Ysh  para da’i milis referensi : Al ustadz EkoBK, ustadz Fajar, ustadz Ukon, 
ustadz BTS, ustadz BSP, ustadz Risfan, ustadz Andri, ustadz Engku Datuk Ekadj, 
ustadz Haryasetyaka (yg kalau tak salah yg pertama menurunkan posting ttg fatwa 
rokok ini, tapi kalo salah ya tolong maapin), juga para ustadz dan ustadzah 
lainnya yg tak tersebut namanya serta para hadlirin dan hadlirat semuanya ysh,
Maap ikut nimbrung juga dikit ya .......
Mengikuti diskusi yg menarik ini saya tiba2 teringat satu acara dari serial 
wawancara dgn Dr. Yusuf Al Qardhawi dari Al Azhar yg kemudian mengajar di  
Qatar yg diadakan  oleh Radio Republik Arab Mesir yg disiarkan sudah cukup lama 
...ialah pada 1986.......dan dimuat di harian AL Ahram, Kairo ttg topik 
Kebangkitan Islam Kontemporer .....yg juga sdh pernah saya keluarkan dimilis 
ini juga........
Acara ini mendiskusikan berbagai masalah seperti ttg antara  salafiyah dan 
pembaruan,  keaslian dan kekinian, persatuan dan perpecahan,  perang pemikiran 
dan pengetahuan,  da’wah Islamiyah diluar umat Islam dll...........
Giliran mendiskusikan  tentang kemunduran kaum muslimin ...lebih sempitnya lagi 
ttg krisis dakwah .......Qardhawi mengatakan........
Menurutnya, yang dinamai da’i  itu bukanlah hanya penceramah yang mampu 
mempengaruhi orang dengan nasehat, suara dan kisah2nya yang menggugah perasaan 
.......namun adalah daiI yg paham  dan mengetahui ttg hakikat Islam dan 
mengetahui apa yg terjadi dalam kehidupan ini, yg tak hidup mengasingkan diri 
dari zamannya serta aliran yg ada, dan tak mengasingkan diri dari problema2 
yang menghalang ........da’i yg tak menyibukkan orang dgn hal2 yg sunah tetapi 
menyia2kan yg wajib ...menyibukkan orang dgn perkara2 yg dipertikaikan oleh 
para ulama sedangkan mereka sendiri jg masih dekat2 dgn dosa.........
DIkatakannya lagi selanjutnya oleh Qardhawi .... sayang... kaum muslimin 
seringkali sibuk dengan hal2 yg tidak rajih (kuat dalilnya) dan meninggalkan yg 
rajih ....sibuk dg perkara2 yg tidak utama dan meninggalkan perkara2 yg utama 
......sibuk dgn hal2 yg sunnah dan meninggalkan yg wajib .........padahal sbgmn 
yg diterangkan dlm ilmu fiqih ......dikatakan bhw Allah tak akan menerima 
sesuatu yg sunah hingga yg wajib itu ditunaikan dahulu ........dan para salaf 
berkata : barangsiapa sibuk dgn perkara wajib hingga tak bisa mengerjakan yg 
sunah maka ia dimaafkan ....tetapi brgsiapa sibuk dgn perkara sunah shg 
meninggalkan yg wajib, maka ia telah terpedaya......... 
Mengenai realitas kaum muslimin dewasa ini dan sebab2 kemundurannya (dibanding 
non muslim) ....dikatakannya ...kita kadang mengambil satu segi dgn berlebihan 
dan meninggalkan segi2 lain yg penting pula .......kita banyak sekali lbh 
memperhatikan bbrp segi ibadah dan perilaku  ......sedangkan segi2 sosial, 
ilmiah dan segi2 yg berkait dgn eksistensi ummat sering dilupakan .... pdhal 
Rasullulah  saw sendiri bersabda  “.....Maukah kamu aku beritahu sesuatu yg 
lebih utama daripada shalat, puasa  dan sedekah?....Itu  adalah mendamaikan 
orng yang bertikai”........yg itu artinya Nabi sendiri  menunjukkan 
mengutamakan bidang sosial lebih daripada bidang ibadah yg bersifat  
individual...........
Lalu ditambahkan lagi oleh Qardhawi ..........”...Para fuqaha menetapkan bhw 
semua  ilmu yg diperlukan kaum muslimin untuk keperluan agama itu fardhu 
khifayah memperlajarinya, dan semua ummat dan pemerintah berdosa  bila 
melalaikannya ....... Ilmu2 kedokteran,  teknik,  fisika, kimia  dan lainnya 
adalah ilmu2 yg diperlukan kaum  muslimin ....namun ilmu2 ini belum memperoleh 
haknya utk dipelajari  kaum muslimin  ....dan mereka lbh sibuk dgn ilmu2 yg 
mereka sebut  ilmu agama ...........mereka mempelajarinya sehingga melampaui 
para ulama salaf yg saleh ........padahal sebenarnya lbh  utama bagi mereka utk 
menyibukkan diri thd hal2 yg penting dan mengangkat   martabat  mereka dalam 
urusan dunia ....... 
Itulah yg menyebabkan Eropa mengambil  sistem  peradaban  Islam  dari kita 
.........penelitian dgn sistem eksperimen itu justru mereka yg memanfaatkannya 
shg mereka maju  .........sementara itu kita tidur dan menjadi  terbelakang 
........ lalu ketika kita terjaga .......kita baru tersadar bahwa jarak kita 
telah terlampau jauh dari mereka ........kita ingin mengejarnya namun sudah 
terlambat  ........begitu kata Qardhawi  ........salam, 
aby


      

Kirim email ke