Milister ysh, Tentu saja membandingkan Indonesia dgn negeri lain berGNP jauh diatas kita dan berpenduduk jauh lbh sedikit dibanding negeri kita bukanlah sesuatu yg fair ……. Namun kiranya tak ada buruknya utk agar dgn itu kita dpt terus berkaca dan berpacu utk terus memperbaiki diri………. Mengingat kita yg berpredikat negeri belasan ribu kepulauan dan Australia dgn hanya sktr 20.6 juta juta penduduk yg lbh dikenal sbg negara benua…… namun kalau kita ingat marina diibukota kita Jkt (12 jt penduduk) yg airnya hitam dan berbau memabokkan …. lalu kota terbesar kedua kita Surabaya (3jt penduduk) tempat kedudukan akademi militer laut dan tetap miskin juga dgn budaya marina dan sportmotorboat…. Dan jangan tanya ttg Semarang atau Cirebon, Tegal…… lalu kita membandingkan dgn Brisbane yg hanya berpenduduk 1.95 jt jiwa misalnya… Adelaide (1.3 jt)… Perth (1.6 jt) atau Darwin (hanya berpenduduk 120.000 jiwa) … atau bahkan Cairns (Queensland, 142.000 jiwa) ……..kenapa jumlah marina dinegeri benua itu malah nampak jauh lbh banyak dan dgn lingkungan2 serta arsitektur yg jauh lbh cantik aduhai? …. dermaga marina serta motor2 boat utk olahraga dan rekreasi seolah telah menjadi budaya atau bagian gaya hidup disana…… Walau negeri kita miskin namun bukannya itu lalu berarti masyarakat kita tak mampu utk berbudaya maritim ……… kita lihat bbrp orang kita tlh menjadi bagian dari deretan orang2 terkaya didunia dan mereka mampu membeli yacht mewah serta pesawat2 pribadi …... dan mari kita lihat saja budaya ‘daratan’ masyarakat dan anak2 muda kita yg mudah ber- jor2an dgn modifikasi otomotif, bermain autorally, racing tak hanya mobil namun juga spdmotor dan gokart …..padahal bukankah harga motorboat berkapasitas 25 orang dgn mesin 120PK atau 200PK juga tidak lebih mahal dari harga sebuah mobil kijang kapsul? ……sampan kayu kecil dgn motor 5PK atau 10PK juga tak lbh mahal dari harga sepedamotor?….. Kenapa budaya maritim kita di Jawa malah menjadi memble memalukan begitu? ….masalahnya adalah krn budaya maritim atau bahari kita dipulau Jawa brkali memang seusai surutnya Majapahit blm pernah dihidupkan kembali dan diupdate lagi……. Pada gambar di file 1 Pantai Timur Kenjeran, Surabaya, kita lihat circuit balap Aremania Kenjeran lbh utama dikembangkan... dan utk pengembangan jiwa bahari masyarakatnya cukuplah sementara waktu dibuatkan saja dulu sunset view.......dan sementara itu pada kota Cairns di Queensland, 142.000 jiwa..... marina dan yachtclubnya nampak demikian mewah dan ramai dikunjungi penduduk maupun wisatawan..... salam, aby On Jan. 29/ 2009 aby wrote : Milisters ysh, Ttg kota2 pantai di Jawa yg telah memiliki fasilitas wisata pantai namun kenapa jiwa bahari masyarakatnya spt msh kurang berkembang maksimal …… spt tlh tsb dimuka… pertama adalah bhw bbrp kota faktanya kurang memiliki kawasan pantai yg mudah (dan murah) utk dikunjungi ……tak jarang pantai (terlebih yg terdiri dari tambak2 ikan/ industri (Sby, Smg) justru menjadi ‘daerah belakang’ dan sulit utk dicapai……. Kedua, kalaupun suatu kota memiliki fasilitas wisata pantai ….namun kemudahan bagi masyarakatnya utk dpt bersering2 naik perahu/ mengemudikan sendiri perahu/ motorboat dgn cara yg semurah mungkin tidaklah cukup…… Ketiga, ‘didepan’ pantai2 wisata kota2 pantai di Jawa banyak tidak terdapat pulau2 yg demikian dekat jaraknya dan aman serta menyenangkan utk mencapainya ……shg lagi2 tidak terdpt ckp kemudahan utk agar sebanyak2 masyarakat dan para mudanya memiliki banyak kesempatan utk bergelut dgn kendaraan2 air dan terbiasa melakukan perjalanan ‘pelayaran’ kesuatu pulau lain walau utk jarak yg teramat dekat sekalipun……. Jakarta kebetulan saja beruntung memiliki ‘kepulauan Seribu’…. Namun tdk lalu berarti dgn penduduknya yg 10 jt jiwa lalu ada demikian banyak frekwensi perjalanan kapal ke P.Seribu serta dgn biaya murah utk mrk yg tak mampu beli motorboat pribadi…..….. di Jkt bukannya tak ada marina… setidaknya ada sebuah dimuara sungai Gunung Sahari yg sempit di Ancol dgn air yg berwarna dn berbau minta ampun ……dgn model dermaga hanya memanjang saja …..lalu ada juga di Pantai Mutiara yg eksklusif namun tak sebarang orang bisa masuk kesana….. atau dermaga Muara Baru yg dipakai utk berbagai kapal pelayaran angkutan rakyat spt kepulau Seribu dan pulau lain…. Lalu bgmn dgn di Semarang, di Surabaya?..... atau bolehkah dibandingkan dgn Australia misalnya?..........salam, aby

