Milisters ysh, Membangun jiwa bahari dipulau Jawa yg terlanjur banyak berbudaya daratan yg nyaman memang bukan perkara mudah ……..namun dizaman modern ini dgn berbagai ragam teknologi yg demikian majunya tentu cita2 demikian bukanlah terlampau muluk dan tak mungkin ……. Sblm diketemukan sistem mesin maka yg namanya kebutuhan hidup manusia dpt dikatakan sbg sederhana dan nyaris statis …….namun pada zaman modern ini kita lihat kebutuhan manusia bisa menjadi (atau bisa dibuat2 menjadi) demikian amat beragamnya…….. Sampai 1990-an begitu sulitnya perumahan2 di Jakarta meminta sambungan telpon walau berapa juta rp.pun mereka mau membayar …. dgn kemajuan teknologi kini tak hanya setiap rumah ..…bahkan kini setiap pembantu rumahtangga, tukang bangunan atau pedagang sayur dipasarpun memilikinya ……pulsa, miscall atau sms kini jadi kata sehari2 populer….... Ketika teknologi tv dan tv swasta/ VCD belum muncul….. tak ada kebutuhan ttg rumah produksi ….stok artis …skenario film…. player/ playstation dan keping vcdnya, jg komputer, kamera….dsb. namun begitu sesuatu produk teknologi muncul… maka manusia dapat disihirnya utk tiba2 memiliki kebutuhan tinggi utk memilikinya atau membelinya…… Psikologi demikian kemudian dipakai oleh para industrialis utk menstimulasi dan memacu kebutuhan2 (baru) manusia …….sedemikian pandainya para industrialis dan para desainers menciptakan pasar ……sehingga manusia dibuatnya mau pingsan kalau tak bisa memiliki suatu produk baru teknologi yg menarik itu……. Lalu mengapa kita tak memakai psikologi taktik/ taktik psikologis itu utk membangkitkan (kembali) minat jiwa bahari penduduk Jawa agar menggemari lautan? ........agar menggemari perahu, motorboat dan kapal serta menyelam?........agar dengan demikian berbagai multi dimensi pembangunan yg berkait dgn bidang itu dapat pula dibangkitkan?...........salam, aby

