Gak ada efek jera.. negara jadi rugi karena upaya-2 penegakkan hukum jadi mubazir ketika dipidana tidak lebih dari 'liburan panjang'..
Apa sebaiknya kalo koruptor itu juga disita aset sehabis-habis nya ya.. Betul juga.. mungkin Aulia Pohan sedang gak dalam tahanan... tapi sedang 'cuti' dari tahanan. hmmm... Salam, -K- 2010/1/11 Bambang Tata Samiadji <[email protected]> > > > Dalam kasus ini, menjadi pertanyaan : > > 1. Apakah negara dirugikan? Padahal semua itu Ayin (Artalyta) sendiri yang > membiayai. > 2. Apakah ada diskriminasi? Padahal penguni sel lain juga boleh menikmati > fasilitas yang dimiliki Ayin. Penghuni lain merasa senang adanya fasilitas > itu koq... > 3. Bukankah ini sesuai dengan konsep lembaga pemasyarakatan yang bukan > penjara. > > Tidak membela Ayin sih, tapi bagaimana keadaan ruang sel-nya Aulia Pohan? > > Thanks. CU. BTS. > > --- On *Tue, 1/12/10, parino rahardjo <[email protected]>* wrote: > > > From: parino rahardjo <[email protected]> > > Subject: Re: [futurologi] Hotel.. eh.. Penjara Artalyta > To: [email protected] > Date: Tuesday, January 12, 2010, 4:13 AM > > > Ini adalah kenyataan dari penerapan hukum di Indonesia, dan gak heran > kalau para bos pengedar Narkoba dapat mengendalikan bisnisnya dari balik > 'penginapan penjara; jadi gak ada habisnya bisnis haram narkoba dapat di > hapus dari Bumi Indonesia, karena dapat memperkaya banyak orang. > > --- On *Mon, 1/11/10, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>* wrote: > > > From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> > Subject: Re: [futurologi] Hotel.. eh.. Penjara Artalyta > To: futurol...@yahoogro ups.com, refere...@yahoogrou ps.com > > Date: Monday, January 11, 2010, 12:42 AM > > > > Kemarin kita sempat membahas penjara. > -K- > > > > Pedal Powered BikeBerry > ------------------------------ > *From: *mand...@gmail. com > *Date: *Mon, 11 Jan 2010 03:35:46 +0000 > *Subject: *[futurologi] Hotel.. eh.. Penjara Artalyta > > > Tidak ada itu pengkhususan! Tidak ada itu pengistimewaan! Semua tahanan > derajatnya sama! .. kecuali.. ehm.. kalau duit situ berlebih.. > > Salam, > CA > > Source: http://m.kompas. com/news/ read/data/ 2010.01.11. > 1005107<http://m.kompas.com/news/read/data/2010.01.11.1005107> > > --begins-- > Arthalyta Sedang Dirawat Wajahnya oleh Dokter Spesialis > >  > KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO > > JAKARTA, KOMPAS.com - Inspeksi mendadak oleh anggota Satuan Tugas > Pemberantasan Mafia Hukum, Minggu (10/1/2010) malam, di Rumah Tahanan Khusus > Wanita Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur, menemukan sejumlah fakta > mencengangkan. > > Sejumlah ruangan di dalam gedung perkantoran, yang berada di dalam kompleks > rutan tersebut, seharusnya gedung untuk perkantoran petugas rutan, disulap > menjadi ruang pribadi mewah yang dipakai beberapa narapidana semacam > terpidana kasus suap Arthalyta Suryani dan terpidana seumur hidup kasus > narkoba, Limarita. > > ”Tadinya saya cuma dengar kabar ada fasilitas mewah diberikan kepada > narapidana tertentu, tapi baru sekarang saya lihat sendiri. Ternyata jauh > lebih luar biasa. Tadi kami lihat sama-sama, ruangan Limarita malah punya > ruang karaoke khusus yang begitu mewah,” ujar anggota satgas, Yunus Husein, > tertawa. > > Yunus bersama dua anggota satgas lain, Denny Indrayana dan Mas Ahmad > Santosa, mendatangi satu per satu ruangan mewah itu dan mengajak keduanya > bicara. Ruangan mewah milik Arthalyta berada di lantai tiga gedung dan > mendapat giliran pertama yang mereka kunjungi. Saat para anggota satgas dan > wartawan tiba, Arthalyta tengah menjalani perawatan wajah dari seorang > dokter spesialis dengan peralatan khusus di dalam ruangan itu. > > Sementara itu, ruang Limarita berada di lantai dua. Dalam pengamatan > Kompas, orang luar dipastikan tidak akan menyangka bahwa ruangan di gedung > perkantoran tersebut ”dialihfungsikan” menjadi ruang tahanan mewah, yang > fasilitasnya setara hotel bintang lima. Hal itu karena bangunannya > sebetulnya berfungsi sebagai gedung perkantoran dan letaknya terpisah dari > bangunan blok-blok sel yang ada di rutan tersebut. > > Total blok sel yang ada berjumlah lima blok, yang diisi berdesak-desakan > oleh sedikitnya 1.172 narapidana. Fasilitas mewah yang ada di setiap ruangan > keduanya adalah alat penyejuk ruangan, pesawat televisi layar datar merek > terkenal, perlengkapan tata suara dan home theatre, lemari pendingin dan > dispenser, serta telepon genggam merek Blackberry. > > Ruang khusus karaoke > > Di ruang Limarita terdapat ruang khusus untuk karaoke. Dua ruangannya > dilengkapi seperangkat furnitur mewah dari kulit dan tempat tidur. Di kamar > Arthalyta terdapat beberapa macam permainan anak-anak dan tempat tidur bayi > dan dewasa. > > Limarita mengakui semua fasilitas barang mewah yang ada di ruangannya > dibelinya sendiri dan kemudian diserahkan sebagai milik Darma Wanita rutan > tersebut. Saat akan memasuki gedung rumah tahanan, para anggota satuan tugas > dan sejumlah wartawan yang ikut sempat nyaris bersitegang dengan sejumlah > petugas rumah tahanan. (DWA) > --ends-- > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > > > >

