Pertama kali kita menginisiasi dan melaksanakan plbpm - reaksi yg timbul adalah 
akan menyengsarakan masyarakat dan hanya berpihak pada orang kaya - jelas2 
plbpm kita buat utk rakyat kecil dan sangat terbukti manfaatnya bagi masyarakat 
kecil . Sudah 80 desa kita bangun dgn pendekatan plbpm. Sekarang ada investasi 
atau pemb di pesisr - reaksi yg timbul juga sama adlh tidak berpihak ke rakyat 
kecil - lha yaa opo
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: hengky abiyoso <[email protected]>
Date: Sun, 28 Mar 2010 06:36:27 
To: <[email protected]>
Subject: [referensi] Fw: Re: [plbpm] (Tgp) Investasi Dikhawatirkan
 Pinggirkan Rakyat Lokal

  
 
 
 



--- On Sat, 3/27/10, hengky abiyoso <[email protected]> wrote:
 
From: hengky abiyoso <[email protected]>
Subject: Re: [plbpm] (Tgp) Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan Rakyat Lokal
To: [email protected]
Date: Saturday, March 27, 2010, 11:13 PM

 
  
 
 
 
 
++++: Rencana pemerintah membuka peluang investasi di 12 pulau kecil dan 
terluar di Indonesia dikhawarirkan hanya akan menguntungkan segelintir 
investor. Di sisi lain akan meminggirkan masyarakat lokal dan merusak 
lingkungan. 
>>>>: Kurang masuk akal kalau yg namanya 'investasi' (besar) itu hanya 
>>>>menguntungkan 'segelintir investor' saja...... pastilah banyak dampak/ 
>>>>manfaat ganda yg ditimbulkannya. ......para  (segelintir) investor itu tak 
>>>>mungkinlah masing2 seperti  encik pemilik toko kecil ... nongkrong dan 
>>>>mengelola dan menjagai sendirian usahanya itu.......pastilah dipakai banyak 
>>>>sekali karyawan/ pekerja ......pastilah ada hubungan2 bisnis yg tercipta 
>>>>dgn perusahaan2 lain .... pastilah ada perusahaan2 baru yg berdiri 
>>>>karenanya .....ada pajak uang masuk kenegara ......ada kemajuan/ 
>>>>konkretisasi  pembangunan  (di) wilayah ... dsb..... 
 
 
++++: Menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan 
(Kiara) Riza Damanik di Jakarta, Jumat (26/3), terbatasnya kemampuan melakukan 
pengawasan dan pengelolaan kawasan di pulau terluar seharusnya disikapi dengan 
sinkronisasi program pemerintah pusat dan daera, yang berpijak pada letak 
geopolitik Indonesia. 
>>>>: Kekhawatiran ttg 'kemampuan pengawasan yg terbatas'  terlampau 
>>>>mengada-ada ......setidaknya walau hanya  2 personnel TNI-AL pd tiap pulau 
>>>>terluar ..namun masing2 telah dapat melakukan tugasnya utk  menduduki 
>>>>apalagi mengawasi pulau2 terluar kita sampai saat ini ......... apakah 
>>>>segala sesuatu  berjalan dgn normal atau ada sesuatu luarbiasa yg 
>>>>terjadi..... ...... 
 
 
++++: Kerja sama pengelolaan kawasan pulau kecil dan terluar disepakati 
Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan TNI AL. Dua belas pulau yang akan 
dibuka untuk investasi antara lain Pulau Nipah di Kepulauan Riau, sejumlah 
pulau di Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau, Banda Naira di Maluku Tengah, dan 
Banyuwangi di Jawa Timur. 
>>>>: Nha itu baguss...... ...... 
 
++++: "Jika investasi di pulau luar terbuka untuk asing, efek yang terjadi 
adalah peminggiran masyarakat, kerusakan lingkungan hidup, dan keroposnya 
kedaulatan negara di wilayah perbatasan," ujar Riza. 
>>>>: Masyarakat terpinggirkan boleh jadi .... di Jakarta sajapun setiap ada 
>>>>proyek keruangan yg besar ...masyarakat penduduknya yg semula juga musti 
>>>>menyingkir/ tergusur.... .wajar .... tetapi kembali ke konteks pulau2 
>>>>terluar ........ kesempatan kerja yg muncul asalkan syarat2nya dpt dipenuhi 
>>>>oleh penduduk lokal pastilah itu juga  terbuka utk penduduk 
>>>>lokal.....lagipula lowongan2 pekerjaan low skill pastilah selalu akan ada 
>>>>saja .......masalah kerusakan lingkungan hidup belumlah pasti akan terjadi 
>>>>......krn banyak faktor penentunya ...spt jenis2 kegiatannya apa saja yg 
>>>>akan dilakukan ....pmrth bisa menimbang mana2 yg berpotensi besar merusak 
>>>>alam dan mana2 yg tidak .....kedaulatan negara keropos karena kenapa? 
>>>>.......emangnya semudah gitu .....toh kita2 ini bangsa Indonesia masih 
>>>>banyak yg waras ....setiap saat bisa mengontrol pulau2 terluar kita 
>>>>tsb......... .ambalat kita saja sampai saat ini masih terkontrol.. ... 
 
 
++++: Data Kiara menyebutkan, telah terjadi penjualan 35 pulau secara sepihak, 
di antaranya di Gugusan Takabonerate dan Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan, 
Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Nusa 
Tenggara Timur, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, serta Madura di 
Jawa Timur. 
>>>>: Data itu kurang jelas (kalaau tak mau dibilang kabur) menyebutkan 
>>>>rinciannya ........model 'penjualan' pulaunya itu seperti apa ......apakah  
>>>>dijual bebas dan pindah tangan selamanya ....ataukah 'sewa jangka panjang' 
>>>>atau bgmn .......mana mungkin secara hukum negara kita mengizinkan 
>>>>penjualan hak milik tanah kepada kepada asing?...... .. 
 
++++: Dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan 
Pulau-pulau Kecil Terluar, Pasal 3 menyebutkan, pengelolaan pulau-pulau kecil 
terluar menganut tiga prinsip, yakni wawasan Nusantara, berkelanjutan, dan 
berbasis masyarakat. 
Namun, kenyataannya, kata Riza, investasi pulau kerap meminggirkan nelayan dan 
masyarakat pesisir dari wilayah kelolanya, merusak keberlanjutan lingkungan 
hidup, serta mengaburkan kedaulatan negara. 
>>>>: Berbasis masyarakat tidak harus secara harafiah berarti hanya berbasis 
>>>>masyarakat lokal saja .......penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke 
>>>>adalah juga masyarakat Indonesia .......dlm perjanjian perlu disebutkan 
>>>>'tak boleh berpotensi merusak lingkungan hidup' .....jadi bila ada tanda2 
>>>>yg jelas merusak alam perjanjian bisa dibatalkan ......pd umumnya  
>>>>investasi .....komposisi pekerjanya adalah mayoritas bangsa Indonesia... 
>>>>.dan umumnya pekerja asingnya hanyalah bilangan jari tangan saja 
>>>>........lalu yg namanya  'mengaburkan kedaulatan negara' itu kejelasannya 
>>>>yg bgmana? .......... 
 
++++: Sebelumnya, Pelaksana Teknis (Plt) Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, 
dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad 
mengemukakan, Australia telah menyatakan minat berinvestasi di Pulau Banda 
Naira, Singapura di Pulau Nipah dan Kepulauan Anambas, serta Maladewa di 
Banyuwangi. 
Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana 
menegaskan, sudah saatnya pemerintah memanfaatkan BUMN dan BUMD untuk 
berinvestasi mengelola pulau kecil dan terluar. 
"Keterlibatan badan usaha milik pemerintah akan berfungsi menjaga kedaulatan 
dan meningkatkan pendapatan negara," kata dia. (LKT) 
>>>>: 
Salam, aby 
 


--- On Fri, 3/26/10, suhana suhana <suhana10197804@ ...> wrote:
 
From: suhana suhana <suhana10197804@ ...>
Subject: [plbpm] Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan Rakyat Lokal
To: "program kemitraan bahari DKP" <Program_Kemitraan_ bah...@yahoogrou 
ps.com>, "plbpm kelautan" <pl...@yahoogroups. com>, Illegal_Fishing_ Indonesia@ 
yahoogroups. com
Date: Friday, March 26, 2010, 4:18 PM

 
  
 
 
 
 
Investasi Dikhawatirkan Pinggirkan Rakyat Lokal 
Sabtu, 27 Maret 2010 | 03:41 WIB 
Jakarta, Kompas - Rencana pemerintah membuka peluang investasi di 12 pulau 
kecil dan terluar di Indonesia dikhawarirkan hanya akan menguntungkan 
segelintir investor. Di sisi lain akan meminggirkan masyarakat lokal dan 
merusak lingkungan. 
Menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) 
Riza Damanik di Jakarta, Jumat (26/3), terbatasnya kemampuan melakukan 
pengawasan dan pengelolaan kawasan di pulau terluar seharusnya disikapi dengan 
sinkronisasi program pemerintah pusat dan daera, yang berpijak pada letak 
geopolitik Indonesia. 
Kerja sama pengelolaan kawasan pulau kecil dan terluar disepakati Kementerian 
Kelautan dan Perikanan dengan TNI AL. Dua belas pulau yang akan dibuka untuk 
investasi antara lain Pulau Nipah di Kepulauan Riau, sejumlah pulau di 
Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau, Banda Naira di Maluku Tengah, dan 
Banyuwangi di Jawa Timur. 
"Jika investasi di pulau luar terbuka untuk asing, efek yang terjadi adalah 
peminggiran masyarakat, kerusakan lingkungan hidup, dan keroposnya kedaulatan 
negara di wilayah perbatasan," ujar Riza. 
Data Kiara menyebutkan, telah terjadi penjualan 35 pulau secara sepihak, di 
antaranya di Gugusan Takabonerate dan Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan, 
Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Nusa 
Tenggara Timur, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, serta Madura di 
Jawa Timur. 
Dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau 
Kecil Terluar, Pasal 3 menyebutkan, pengelolaan pulau-pulau kecil terluar 
menganut tiga prinsip, yakni wawasan Nusantara, berkelanjutan, dan berbasis 
masyarakat. 
Namun, kenyataannya, kata Riza, investasi pulau kerap meminggirkan nelayan dan 
masyarakat pesisir dari wilayah kelolanya, merusak keberlanjutan lingkungan 
hidup, serta mengaburkan kedaulatan negara. 
Sebelumnya, Pelaksana Teknis (Plt) Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan 
Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad 
mengemukakan, Australia telah menyatakan minat berinvestasi di Pulau Banda 
Naira, Singapura di Pulau Nipah dan Kepulauan Anambas, serta Maladewa di 
Banyuwangi. 
Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana 
menegaskan, sudah saatnya pemerintah memanfaatkan BUMN dan BUMD untuk 
berinvestasi mengelola pulau kecil dan terluar. 
"Keterlibatan badan usaha milik pemerintah akan berfungsi menjaga kedaulatan 
dan meningkatkan pendapatan negara," kata dia. (LKT) 

 
Sumber : http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2010/03/27/ 03415553/ investasi. 
dikhawatirkan. pinggirkan. rakyat.lokal.....

New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted 
on the new @ymail and @rocketmail.Hurry before someone else does! 

      

    
     

    
    


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke