--- On Tue, 12/15/09, Risfan M <[email protected]> wrote:
From: Risfan M <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: jalur sepeda, leisure time & kapitalisme To: [email protected] Date: Tuesday, December 15, 2009, 10:29 PM Bung Ibn, Tentu anda sedang bertanya kepada teman-teman yang sedang mendalami ilmu. Saya dalam posisi yang sama dengan Anda dalam urusan pengembangan ekonomi lokal dan klaster-klaster UKM. Tapi kalau mencoba memahami ide Prahalad dalam pengembangan "Bottom of the Pyramid", Kita setidaknya diberi tahu bahwa para kapitalispun juga harus tetap mengembangkan ekonomi rakyat. Bukan sekedar untuk CSR, tapi sebagai keharusan mereka untuk survival, karena ekonomi rakyat adalah "jaringan market, juga jaringan pemasok". Setidaknya itu mengabarkan bahwa proses dialektika itu berjalan terus. Soal ketimpangan siapa yang lebih untung, itu kali yang perlu dibicarakan terus. Tapi kalau kembali dikaitkan dengan transportasi pedesaan, seringkali yang bikin ekonomi rakyat kian kepepet itu ya pungutan sepanjang jalan juga. Dulu kita pikir karena Perda, tapi ternyata ya ulah oknum saja. Salam, Risfan Munir --- On Tue, 12/15/09, Ibnu Taufan <[email protected]> wrote: From: Ibnu Taufan <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: jalur sepeda, leisure time & kapitalisme To: "Risfan Munir" <[email protected]> Date: Tuesday, December 15, 2009, 9:50 PM Apakah pilih kapitalisme selalu hrs mengancam ekonomi kerakyatan ? Mengikuti pahamnya M. Yunus, Grameen Bank ..katanya dia mengambil "kapitalisme baik" untuk mengajak orang miskin di Bangladesh, mewujudkan mimpinya membangun 'social entrepreneurship' .. Tampaknya berhasil dan jadi rujukan banyak negara juga .. Memang jadi pertanyaan apakah kapitalisme Bangladesh masih prematur shg tidak mengancam dan merusak ekonomi rakyat ..? Wallahuallam .. Salam, IBNU TAUFAN, PNPM Mandiri Perkotaan Jakarta Selatan, Indonesia from Mobile BlackBerry®INDOSAT From: Risfan M <[email protected]> Date: Tue, 15 Dec 2009 19:40:18 -0800 (PST) To: <[email protected]> Subject: [referensi] Re: jalur sepeda, leisure time & kapitalisme Pak Eko, Begitu ya. Jadi ingat bukunya Friedman jaman belajar Regional Planning dulu, "Territory and Function." Dia menampilkan dua pilihan orientasi pada Fuction yang bertolak dari pengalaman mengembangkan wilayah pasca Great Depression, dan mungkin proyek Venezuela dia. Yang mana di USA pun tak bebas dari soal kesenjangan antar wilayah yang cukup berarti. Artinya penjalaran pertumbuhan via sistem perwilayahan dan sistem pusat juga harus mengahadapi perilaku "capital." Apalagi Dunia Ketiga. Lalu dia coba gali kemungkinan "territory closure", model isolasi dari kapital, mungkin mirip idealnya Kaenbeun nya Pak Djarot. Yang jelas Friedman mencoba mengeksplorasi dari ide desa idealnya Mao. Tapi kita tidak tahu setelah China sendiri sekarang memilih jalan kapitalisme juga. Jadi masih adakah lagi pilihan? Salam, Risfan Munir --- On Tue, 12/15/09, Eko B K <ekobu...@yahoo. com> wrote: From: Eko B K <ekobu...@yahoo. com> Subject: RE: [referensi] Re: jalur sepeda? leisure time To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Tuesday, December 15, 2009, 8:22 PM Pak Risfan ysh., Menurut hemat saya jawabannya terletak pada "kapitalisme" ... Kapital yg terus terakumulasi menciptakan kesenjangan antara pemilik modal dan buruh, dan antara bangsa yg mengenal kapitalisme dan yg belum... salam.. --- On Tue, 12/15/09, Risfan Munir <risf...@yahoo. com> wrote: From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> Subject: RE: [referensi] Re: jalur sepeda? leisure time To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Tuesday, December 15, 2009, 8:36 PM Pak Eko ysh, Mengapa ekonomi/bangsa yang lebih modern mendominasi ekonomi yang less. Dalam istilah lain Daya Saing Ekonomi nya (?). Salam, Risfan Munir From: Eko B K <ekobu...@yahoo. com> Sent: Tuesday, December 15, 2009 11:42 PM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] Re: jalur sepeda? leisure time Pak Eka, Siapa yg menikmati kualitas kehidupan terbaik? Orang Perancis bangga dgn notion mereka yg dikutip negara2 barat lainnya: l'art de vivre... seni menjalani kehidupan: makanan enak, leisure time yg panjang, fashion, dst... Beberapa tahun hal ini juga dijadikan senjata oleh mereka, sebuah media Perancis mengeluarkan hasil analisis bahwa walaupun GDP/cap US lebih tinggi dr Prancis, tapi kalau faktor lama bekerja dimasukan dlm perhitungan maka tampak bahwa GDP/cap/jam Perancis lebih tinggi, artinya orang Perancis bekerja lebih produktif dan memiliki leisure time lebih panjang... Tapi ada yg dilupakan, yakni faktor dominasi... Dgn GDP/cap yg tinggi dan jumlah penduduk yg jauh lebih besar (4 kalinya), tentu kekayaan total US lebih besar dr Perancis, dan kekayaan ini dapat diterjemahkan dlm kemampuan investasi, kekuatan militer, dsb... pd akhirnya negara yg lebih kaya (sama juga dgn manusia) mendominasi mereka yg lebih miskin... dan dgn dominasi tsb mereka menarik kekayaan yg lebih besar lagi... Dlm konteks cerita Pak Eka, tentu saja masyarakat less modernized memiliki leisure time lebih banyak, dan mungkin kualitas hidup yg lebih tinggi, tapi ini juga debatable... kebebasan bergerak masyarakat modern jelas lebih tinggi, manusia modern sekrg bisa ke negara manapun dlm hitungan jam atau hari, misalkan, belum lagi fasilitas kesehatan dan kemudahan2 lainnya, sehingga waktu leisure saja sebetulnya ukuran kuantitas, bukan kualitas hidup, bisa saja yg leisure timenya lebih sedikit memiliki kualitas menikmati leisure tsb lebih besar... jadi tergantung kriteria yg disepakati bersama ttg apa itu kualitas hidup... nah apalagi kalau kita bicara faktor dominasi tadi... tentu saja masyarakat less modernized akan selalu struggle menghadapi dominasi masyarakat modern... salam... --- On Tue, 12/15/09, ffekadj <4ek...@gmail. com> wrote: From: ffekadj <4ek...@gmail. com> Subject: [referensi] Re: jalur sepeda? leisure time To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Tuesday, December 15, 2009, 5:05 PM Pak Eko ysb, saya teringat dengan kajian Richard B. Lee tentang 'siapa yang menikmati kualitas kehidupan terbaik?' Asumsi selama ini: masyarakat industri Eropah: leisure time merupakan salah satu ciri utama masyarakat beradab dan modern. Lee membandingkan alokasi waktu bekerja pada 3 peradaban: untuk pekerjaan subsisten (jam/minggu) : !Kung San (pemburu-peramu) : 21,6; Machikuenga (hortikultur) : 41,3; kelas menengah Perancis (industri) : 52,5. Total waktu kerja dengan pekerjaan di rumah : !Kung San : 44,5; Machikuenga : 54,6; dan Perancis : 67,9. Kesimpulannya: leisure time bukan ciri masyarakat beradab atau modern. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, Eko B K <ekobu...@...> wrote: > > ..... yg kaya2 biasanya liburan di Bali di hotel2 khusus yg terpencil > isolated atau pulau2 pribadi di Pacific yg eksotik atau kabin2 pribadi di > Gstaad Swiss dan kalau belanja biasanya di butik2 khusus di NY, Paris atau > Milan... > > Saya tahu perdebatan kita sudah keluar dr rel topik jalur sepeda, tapi saya > menikmati... terus terang saya ke Lijnbaan cuma lewat aja, biasanya sih ke > Blaak, cari barang second, boro2 nyari yg mewah...:) > > salam..

