Selamat Mas Djarot, Kabarnya tambah Doktor tambah yang pinter muter-muter sehingga sang awam tambah mumet.... he he he....selamat menjadi elit akademikus, semoga lebih membumi dan tidak terjebak dengan teori-teori yang tidak sesuai waktu-ruang kultural setempat ya.... Indonesia membutuhkan actioner lapangan (tentu yang bijak) daripada konseptor yang sibuk dibelakang meja.... Semoga tidak diawang-awang terus ya...
Salam hangat dari adikmu, yang baru keluar dari belantara... Ongkowijoyo 2009/12/22 Djarot Purbadi <[email protected]> > > > Dear Sahabatku semua, > > Saya merasa sangat terharu atas semua perhatian, dukungan dan doa dari para > sahabat milis referensi ini. Saya merasakan manfaat yang begitu luar biasa, > sebab melalui diskusi-diskusi kritis yang saya alami beberapa waktu > belakangan ini telah memantapkan persiapan ujian saya. Keberhasilan saya > terkait dengan peran panjenengan semua yang telah "menguji" saya terlebih > dahulu sebelum para penguji formal mendadar saya di ruang ujian itu. Diskusi > di milis ini tidak kalah hebat dan tajamnya dibandingkan dengan diskusi di > dalam ruang ujian, jadi sebenarnya saya mengalami ujian dua kali yang luar > biasa. > > Selain itu, pemahaman saya tentang riset induksi, khususnya yang menajam ke > fenomenologi semakin dimantapkan melalui dua ajang diskusi tersebut, maka > saya merencanakan akan membagikan pengalaman ujian kemarin untuk memperkaya > atau memantapkan pengetahuan tentang apa yang pernah kita diskusikan > sebelumnya. Saya sudah menemukan pola disertasi fenomenologi yang > "subyektivitasnya dibenarkan" begitu istilah Pak Haryo Winarso ketika > mengomentari tulisan saya. Ini sangat seru dan akan menjadi pencerahan yang > menarik. > > Beberapa hari sebelum ujian saya memang bingung, istilah orang stress, > makan nggak enak tidur nggak nyenyak, tensi naik badan panas dingin. Maklum > kembali menjadi bayi, jika panas tambah cerdas ya. Pagi menjelang ujian, > saya tidak mau makan, di dalam ujian ternyata nggak lapar, hanya haus, dan > setelah ujian selang 3 jam baru saya bisa makan. Ketika saya mengatakan > kepada Prof Djun setelah ujian usai bahwa saya belum makan sejak pagi beliau > spontan berkata "kok berani-beraninya !" Kemudian kami tertawa ngakak berdua > di ruang ujian itu. > > Terima kasih, saya bangga telah numpang cerdas dalam milis ini ! > > Salam, > > Djarot Purbadi > > http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK] > http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF] > http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com > >

