Milisters ysh, Indonesia walau memiliki sekitar 17.000 pulau namun uniknya pada pulau terpadatnya Jawa, hanya 6.7% wilayah, dimana tinggal lbh dari 50% penduduk atau lebih dari 100 juta jiwa……… namun tidak lalu berarti bhw penduduk Jawa itu sebagian terbesarnya berjiwa bahari ………atau melakukan banyak kegiatan berkait dgn laut spt menjadi nelayan ….sering bepergian atau berpesiar dgn kapal laut, motorboat… atau membentuk kota2 pantainya menjadi waterfront, membangun banyak marina dikota2 pantainya disana sini, mengembangkan industri UKM spt motorboat utk rekreasi, industri wisata pantai yg intensip dsb……. Berbeda dgn diluar Jawa terlebih dipropinsi2 kepulauan dimana mobilitas masyarakat antar wilayah melalui laut adalah suatu keniscayaan ….tak sedikit jumlahnya penduduk dipulau Jawa terlebih di pedalamannya yg bahkan melihat pantai dan laut pun tidak sekali setahun frekwensinya, bahkan walau utk penduduk kota2 pantai spt Jakarta atau Semarang sekalipun ……terlebih itu krn sebab semakin berkurangnya pantai2 indah spt di Jakarta yg dapat mudah dicapai dan dpt dikunjungi secara gratis atau yg menyediakan tiket masuk yg murah (tiket ke Taman Impian Jaya Ancol malah semakin luar biasa mahalnya) …..tak sedikit jg penduduk di pedalaman Jawa yg bahkan belum pernah bepergian naik perahu atau kapal laut dan menyeberang ke pulau lain……… Walau disepanjang Pantura (Pantai utara Jawa) terdapat banyak kota2 besar dan menengah serta kecil seperti mulai dari Serang, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Krawang, Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang, Jepara, Rembang, Lasem, sampai Surabaya ……namun tak semuanya benar2 merupakan kota pantai kecuali Jkt, Cirebon, Tegal, Semarang, Jepara, Rembang, dan Surabaya sendiri….. Kota2 Bekasi, Karawang, Pamanukan, Indramayu, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Demak. Kudus, Pati bahkan Juwana (5km dari pantai) atau Lasem (pantainya msh berupa tambak2 ikan dan jaraknya bbrp km dari pusat kota), aplgi Bojonegoro, Babat, Lamongan samasekali bukanlah kota2 pantai…… Ini semua kiranya sedikit banyak terkait dgn sejarah pola pembangunan jalan raya Daendels dimana pada daerah bibir pantai utara Jawa dimana terdapat rawa atau paya2 tentu akan menyulitkan pembuatan konstruksi nya ……maka dipilihlah route yg lebih ‘kering’ agar mudah… dan jadilah deretan kota2 yg berkembang di pantura itu lalu tak semuanya menempel kebibir pantai ……dan budaya ‘daratan’ yg berjalan berabad2 kemudian setelah surutnya Majapahit semakin menjauhkan masyarakat di Jawa dari dunia bahari…….. Kemudian kalaupun bbrp kota2 benar2 berada tepat atau dekat dibibir pantai ---lalu tentu saja kota2 itu memiliki fasilitas pelabuhan dan tentu saja jg fasilitas rekreasi pantai--- namun tak banyak diantaranya dari fasilitas2 rekreasi pantai itu yg dpt mendorong berkembangnya jiwa bahari dan kegiatan industri2 serta aktivitas2 bahari yg berkait spt adanya marina, deretan motorboat, yacht club atau sailing club, showroom outboard motor dan services, dsb…….. Walau polanya secara mendetail tidak banyak sama antara kota2 pantai Pantura satu sama lain…. Namun nampaknya ada garis besar yg sama dari pola2 desain kota2 pantai yg menyebabkan menjadi kurang berkembangnya jiwa bahari masyarakat pulau Jawa…walau itu pada kota2 pantainya sekalipun…….salam, aby

