Rekans Asw, ad kenangan bersama Gus Dur (semoga dirahmati Allah swt), beberapa tahun silam. 1. Tahun 1978 saat pertama kali jumpa beliau di acara sarasehan peringatan mauled Nabi Muhammad yang disponsori Dewan Mahasiswa ITB, digelar di lapangan basket ITB. Acaranya dialog santai dalam bentuk kelompok2 seperti mentoring/usrah yang masing-masing ada tokohnya, seperti MAW Brower, Syubah Asa, WS Rendra, Ahmad Sadali, dll. Waktu itu saya kebagian seksi sibuk (sekum). Gaya humor memang mengalir terus dari kelompok Gus Dur dan kelompok WS Rendra. 2. Sekitar th 1986, saya belajar mengikuti pengajian terbatas bersama beliau, Cak Nur Cholis Majid (alm), Bang Eki Syahruddin (alm) mantan dubes China, mas EMHA, mas Dawam Rahardjo, dan Pak Gunawan Muhammad, membahas peradaban Islam dan kekinian. Kesan saya, waktu itu, diskusinya ‘ruwet’ karena agak filosofis. Jadilah saya sebagai pendengar setia. 3. Th 1988-89, saya bersama almarhum, juga KH Idham Chalid (alm), KH Fuad Buntet (alm), Mas Achmad Satari dan yang lain berinvestasi mendirikan usaha pabrik air mineral Moya Zamzami (Moya Baried) hingga beroperasi mengikuti pasar Aqua dan Ades. Kalau tidak salah, Moya adalah pabrik yang ke tiga (setelah Aqua dan Ades) di kawasan Cimelati Sukabumi. Lokasinya mengikuti prinsip aglomerasi, dan saya kebagian menyusun lay out pabrik bersama sdr Ahim Maihara. Secara posisi lokasi sumber air bersih, saya meyakini lebih bagus (melimpah). Beliau dalam beberapa pertemuan pendiri dan pemegang saham, selalu menjadi rujukan/tempat berkonsultasi. 4. Di sekitar th 1990, saya bersama 4 orang kawan mengiringi beliau menyambangi acara Haul pesantren Buntet Cirebon malam hari, dan keesokan harinya menuju ke pondokan Habib Alie di kota Pekalongan, sorenya langsung berziarah ke makam Syech Sunan Gunung Jati Cirebon. Fisik beliau kuat dan gesit. Namun, sekarang beliau sudah di alam Rahmat dan kembali penuh kedamaian..nafsul mutmainah. Mohon maaf bila ada yang salah bersama beliau…Koes.

