Nampaknya menarik juga sekali2 membaca komentar2 politik seputar peluang perubahan peta koalisi partai2 berkait hari pembacaan kesimpulan akhir hasil kerja pansus skandal century.........mengutip dari Detik Forum : Dukungan Gerindra Merubah Total Peta Koalisi Uticon : Komposisi kursi parpol di DPR: Demokrat : 150 Golkar : 107 PDIP : 95 PKS : 57 PAN : 43 PPP : 37 PKB : 27 Gerindra : 26 Hanura : 18 Pada saat Golkar & PKS terus mengambil posisi berseberangan dengan koalisi, mereka berhitung bahwa tanpa mereka koalisi akan menjadi minoritas dengan hanya 257 kursi (PD+PAN+PPP+PKB) dari total 560 kursi atau 46%. Dengan begitu mereka sangat confident bahwa SBY tidak akan berani mengeluarkan mereka dari koalisi. Yang sama sekali tidak mereka duga, pada saat injury time Gerindra berubah 180 derajat. Indikator2 lainpun menunjukkan adanya hubungan yang lebih intens antara SBY dengan PS. Dengan masuknya Gerindra dalam koalisi (minus Golkar & PKS) maka jumlah kursi koalisi menjadi 283 kursi atau 50,5%. Walaupun hanya pas-pasan tapi sudah menjadi mayoritas. Dengan perubahan peta ini maka bekal SBY untuk melakukan perubahan koalisi menjadi semakin besar yaitu dengan mendepak Golkar & PKS dan menggantinya dengan Gerindra. Ujian terakhir bagi kesetiaan parpol koalisi ada pada rapat pleno kesimpulan akhir pansus & rapat paripurna. Apabila PG & PKS tetap mengambil sikap beroposisi, maka itulah batas toleransi bagi mereka. Kalau menurut ane, Golkar akan tetap pada pendirian mereka karena kepentingan pribadi ARB. ARB kelihatannya sudah kalap dan sudah tidak lagi memikirkan tentang partainya. Pokoknya kepentingannya untuk menggeser SMI sudah harga mati. Nah yang menarik untuk dilihat adalah PKS, karena partai ini sudah terkenal suka bluffing untuk mendapatkan tambahan kursi dalam pemerintahan. Akankah PKS terus pada pandangannya dan siap untuk ditendang dari koalisi ataukah mereka akan merubah pandangannya demi tetap berada dalam kekuasaan? Itulah politik, pada saat injury time 26 kursi pun sangat menentukan. Ayo rekan2 DFer dipersilahkan memberikan analisa2nya Ndeso.tulen : PKS terlalu PD bisa mengangkangi kelompok yg dulu dikenal sebagai "poros tengah" ... pada akhirnya banyak yang merasa tidak nyaman dengan dominasi PKS yg pada akhir2 ini terkuak aksi2 kerah putih nya, pilihan merapat ke kelompok penguasa jelas lebih mantaaaps Golkar, makelar politik dengan kebo-betina sudah OUChs, demikian pula dgn Hanura ... stand-alone mode uhukz Gerindra sepertinya ada masalah internal yg mendorong mereka mengambil keputusan: NOW or NEVER 8 kursi manteri dibagi2 buat 4 pendukung, sedap tho Fajar muhasan : Gokkar emang nampaknya udah bulat, PKS belum tahu di detik detik akhir...ini bercermin juga dari sikap mereka waktu pilpres. Kalo sampai koalisi bubar, maka PKS akan melakukan redifinisi kata 'koalisi'. Selama ini mereka beranggapan koalisi cuma di pemerintahan alis kader yg udah jadi mentri dilepas dari parte. mereka harus meredifinisi bahwa koalisi artinya bekerja bersama sama baik di pemerintahan maupun di DPR. Abu waras : PKS ini masih amatiran, dia hanya menjalankan Politik sesaat tanpa bisa berpikir prospek Politik Jangka panjang. Untuk saat ini Sikap PKS mungkin dielus2 dan dipuja puji oleh PDIP dan Golkar, tapi disaat 2014, maka PKS ane yakin akan kebingungan sendiri. Sebab PDIP akan bermain sendiri, dan Golkar pun akan bermain sendiri. Sebab seperti kita ketahui PKS ini tidak memiliki keberanian kalau dia bermain sendiri, karena sudah terbukti. PKS tidak bisa mencalonkan orang dari Partainya sendiri meskipun kemarin PKS dianggap sebagai "partai besar". Tapi sikap Gerindra yang tidak ingin dimanfaatkan oleh GOLKAR, justru bersikap drastis, sebab bagaimanapun Gerindra memahami bahwa, dalam Kasus Century ini Golkarlah yang akan lebih diuntungkan. Sementara Gerindra kalaupun masih ikut2an dengan Golkar maka pada akhrinya tidak mendapatkan apa-apa dan tidak kebagian apa dan hanya bisa sekedar gigit jari. Tapi kalau Gerindra saat ini merapat ke SBY dan PD, maka 2 keuntungan didapat saat ini, yaitu : 1. Penempatan Menteri Kosong yang begitu banyak, pasca Golkar dan PKS ditendang dari Koalisi. Yang mungkin bisa didapat gerindra 2-3 Menteri. 2. Investasi Politik 2014 yang sudah pasti akan mendapatkan dukungan dari SBY dan PD karena bukti dan sikap Loyalitasnya saat ini. Ndeso.tulen : ane hanya kasihan kader2 PKS yg beberapa bulan dan minggu terakhir sudah mulai mendapat alokasi kavling hidup ceria dan pengharapan indah, hanya gara2 blunder policik tokoh2 partai (yg saling telikung sendiri) ... berpotensi berubah menjadi realita pahit, puasa maning ... puasa maning Abu waras : Apapun yang akan dilakukan PKS, pasca Paripurna, dalam pandangan ane, tidak akan merubah Keputusan SBY untuk mengambil sikap yang lebih tegas, sebab bagaimanapun Sikap PKS dan Golkar saat ini, sudah dianggap sebagai bentuk Pengkhianatan terhadap Koalisi. Jadi manuver apapun yang akan dilakukan Golkar dan PKS pasca Paripurna DPR nanti, maka SBY dan PD akan berani mengatakan Wassalam. Dan ane sendiri sebagai taruhannya, kalau SBY tidak berani mengambil sikap seperti itu, maka ane akan Walkout dari DF ini. Tolong dicatat pak ketua.. Adama : Tidak ada yang menghitung PDI-P, serta pengaruhnya ke GERINDRA ? Ian vicious : Gerindra bersiap2 memajukan Prabowo utk menggantikan Budiono

