Milisters ysh, Ttg kota2 pantai di Jawa yg telah memiliki fasilitas wisata pantai namun kenapa jiwa bahari masyarakatnya spt msh kurang berkembang maksimal …… spt tlh tsb dimuka… pertama adalah bhw bbrp kota faktanya kurang memiliki kawasan pantai yg mudah (dan murah) utk dikunjungi ……tak jarang pantai (terlebih yg terdiri dari tambak2 ikan/ industri (Sby, Smg) justru menjadi ‘daerah belakang’ dan sulit utk dicapai……. Kedua, kalaupun suatu kota memiliki fasilitas wisata pantai ….namun kemudahan bagi masyarakatnya utk dpt bersering2 naik perahu/ mengemudikan sendiri perahu/ motorboat dgn cara yg semurah mungkin tidaklah cukup…… Ketiga, ‘didepan’ pantai2 wisata kota2 pantai di Jawa banyak tidak terdapat pulau2 yg demikian dekat jaraknya dan aman serta menyenangkan utk mencapainya ……shg lagi2 tidak terdpt ckp kemudahan utk agar sebanyak2 masyarakat dan para mudanya memiliki banyak kesempatan utk bergelut dgn kendaraan2 air dan terbiasa melakukan perjalanan ‘pelayaran’ kesuatu pulau lain walau utk jarak yg teramat dekat sekalipun……. Jakarta kebetulan saja beruntung memiliki ‘kepulauan Seribu’…. Namun tdk lalu berarti dgn penduduknya yg 10 jt jiwa lalu ada demikian banyak frekwensi perjalanan kapal ke P.Seribu serta dgn biaya murah utk mrk yg tak mampu beli motorboat pribadi…..….. di Jkt bukannya tak ada marina… setidaknya ada sebuah dimuara sungai Gunung Sahari yg sempit di Ancol dgn air yg berwarna dn berbau minta ampun ……dgn model dermaga hanya memanjang saja …..lalu ada juga di Pantai Mutiara yg eksklusif namun tak sebarang orang bisa masuk kesana….. atau dermaga Muara Baru yg dipakai utk berbagai kapal pelayaran angkutan rakyat spt kepulau Seribu dan pulau lain…. Lalu bgmn dgn di Semarang, di Surabaya?... .. atau bolehkah dibandingkan dgn Australia misalnya?... .......salam, aby

