Seorang perokok seperti alm. Fuad Hasan mampu juga utk menahan diri selama seminar utk tidak merokok, ketika sadar bahwa panitia memang tdk menyediakan asbak baginya. Artinya merokok adalah penyakit jiwa, senewen kalau tidak pegang atau melakukannya.... Rokok juga berkaitan dengan kuasa. Ketika aturan dilarang merokok mulai dicanangkan di dki, ternyata salah satu asgub adalah perokok berat. Karena gubernur wkt itu membiarkannya dan rekan sekantornya tdk berani menegurnya, maka sang rekan menjadi perokok pasif. Belum ada bukti bahwa penyakit kanker hatinya saat ini adalah akibat menjadi perokok pasif tersebut. Juga aspek kuasa. Walau dalam "buku petunjuk" dinyatakan bahwa merokok termasuk perbuatan sia-sia dan dimasukkan dalam kelompok "dosa besar", namun karena tidak dapat mengendalikan dirinya, pak ustad tetap "mencuri" waktu merokok. Dan para jemaah haji di sekitarnya tidak berani menegurnya. Entahlah kalau diakhirat ada dispensasi khusus bagi yang melakukan dan membiarkannya...
anti rokok, ATA 2010/3/17 ffekadj <[email protected]> > > > > "Bila anda tidak pernah merokok, jangan pernah coba-coba memulainya. > Tapi jika anda seorang perokok, maka nikmatilah isapan demi isapan". > (Fuad Hassan) > > > --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, > okaprib...@... wrote: > > > > Oka, > > -yg selama 43 thn tdk pernah sedetik pun merokok dan tdk mau > memulainya > > >

