Rekans ysh, Sayang dengan HP saya sulit download berita, tapi pada artikel itu tokoh yang diwawancarai terkesan mengatakan bahwa PANDUAN PENYELESAIAN MASALAH TATA RUANG mesti disusun oleh Departemen Kehutanan...(silahkan cek Kompas 10/11 hari ini halaman 18).
Berita lain pada Halaman 21, ada kutipan pendapat Wapres.....Menurut Boediono, arah program yang disusun pemerintah sampai tahun 2010 adalah berkonsentrasi memangkas berbagai hambatan (bottle-necking) yang selama ini menghalangi....... "Sebut saja, seperti berbagai regulasi dan masalah pertanahan serta BENTURAN TATA RUANG dan tumpang tindih perizinan....." (huruf besar oleh RM) Tapi terlepas dari kekurang fahaman masyarakat, juga pejabat, momentum perhatian besar terhadap masalah tata ruang ini perlu ditanggapi dengan lebih substantif daripada peristilahan teknisnya (yang memang tetap jadi agenda kita bersama). Salam, Risfan Munir --- In [email protected], arinynta <ariny...@...> wrote: > > setuju... > saya setuju dengan pendapat mas erwin, jangan selalu menyalahkan wartawan. > dalam media, bahasa teknis harus diolah menjadi bahasa yang lebih dimengerti > oleh masyarakat apalagi yang awam. maksudnya cuma satu, agar pesannya dapat > diterima dengan baik dan masyarakat jadi paham. > memang tidak bisa dipungkiri, kalau media acapkali membuat blunder, makin > membuat ruwet. sebab memang berita yang disampaikan tidak diolah lagi, > apalagi dianalisa. apalagi kalau yg menjadi narasumber adalah pakar (entah > itu pengakuannya), mau dicek ke pakar lain? wah bisa2 tidak turun cepat > beritanya. > > saya juga berharap, para ahli perencana rajin menulis di media, dengan segala > topik yang sesuai dengan kepakarannya. percayalah, kami dari media juga akan > senang. hitun-hitung, sang ahli pun menyosialisasikan ilmunya sendiri > (mumpung sekarang isu tata ruang sedang naik daun). > > salam, > nita > > > > > > > > > > ________________________________ > From: Erwin Fahmi <erwin.fa...@...> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, November 10, 2009 9:27:29 > Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi > > > Pak Iman, > > Saya kok jadinya mau usul ke Bapak, baik sebagai pejabat di Ditjen Penataan > Ruang maupun sebagai ketua IAP. Berita itu dan berita-berita lainnya, memang > kerap tersaji dalam bahasa atau ungkapan yang secara teknis dapat dianggap > kurang tepat. Namun, saya kira para wartawan itu tidak sepenuhnya dapat > disalahkan. Memang bukan urusan mereka untuk menyajikan sesuatu yang secara > teknis akurat; tugas mereka, sebagai wartawan media umum, adalah menyajikan > berita (peristiwa, aspirasi masyarakat banyak, observable facts) yang mudah > dipahami oleh khalayak pembacanya. Memang kadang2 provokatif, kadang pula > 'menggelikan'. Namun, point mereka mungkin adalah: pesan tersampaikan. Karena > itu, daripada kita 'sibuk' membantah atau mencela ketidakakuratan teknis > bahasanya, sikap yang lebih positif mungkin adalah: kantor Bapak atau IAP > berinisiatif mengadakan pelatihan, atau workshop, sehari-dua untuk > menjelaskan tentang istilah dan situasi tata ruang/penataan ruang di > republik ini. > > Saya kira, jika acara semacam itu dapat dijalankan, banyak hal akan kita > peroleh. Di antaranya, sejumlah wartawan yang semakin awas dengan kerumitan, > kalau bukan karut-marut, dunia penataan ruang kita. Mohon jangan salah > tangkap: ini bukan salah satu-dua pihak; ini persoalan bersama kita sebagai > bangsa. > > > Salam, > EF > > > 2009/11/10 <isoedradjat@ yahoo.com> > > > >Dlm artikel tsb bahasanya "Tumpang Tindih Tata Ruang", ini bahasa ngga > >jelas. Yg tumpang tindih itu apa? > > > >Powered by Telkomsel BlackBerry® > ________________________________ > > > >From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> > >Date: Tue, 10 Nov 2009 07:38:19 +0700 > >To: <refere...@yahoogrou ps.com> > >Subject: RE: [referensi] Practical Planning lagi > > > > > >Pak Iman, > > > >Judul Berita: > >Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan. > > > >Lead beritanya: > >"Program pemerintah menyelesaikan tumpang tindih lahan dalam penyusunan tata > >ruang patut diapresiasi. Menteri Kehutanan sebaiknya mengawali program ini > >dari Sumatera dan Kalimantan. dst. > >>.......... termasuk kutipan sebelumnya itu. > > > >Salam, > > > >-----Original Message----- > >From: isoedradjat@ yahoo.com > >Sent: Tuesday, November 10, 2009 7:12 AM > >>To: refere...@yahoogrou ps.com > >Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi > > > >Kho Tata Ruang bisa tumpang tindih. Yg tumpang tindih apanya sih? Mohon > >berbahasa yg baik ya. > >>Yg tumpang tindih itu adalah antara Hutan dgn Perkebunan, antara > >>Pertambangan dgn Hutan, antara Kegiatan Pariwisata dgn Pertambangan, antara > >>Permukiman dgn Hutan dst, dst, dst. > >Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > >-----Original Message----- > >>From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> > >Date: Tue, 10 Nov 2009 07:05:15 > >To: <refere...@yahoogrou ps.com> > >>Subject: [referensi] Practical Planning lagi > > > >Rekans ysh, > > > >Berita terkait tata ruang hari ini di Harian Kompas (10/11/09): > > > >1. Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan : hampir 80 persen masalah > >tumpang tindih tata ruang wilayah (terkait kehutanan) terjadi di pulau ini > > > >------------ --------- --------- ------ > > > >Komunitas Referensi > >http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ Yahoo! Groups Links > > > > > > > -- > Erwin Fahmi > > Cell. (+62) 812 199 3233 > > > > > > > > New Email names for you! > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and > @rocketmail. > Hurry before someone else does! > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ >

