Pak Eko dan sahabats,

Di Jogja sudah ada jalur khusus sepeda, ditandai dengan garis kuning 
putus-putus. Kapan-kapan saya kirimkan fotonya, biar ada buktinya. Saya belum 
memeriksa, apakah jalur sepeda ada yang berimoit dengan jalur trans jogja, jika 
ada tentunya rame deh ! Perlu diingat, Jogja itu senang meniru-niru, di Jakarta 
ada trans Jakarta di Jogja juga demikian, biar Njakarta ya. Tetapi mungkin baik 
juga.

Menurut saya, sebenarnya kota seperti Jogja, yang tidak terlalu luas dan ada 
jalan lingkarnya, sebenarnya pemberdayaan jalan lingkar mendesak, misalnya 
dibuat semacam TITIAN SAMIRANA seperti di Taman Mini Indonesia Indah itu jadi 
menarik....ada unsur rekreasi tetapi juga ada unsur transportasi dalam arti 
pergerakan manusia...tetapi ini hanya mimpi saja ditambah imajinasi....

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Thu, 12/17/09, Eko B K <[email protected]> wrote:

From: Eko B K <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Release Indonesia Most Liveable City Index 2009
To: [email protected]
Date: Thursday, December 17, 2009, 7:53 PM







 



  


    
      
      
      Bravo IAP mampu menyusun index ini, saya sedang download laporan 
lengkapnya tapi kok belum tuntas2 ya? 

haha melihatnya jangan seperti itu mas Dwiagus, tapi begini bahwa tanpa 
direncanakan dgn baik pun Bandung sudah nyaman, apalagi kalau direncanakan dgn 
baik pasti lebih nyaman lagi, itulah gunanya perencanaan kota...:)
Kira2 apakah Bandung sudah waktunya memiliki jalur sepeda? 

salam..




--- On Thu, 12/17/09, Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> wrote:

From: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com>
Subject: Re: [referensi] Release Indonesia Most Liveable City Index 2009
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Thursday, December 17, 2009, 1:16 PM







 



    
      
      
      












Kalow melihat Bandung, peringkat 4 soal kenyamanan, tapi tata kotanya jeblok 
menurut warganya. Apa ini tandanya tata kota yg baik atau buruk, gak terlalu 
menentukan kenyaman seorang warga kota. Mungkin emang dah nature-nya bandung 
nyaman utk ditinggali.
Ah gak tau deh. Mungkin mas eko bisa meng-induksi- nya hehehehe

Salam
Dwiagus

»»»  digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~  Genjot Teruuusss... !!!From:  
dani muttaqin <dhani_...@yahoo. com>
Date: Thu, 17 Dec 2009 03:36:03 -0800 (PST)To: <plano_2...@yahoogro ups.com>; 
<refere...@yahoogrou ps.com>; <direksec_iap@ yahoo.com>Subject: [referensi] 
Release Indonesia Most Liveable City Index 2009

 



    
      
      
      Rekan-rekan Ysh,

Salah satu program unggulan IAP pada tahun 2009 adalah menyelenggarakan 
Indonesia Most Liveable City Indeks 2009. Penelitian dilakukan untuk mengetahui 
persepsi warga kota mengenai tingkat kenyamanan hidup di 12 Kota Besar di 
Indonesia. Most Liveable City Index 2009 telah dirilis ke publik dalam Press 
Conference pada 16 Desember 2009. 



Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap warga di
masing-masing kota diketahui bahwa Nilai
rata-rata (mean) indeks adalah 54,17, dengan persepsi tingkat kenyamanan
tertinggi di Kota Yogyakarta yaitu sebesar 65,34 dan persepsi kenyamanan
warga yang paling rendah adalah Kota Pontianak
dengan indeks 43,65.  






 
  
  No 
  
  
  Kota 
  
  
  Index 
  
 
 
  
  1 
  
  
  Yogyakarta 
  
  
  65.34 
  
 
 
  
  2 
  
  
  Manado 
  
  
  59.9 
  
 
 
  
  3 
  
  
  Makassar 
  
  
  56.52 
  
 
 
  
  4 
  
  
  Bandung 
  
  
  56.37 
  
 
 
  
  Rata - Rata (Mean) 
  
  
  54.17 
  
 
 
  
  5 
  
  
  Jayapura 
  
  
  53.86 
  
 
 
  
  6 
  
  
  Surabaya 
  
  
  53.13 
  
 
 
  
  7 
  
  
  Banjarmasin 
  
  
  52.61 
  
 
 
  
  8 
  
  
  Semarang 
  
  
  52.52 
  
 
 
  
  10 
  
  
  Medan 
  
  
  52.28 
  
 
 
  
  9 
  
  
  Palangkaraya 
  
  
  52.04 
  
 
 
  
  11 
  
  
  Jakarta 
  
  
  51.9 
  
 
 
  
  12 
  
  
  Pontianak 
  
  
  43.65 
  
 





Untuk Kriteria Penataan
Kota, Kota Palangkaraya memiliki angka prosentase tertinggi dipersepsikan
oleh warganya memiliki penataan kota yang baik, yaitu sebanyak 51 %.   Hal yang 
sebaliknya terjadi dengan Kota Bandung. Kota
dengan persepsi terendah untuk aspek tata kota adalah Kota Bandung hanya 3 %.
Artinya bahwa hanya 3 % responden warga Kota Bandung yang menganggap penataan
kota Bandung baik, selebihnya 97 % menganggap aspek penataan Kota Bandung buruk.
 



Untuk Kriteria
Ketersediaan Lapangan Kerja, Warga Kota Jakarta memiliki persepsi
yang paling rendah, yaitu hanya 10 % responden warga Jakarta menilai
ketersediaan lapangan kerja di Jakarta baik. 

Kota dengan persepsi
warga paling nyaman adalah Kota Yogyakarta. Hampir pada semua
kriteria, persepsi warga Kota Yogyakarta selalu diatas 30 %, kecuali untuk
criteria ketersediaan lapangan kerja dan ketersediaan fasilitas untuk kaum
difable.  

Kota dengan persepsi warga paling tidak nyaman adalah Kota
Pontianak. Kota Pontianak memiliki persepsi kenyamanan warga yang rendah hampir 
pada semua
kriteria. 

Semua
kota belum memberikan fasilitas yang memadai bagi penyandang cacat.
Buruknya fasilitasi bagi penyandang cacat ini dapat diartikan pula bahwa semua
kota belum memiliki fasilitasi yang baik bagi kaum manula dan ibu hamil,
padahal mereka semua juga merupakan warga kota yang harus diperhatikan. 

Untuk hasil lengkap dapat dilihat di : http://www.iap. or.id/ark_ indx.asp

Liputan beberapa media masa dapat dilihat di :
1. http://www.mediaind onesia.com/ read/2009/ 12/12/111966/ 92/14/Yogyakarta 
_Kota_Paling_ Layak_Huni
2. http://matanews. com/2009/ 12/17/iap- yogyakarta- paling-layak- huni/
3. http://www.tempoint eractive. com/hg/nasional/ 2009/12/17/ brk,20091217- 
214321,uk. html
4. http://www.mediaind onesia.com/ read/2009/ 12/12/111966/ 92/14/Yogyakarta 
_Kota_Paling_ Layak_Huni
5. http://www.pu. go.id/index. .asp?site_ id=001&news=ppw161209gt. 
htm&ndate=12/16/ 2009%204: 39:03%20PM
6. http://www.iap. or.id/detail_
 brt.asp?id= 66

Semoga Most Liveable City Index ini menjadi sebuah
 pertimbangan bagi stakeholder pembangunan kota dan langkah maju dalam 
mewujudkan Kota-kota Indonesia yang nyaman di masa mendatang.

Terimakasih

Dhani Muttaqin
Direktur Eksekutif IAP


 



      

    
     

    










    
     



 





      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke