio pemancar ditempat lain)….. melalui surat selebaran dan
melalui utusan2 daerah yg kebetulan menghadiri sidang PPKI dan menyaksikan
proklamasi kemerdekan RI…..
Selepas proklamasi tentu belum banyak yg dpt diperbuat oleh pemerintah RI pada
saat itu…. selain secara militer dan secara finansial nyaris tak punya apa-apa
....malah tak lama pada Oktober 1945 Belanda dn sekutu juga sudah kembali
datang lagi ke Indonesia utk bermaksud ingin melucuti persenjataan tentara
kita……..
Salam,