Pak Risfan, terima kasih atas resumenya, tetapi saya usul agar critical 
planning juga dimasukkan sebab akan melengkapi practical planning. Dalam 
khayalan saya ada manusia yang sangat praktis (practical man) tetapi juga ada 
manusia yang sangat kritis (critical man). Keduanya diperlukan supaya planning 
dapat berjalan menuju hakekatnya yang benar, tidak melenceng kesana-kemari. 
Begitu ya Pak.

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Fri, 11/27/09, Risfan M <[email protected]> wrote:

From: Risfan M <[email protected]>
Subject: [referensi] Strategi Pengembangan Wilayah (back to basic)
To: "referensi" <[email protected]>
Cc: "R Munir" <[email protected]>
Date: Friday, November 27, 2009, 2:45 PM







 



  


    
      
      
      Dear all,
 
Membaca banyak lontaran dan diskusi dalam "referensi" dan mencoba ingat-ingat 
pelajaran, saya mencoba memetakan ide-ide pengambangan wilayah yang sering 
muncul dalam sebuah matriks terlampir.
 
Intinya secara sederhana setidaknya ada 8 pendekatan untuk pengembangan wilayah 
ini, yaitu: (1) Growth poles; (2) National spatial strategy; (3) Kawasan 
kkonomi maju; (4) Pengembangan daerah (kab/kota); (5) Pembangunan daerah 
tertinggal; (6) Community development; (7) New urbanism; (8) Practical planning.
 
Dalam matriks terlampir (masih draft awal) saya coba gambarkan pula ciri yang 
sering diungkapkan. Banyak sudah diskusi, debat yang simpang siur, karena tiap 
pihak bicara tentang Strategi/pendekatan yang berbeda yang dilatar belakang 
oleh asumsi bahkan paradigma yang beda pula sehingga tidak nyambung.
Semoga dengan matriks ini masing-masing tahu posisi diri dan lainnya, sehingga 
tak perlu debat berkelanjutan.
 
Salam,
Risfan Munir
Penulis buku, "Jurus Menang dalam Karier dan Hidup ala Samurai Sejati" 
(Gramedia, Nov'09)
 
 
 
 
 


      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke