Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.....
Astaghfirullaahaaladhziim.....
Maaf ...apakah benar ya cerita ini? Kenapa ada ya seorang Rektor sampai gelap 
mata begini ya ?!
Percaya ga, sampai sekarang saya tiap hari mendapat email yg mancing seperti 
itu, malah kadang2 sampai 3 email/hari, tidak pernah saya layani sejak pernah 
saya coba layani pada sekitar thn 2003/4 yang lalu. Ceritanya waktu itu, 
setelah saya coba ikuti semua petunjuk yg diminta, maka sampailah pada tahap 
dia minta agar saya membayar semacam pajak karena saya bukan residen dan bukan 
seorg WN Belanda (waktu itu katanya Bank di Bld). Pada waktu itu saya bilang: 
"Karena kau yg tau saya dapat uang, maka silahkan dipotong dari dana yg akan 
ditransfer itu". Dia masih berdalih bahwa dia ga bisa motong dari situ. Saya 
bilang: "Prinsip bagi saya tidak dan jangan pernah membayar sepeserpun utk 
sesuatu apapun yg belum pernah saya lihat barangnya dan tidak ada org yg 
dikenal yg bisa menjamin bahwa memang barang/uang itu ada". Waktu itu katanya 
emailku menang lotere € 1juta !! Kayaknya kok tglnya pas hari ulang tahun ku 
.... Sejak itu saya yg maenin dia, ga pake bahasa Ingris lagi, pake bahasa 
prokem hahaha...dengan gambar aneh-aneh, dia nanya ga ngerti...biarin 
aja...akhirnya berhenti sendiri.
Nah...email seperti itu punya bbrp alasan utk memancing uang :
1. Menang lotere
2. Keluarga punah, pesawat jatuh, mati perang di Iraq atau di tempat lain
3. Bank yg akan mencari org utk investasi, uangnya dari org yg ga tau dimana 
ber-tahun2 ga ada kabar
4. Istri yg suaminya wafat ga punya anak dan ga mau uang diambil keluarga suami 
atau suaminya keluarga punah, dia mau charity ke negara spt Indonesia.
5. Sebagian besar yang menawarkan itu dari negara di Afrika, ada bbrp dari 
Belanda dan Hongkong. Ada juga yg mengaku di Inggris tetapi emailnya 
menunjukkan Hongkong.
6. Ada yg menggunakan Brand terkenal misalnya Microsoft, Yahoo, Fedec dsb. 
Fedec itu paling sering saya dapat dan konsisten, pake bilang dia 3 bulan ga 
menghubungi krn ke LN, stlh balik nanya lagi karena Fedec cuma menyalurkan dana 
itu dan tidak berhak memotong utk biaya transfer yang CUMA $230 ....hehe buatku 
lumayan banyak tuh! Sampai sekarang si FEDEC itu masih rajin menghub, walau ga 
diladeni. Saya pernah bilang pakai aja emailku ini sebagai bukti bahwa saya 
serahkan dana $800ribu itu untuk menolong Palestina  

Jadi untuk itu kita memang harus hati2lah....yg jadi pertanyaanku bgmn/kenapa 
ya dia milih/punya alamat emailku? Itu gampang ya. Mungkinkah ada kerjasama dg 
orang/lembaga yg kita kenal? Bisa juga gampang ya, hampir tiap hari juga HPku 
ditelepon oleh berbagai BANK di Jkt ini menawarkan kalo mau pinjem 
uang...padahal ga pernah berhubungan dg bank itu....dan rasanya ga etis banget 
dan mengganggu.
Waah...mudah2an cerita out of the box milis referensi ini tidak membuat muak 
dan menyebalkan rekan2 ya...sekadar membagi kisah agar HATI2 JANGAN MUDAH 
TERGODA....itu saja kok, dan sekaligus mohon maaf bagi yg kurang berkenan. 
Cerita mas Andri mengingatkan semua pengalaman saya ini yg insyaAllah masih 
tidak tergoda dan dilindungiNya. 
Trima kasih telah menguatkan keyakinan saya terhadap godaan tipuan itu.
Selamat pagi Referensi - 2ny

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Sun, 14 Mar 2010 16:10:08 
Subject: [referensi] Dan Rektor Pun Tertipu...

Modus operandi "pancing uang dengan uang". Korban sudah jatuh, boleh dibaca 
berita tahun 2007 di bawah. Jangan ada korban lagi..

Salam,
Andri

--begins--
Dikirimi Email, Rektor di Jakarta Tertipu Rp 1,8 Miliar 

Jakarta - Sebuah email diterima seorang rektor universitas swasta di Jakarta. 
Email berisi penugasan warga Nigeria Prince Shanka Moye membawa barang berharga 
senilai US$ 25 juta ke Indonesia. Sang rektor masuk perangkap. Jerih payah 
kerja 40 tahun pun raib. 

Penipuan ini bermula saat rektor mendapat email dari Bank of Afrika pada 3 
September 2007. Email itu berisi menugaskan warga Nigeria Prince Shanka Moye 
membawa barang berharga senilai US$ 25 juta. Barang berharga itu milik 
pengusaha Jerman yang mengalami kecelakaan. Pesawatnya jatuh di Prancis.

Namun ada syarat untuk mendapatkan barang berharga itu. Rektor diminta menyetor 
uang Rp 1,8 miliar guna biaya administrasinya.Tipu muslihat Moye memang lihai. 
Untuk menjerat sang korban, Moye menguasai secara detil pekerjaan sang rektor.

"Dia tahu betul pekerjaan saya. Dia tahu saya pernah kerja di PBB dan membantu 
proyek kemanusiaan. Makanya saya tertarik dan percaya," kata rektor yang minta 
agar nama dan universitasnya dirahasiakan ini di Polda Metro Jaya, Jakarta, 
Rabu (26/9/2007).

Setelah masuk perangkap, rektor itu pun bak menjadi ATM Moye. Jutaan uang pun 
ditrasfer ke rekening Moye. Rektor diperintahkan mentransfer uang Rp 56,7 juta 
ke BCA Cabang Mandala pada 6 September 2007. Pada hari yang sama, rektor juga 
bertemu dengan Moye dan dimintai uang Rp 350 juta.

Pertemuan tersebut berlanjut, rektor dan Moye bertemu kembali pada 7 September 
di Hotel Mulia, Senayan Jakarta. "Sudah menjual 2 rumah dan hasil kerja 40 
tahun musnah. Saya terlalu menggebu-gebu mendapatkan barang itu. Saya ingin 
membangun kampus yang membutuhkan dana besar," ujar rektor lirih.

Uang Rp 1,8 miliar selesai ditransfer, namun barang berharga tidak kunjung di 
tangan. Sang rektor akhirnya melaporkan modus penipuan ini ke Polda Metro Jaya. 
Rektor yang dibantu kepolisian mengatur siasat meringkus Moye. Keduanya sepakat 
bertemu di parkiran Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta pada 11 
September. 

Saat akan menyerahkan uang Rp 100 juta, Moye pun ditangkap. Kini, Moye mendekam 
di Resmob Polda Metro Jaya. "Uangnya kini belum kembali," cetus rektor. 
(aan/sss)

Source: http://www.detiknews.com/indexfr.php...770/idkanal/10

Source: 
http://www.adsense-id.com/forums/showthread.php/9695-Dikirimi-Email-Rektor-di-Jakarta-Tertipu-Rp-1-8-Miliar?s=479c77c39b0a8ca87692621ab01fe007
--ends--
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke