---------- Forwarded message ---------- http://nasional.kompas.com/read/2010/05/11/08493564/Kami.Terlalu.Lugu.dalam.Berpolitik...-5
KOALISI PARTAI POLITIK Kami Terlalu Lugu dalam Berpolitik... KOMPAS.com — Sepanjang Jumat hingga Sabtu (8/5/2010), Syarifuddin Sudding, anggota Komisi III DPR, tak bisa tidur. Pikiran politisi dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat ini disibukkan oleh terpilihnya Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai ketua harian sekretariat bersama partai koalisi. "Sekarang sudah amat jelas, target Partai Golkar dalam kasus Bank Century memang hanya menyingkirkan Sri Mulyani dari kabinet. Mereka telah menggunakan kami dalam politik transaksional ini," ujar Sudding. Sudding mengaku kecewa dengan kondisi itu. "Kami berusaha sekuat tenaga pada kasus Bank Century karena ingin kasus itu terbongkar dan siapa yang bertanggung jawab harus tanggung jawab. Kami tidak pernah punya target menyingkirkan atau menyerang orang, termasuk Sri Mulyani atau Wakil Presiden Boediono," katanya. Dalam Sidang Paripurna DPR, 3 Maret 2010, Hanura bersama Golkar, PDI-P, PKS, PPP, dan Gerindra, serta Lili Wahid dari Fraksi PKB memilih opsi C. Opsi itu menyimpulkan, ada dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam kasus pemberian dana talangan terhadap Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Opsi itu merekomendasikan kepada siapa saja yang terlibat dalam kasus itu untuk dibawa ke proses hukum. Opsi C ini akhirnya mengalahkan opsi A yang menyimpulkan, tidak ada penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian dana talangan untuk Bank Century. Opsi A didukung Partai Demokrat, PAN, dan PKB. Saat opsi C dimenangkan, Sudding mengaku memang ada sedikit kekhawatiran jika pilihan itu kemungkinan akan ditransaksikan. "Tetapi, kami tak menduga secepat ini.... Kami mungkin masih terlalu lugu dalam berpolitik," tutur Sudding. Aburizal memang telah membantah kemungkinan adanya politik transaksional di balik terpilihnya dia sebagai ketua harian sekretariat bersama (sekber) partai koalisi. Menurut dia, sekber itu dibentuk untuk memperkukuh koalisi dan mengamankan pemerintahan hingga 2014. Tidak akan berubah Inisiator hak angket dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo, juga menjanjikan, sikap Golkar dalam kasus Bank Century tidak akan berubah, yaitu tetap mengusutnya sampai tuntas. Namun, kecurigaan adanya politik transaksional di balik terpilihnya Aburizal sebagai ketua harian sekber koalisi memang sulit dihilangkan. Sebab, peristiwa itu hanya satu hari setelah Sri Mulyani Indrawati mundur sebagai Menteri Keuangan. Padahal, diduga kuat ada hubungan kurang harmonis antara Aburizal dan Sri Mulyani terkait kasus pajak sejumlah perusahaan milik keluarga besar Aburizal. Pada hari yang sama dengan terpilihnya Aburizal sebagai ketua harian sekber, yaitu Kamis pekan lalu, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (dari Partai Golkar) tiba-tiba melemparkan wacana agar proses politik kasus Bank Century didinginkan dulu. Alasannya agar terbangun iklim politik yang lebih kondusif. Maruarar Sirait, mantan inisiator Pansus Bank Century dari PDI-P, juga menyinyalisasi, Golkar ingin menutup proses politik kasus tersebut yang muncul lewat hak menyatakan pendapat. Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR Achmad Rubaie menilai, dengan Aburizal memimpin sekber koalisi, Golkar setidaknya telah meninggalkan PDI-P, Hanura, dan Gerindra dalam kasus Bank Century. "Kami juga dikerjai Golkar. Kami susah payah mendukung opsi A dalam kasus Bank Century karena ingin teguh dan konsekuen ada di koalisi. Padahal, banyak masyarakat dan konstituen yang keberatan dengan sikap kami itu," ungkap Rubaie. Namun ternyata, menurut Rubaie, sekber koalisi dipimpin oleh Ketua Umum Partai Golkar. "Saya berharap semua anggota koalisi waspada, jangan sampai dikibuli untuk kedua kali. Jangan sampai sekber partai koalisi akhirnya juga dimanfaatkan Golkar atau Aburizal untuk memuluskan kepentingannya sendiri. Jangan sampai kami dikibuli lagi," ujar Rubaie. Kekhawatiran itu muncul, menurut Rubaie, karena ada sejumlah potensi masalah yang dihadapi Aburizal. Misalnya, dugaan kasus pajak sejumlah perusahaannya yang diduga belum beres hingga semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Pada saat yang sama, ada aktivitas politik yang amat strategis, seperti mencari pengganti Sri Mulyani. Di balik berbagai kekecewaan dan "harapan" dalam kasus Bank Century, peristiwa politik belakangan ini makin membuktikan bahwa sejarah memang tidak dapat menipu.... (M Hernowo) Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) RECENT ACTIVITY: New Members 12 Visit Your Group Media komunikasi kuyasipil ============================================================ http://kuyasipil.net/web/ < web kuyasipil http://kuyasipil.net/web/wp-login.php?action=register < daftar email command: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], admin: [email protected] ============================================================ MARKETPLACE Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now. ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

