sangat wajar om..
umur 5 masuk sd selesai 6 tahun kemudian jadi umur sudah 11 sma smp 4 tahun 
karena kelas akselerasi sehingga kuliah pada umur 15, lulus kuliah 3,5 tahun di 
kedokteran juga wajar karena sudah banyak kok anak kedokteran yg lulus 3,5 
tahun mengingat kuliah mereka 8 semester
IMHO

--- On Wed, 5/19/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [referensi] Alex Raih Gelar Sarjana Kedokteran UGM di Usia 19 Tahun
To: 
Date: Wednesday, May 19, 2010, 6:58 AM







 



  


    
      
      
      Jadi ingat serial "Doogie Howser, M.D.". :-)



Salam,

CA



Source: 
http://m.detik.com/read/2010/05/19/183228/1360334/608/alex-raih-gelar-sarjana-kedokteran-ugm-di-usia-19-tahun



--begins--

Alex Raih Gelar Sarjana Kedokteran UGM di Usia 19 Tahun



Bagus Kurniawan : detikNews



detikcom - Jakarta, Alexander Randy Angianto merupakan lulusan termuda dari 
1.516 lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diwisuda hari ini, Rabu 
(19/5/2010). Alex, panggilan akrabnya, mampu menyelesaikan studi di Fakultas 
Kedokteran dalam usia 19 tahun, 3 bulan, 19 hari.



Pria asal kota Balikpapan, Kaltim, ini bukanlah peraih IPK cum laude 4 atau 
lulus tercepat. Saat di wisuda bersama 1.301 Sarjana serta 215 Ahli Madya untuk 
Periode III Tahun Akademik 2009/2010 dia, merupakan lulusan termuda. Selama 3,5 
tahun ia merampungkan kuliahnya dengan IPK 3,56.



Alex yang memiliki tinggi badan 184 cm, saat ini telah menyandang gelar sarjana 
kedokteran (S.Ked). Saat diwisuda dia tengah mengikuti pendidikan koasistensi 
di RS Dr Sardjito Yogyakarta.



Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Erwin Angianto (50) dan 
Anastasia Yulianti (46), bercerita jika dahulunya dia sudah masuk SD saat umur 
5 tahun. Dia menamatkan SD Yayasan Bina Bhakti Siswa (YBBS) di kota Balikpapan 
selama enam tahun. Yang sedikit berbeda, justru di bangku SMP dan SMA, dirinya 
ikut program akselerasi sehingga bisa lulus satu tahun lebih cepat dari 
biasanya.



Alex mengaku sejak kecil tidak ada perlakukan khusus dari orang tua padanya. 
Bahkan dirinya termasuk orang yang tidak begitu memaksakan dirinya untuk 
belajar. Dia lebih suka menghabiskan kesempatan bermain dengan anak seusianya. 
Bahkan saat bergaul dengan teman-temannya yang lebih tua dari usianya, Alex 
sering berkata ceplas-ceplos seenaknya seperti anak SMA lainnya. Namun 
teman-teman kuliahnya menganggap biasa saja.



Selama belajar di UGM, dia tidak suka mengasingkan diri untuk bisa belajar. 
Tapi lebih suka belajar saat mendengarkan pada dosen saat  mengajar di depan 
kelas. Semua yang dikemukakan dosen dicatat dan dipelajari dengan baik



"Saya lebih fokus saat jam-jam pelajaran. Saya juga akan lebih mudah menerima 
pelajaran saat saya banyak mendengarkan. Selama belajar juga tidak banyak 
kendala di sini," kata pria kelahiran 30 Januari 1991 ini.



Setelah lulus dari SMAN 1 Balikpapan tahun 2006, dia masuk FK UGM lewat jalur 
Penelusuran Bakat Skolastik (PBS) UM UGM.  Ketertarikannya untuk memilih 
pendidikan dokter muncul dari dirinya sendiri. Kendati begitu, sejak kecil 
ibunya yang kebetulan juga berprofesi sebagai seorang dokter juga menyarankan 
dirinya kelak menjadi dokter.



"Sejak kecil sudah diminta jadi dokter. Saat SMA ya jadi pingin jadi sendiri 
jadi dokter," kata Alex yang bercita-cita ingin jadi dokter spesialis bedah ini.



Selama kuliah, Alex tidak hanya sibuk dengan urusan kuliah semata. Dia aktif di 
organisasi Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia (Asia Medical Student). Di 
organisasi ini dia sempat menjabat sebagai Direktur AMCEP (Asia Medical Student 
Exchange Program). Sebagai direktur, dia sempat mewakili mahasiswa FK UGM untuk 
megikuti pertemuan di Jepang dan Korea di tahun 2007 dan 2008.

--ends--


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke