Dear Pak BTS

Sebagian orang sependapat dengan Bapak, namun sebagian yang lain mungkin 
berpendapat lain. Saya rasa karya seni berlaku bukan untuk beberapa golongan 
orang saja. 

thanks
Sarif





________________________________
Dari: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 11 Mei, 2010 15:50:50
Judul: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah

  
Terus terang, aku tak suka puisi ini. Nilai seninya miskin sekali karena 
bahasanya kasar. Saya kira ini bukan puisi, tapi gerutu. Kalau gerutu,...buat 
apa?
 
He-he-he.. sorry.
 
Thanks. CU. BTS.
 


--- Pada Sel, 11/5/10, Sariffuddin <sari...@yahoo. com> menulis:


>Dari: Sariffuddin <sari...@yahoo. com>
>Judul: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah
>Kepada: planostation2001@ yahoogroups. com, refere...@yahoogrou ps.com
>Tanggal: Selasa, 11 Mei, 2010, 8:27 AM
>
>
>>
>
> 
> 
>Puisi Negeri Para Bedebah
>Karya:Adhie Massardi
>
>Ada satu negeri yang dihuni para bedebah 
>Lautnya pernah dibelah tongkat Musa 
>Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah 
>Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
>
>Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? 
>Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah 
>Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah 
>Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
>
>Di negeri para bedebah 
>Orang baik dan bersih dianggap salah 
>Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan 
>Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah 
>Karena hanya penguasa yang boleh marah 
>Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
>
>Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
>Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah 
>Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum 
>Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
>
>Maka
> bila negerimu dikuasai para bedebah 
>Usirlah mereka dengan revolusi 
>Bila tak mampu dengan revolusi, 
>Dengan demonstrasi 
>Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi 
>Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
>
>Source: forum.detik. com
> 
>
>  
>  
> 

 

Kirim email ke