Pak Mod, Pak Efha dan Sahabat Referensiers, Pertama kepada pak Mod, lapor pak, saya masih terima berita referensi. Terimakasih tak dicoret setelah lebih tiga bulan terakhir diam saja. Sekalian juga respon posting pak Efha tentang pertumbuhan ekonomi regional dan dominasi Jawa untuk diskusi lebih lanjut.
Saya kira yang dimaksud oleh berita tersebut adalah dominannya kontribusi nilai tambah bruto (NTB) Jawa pada tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi regional masing-masing region relatif tidak akan terlalu jauh berbeda. Artinya, jika pun ada variasi, standar deviasi dari pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata 4,5% kurang lebih tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi nilai tambah bruto Jawa 58,1% dibandingkan Maluku dan Papua 2% tidak membantu memberikan penjelasan tentang welfare (aggregat PDRB per kapita misalnya). Jika penduduk Maluku dan Papua punya pendapatan riil Rp 1000/kapita tentu lebih baik dibandingkan dengan pendapatan penduduk Jawa Rp 900 per kapita. Tentu saja konsep welfare tidak semata-mata pada pendapatan riil tetapi juga akses terhadap infrastruktur, pendidikan, kesehatan dsb. Dari pada terlalu fokus pada dominasi Jawa dan the rest of Indonesia, mungkin lebih baik membuat analisis apakah kebijakan regional yang ada sudah menunjukkan konvergensi atau justru konvergensi, pendekatan sigma dan beta convergence? He he he.. terpaksalah saya bicara pendekatan positivisme, walaupun saya punya apresiasi terhadap fenomenologi. Sejauh yang saya pahami, pada tataran makro dan aggregat, BPS yang membuat perhitungan pertumbuhan ekonomi setiap triwulan. Pendekatannya adalah PDB menurut pengeluaran, PDB = C+I+G+X-M, karena angka ini relatif mudah diperoleh secara aggregat. Estimasi PDRB pada masing-masing wilayah diestimasi dari angka aggregat nasional setelah melalui proses konsolidasi. Jika rekan sahabat referensier perlu analisis ekonomi regional dan indikator makro, Bank Indonesia punya analisis pertumbuhan ekonomi regional setiap wilayah per triwulan (lag sat triwulan). Laporan ini disiapkan oleh Kantor Bank Indonesia (KBI). Saya kira Dr Iwan Jaya Azis perlu diberi apresiasi karena sejak awal sebagai dosen FEUI memberi dorongan BI buat analisis ekonomi makro pada level regional. Sila intip website resmi Bank Indonesia. Salam, Nuzul Achjar . 2010/2/10 <[email protected]> > > > Sahabat-sahabat referensiers ysh, > > Mungkin bisa jadi bahan diskusi bersama.. > Apakah tetap dominannya Jawa dalam pertumbuhan perekonomian nasional > merupakan suatu hal yang baik atau kurang baik.... Dan bagaimana selanjutnya > > Salam, > > Fadjar-Undip > > > Dari Kompas.com: > http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/10/16034246/Jawa.Masih.Mendominasi.Perekonomian.Nasional > *Jawa Masih Mendominasi Perekonomian Nasional* > Laporan wartawan *KOMPAS Orin Basuki* > Rabu, 10 Februari 2010 | 16:03 WIB > PANDU > Peta Jawa > *TERKAIT:* > > - Ekonomi Tumbuh 4,5 Persen, Pemerintah Bersyukur > > <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/10/14440355/Ekonomi.Tumbuh.4.5.Persen..Pemerintah.Bersyukur..> > - Pengangkutan dan Komunikasi Paling Agresif pada > 2009<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/10/13324312/Pengangkutan.dan.Komunikasi.Paling.Agresif.pada.2009> > - BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Capai 4,5 > Persen<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/10/13085158/BPS:.Pertumbuhan.Ekonomi.2009.Capai.4.5.Persen> > - Econit: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi tetapi > Rapuh<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/09/16405238/Econit:.Pertumbuhan.Ekonomi.Tinggi.tetapi.Rapuh> > - Pertumbuhan Ekonomi Masih Didorong > Konsumsi<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/05/14462347/Pertumbuhan.Ekonomi.Masih.Didorong.Konsumsi> > - *GramediaShop: *Buku Pintar Bertanam Buah > Naga<http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792254044> > - *GramediaShop: *Smart Money Games > <http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792743722> > > *JAKARTA, KOMPAS.com *- > Badan Pusat Statistik atau BPS melaporkan pusat pertumbuhan ekonomi masih > terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dari pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yang > mencapai 4,5 persen, Pulau Jawa berperan menyumbangkan 58,1 persen. > > "Ini merupakan masalah yang perlu diselesaikan di masa akan datang. > Kontribusi Jawa yang demikian menunjukkan aktifitas ekonomi masih > terkonsentrasi di satu tempat. Adapun tempat lain masih sangat rendah," ujar > Deputi Neraca dan Bidang Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS), > Slamet Sutomo di Jakarta, Rabu (10/2/2010) saat menyampaikan hasil > perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2009. > > Setelah Jawa, daerah yang dilaporkan memiliki aktifitas ekonomi paling > ramai kedua adalah Sumatera yang memberikan peran 23,4 persen. Selanjutnya > adalah Kalimantan yang menyumbangkan 9,2 persen; lalu Sulawesi 4,5 persen; > kemudian Bali dan Nusa Tenggaran 2,7 persen; serta Maluku dan Papua sebesar > 2 persen. > > "Butuh penguatan di daerah-daerah di luar Jawa, antara lain dengan suntikan > investasi yang lebih banyak ke wilayah luar Jawa. Hanya itu cara untuk > mendorong aktifitas ekonomi di daerah lain," ujar Slamet. > > > > > >

