Rekan H. Ekadj dan Milisters ysh, Maaf sdh bbrp lama tdk ikutan diskusi dimilis, maklum sedang tdk sempat…… Diskusi panjang gayeng guyub la pensée bourgeoise dan rencana jumpa Solo nampaknya awalnya dimulai dari posting rekan Ukon ttg omongan orang Singapura yg menunjukkan betapa hebatnya tanah negeri Indonesia namun tdk demikian dgn orangnya….. yg ditunjukkan dgn bgmn dikatakan bgmn kita menyiakan2 kekayaan/potensi perkembangan kita selama ini……. Postin itu lalu disambut oleh rekan Risfan dgn cerita ttg buku "A Year Without Made in China", yang ditulis oleh Sara Christine Bongiorni ……yg lalu bola disambut lagi oleh rekan Fajar yg lalu diantara bbrp pandangannya beliau mengetengahkan jg ttg a.l pendidikan berbasis lokal ….lalu bola (pendidikan berbasis lokal) itu rupanya sgt menarik hati rekan Sarif …….lalu rekan Sarif sambil terlbh dulu mengemukakan pidato Prof. Eko Budiarjo saat wisuda. ….krn kalimat yang katanya msh 'menancap' di otak beliau yg l/k bunyinya "Kita harus mengglobal dengan semangat regional berbasis sumberdaya lokal. Sumberdaya lokal itu mencakup sumberdaya manusia, alam, budaya, teknologi, dan finansial." …….beliau kemudian kemukakan ttg satu studi kasus desa Serenan …….suatu kasus ‘ekonomi lokal’ …yg selain ditgpi balik oleh rekan Fajar lalu tentu saja itu lalu disambar oleh pakar fasilitasi UKM kita rekan Risfan dan selanjutnya oleh rekan2 lain …….lalu kemudian thread berganti dgn ‘La Pen sée Bourgeoise’ oleh rekan Ekadj yg pd dasarnya mrpkn lanjutan dari diskusi sebelumnya ……silih berganti tak kalah seru dan gayeng …...lalu akhirnya muncullah ide/ tawaran dari pak Aunur ttg acara kopi darat di Solo …dimana alasan beliau adlh “Kalau ingin bicara hubungan antara borjuis, keruangan, nilai lokal, tradisional, .pasar... .......lebih enak kalau kita kopi darat di Solo ...bisa diskusi dengan Jokowi sambil makan sego liwet dan wedang uwuh”…….. Maap sekian dulu, esok disambung lagi …….salam, aby Re: [referensi] Jumpa Solo Monday, May 24, 2010 4:06 AM From: "- ekadj" <[email protected]> To: [email protected] Salam kenal untuk Pak Dodo, sudah sering dengar namanya pak, namun belum pernah jumpa. Diharapkan bapak juga "bicara" dalam diskusi kita untuk berbagi perspektif. Mengingat rupanya ada gawean Habitat di Solo, rasanya Jumpa Solo-nya bisa kita adakan berbarengan, bagaimana Pak Rofiq, Pak Risfan, dkk? Saya juga pengen dengar komentar Pak H. Aby nih. Salam. -ekadj

